WordPress

Cara Backup WordPress

Kapan terakhir kali kamu melakukan backup website WordPress? Apakah kamu pernah kehilangan data digital penting di website bisnis kamu?

Apabila sebagian besar database website bisnis kamu rusak, hilang dan tidak bisa dipulihkan kembali, maukah kamu membuat, mengumpulkan, dan memanajemennya lagi mulai dari awal?

Jujur ya, sangat sulit loh membangun ulang website bisnis mulai dari awal. Kamu butuh dukungan SDM ahli yang banyak, perlu dana pemulihan yang besar dan semua itu tidak dapat selesai dalam waktu yang cepat.

Bahkan perusahaan raksasa dunia, seperti Yahoo, eBay, JP Morgan Chase, Home Depot, dan Gitlab pun sepakat akan statement tersebut. Lihat saja kasus “data breaches”, “data loss” dan “data theft” dari perusahaan raksasa tersebut.

Mereka melakukan segala upaya demi menyelamatkan data digital layanan bisnis mereka. Jika mereka tidak bisa mengatasi kasus tersebut, ulasan media akan mempengaruhi reputasi bisnis, kepercayaan pelanggan dan saham perusahaan. Salah langkah sedikit saja, bisa membuat perusahaan bangkrut. Horor banget dah.

Kalau bisa sih, website bisnis kamu jangan sampai terkena musibah seperti itu. Lebih baik, kamu rutin membackup database website kamu mulai dari sekarang. Jadi, saat terjadi kerusakan/kehilangan data pada website, kamu bisa cepat-cepat melakukan recovery (pemulihan).

Contoh Kasus Mengerikan Terkait Kehilangan Data

Okay, mungkin saat ini, kamu masih meremehkan tentang pentingnya backup database website secara berkala. Buka mata kamu lebar-lebar, saya akan menyajikan 3 contoh studi kasus tentang beberapa kejadian mengerikan terkait kehilangan data digital.

1. Data Digital Sebesar 300GB Gitlab Hilang dalam Semalam karena Salah Delete File

Kasus terhapusnya “Production Data Gitlab” menjadi kasus human error yang menghilangkan 300GB data penting di server Gitlab pada tahun 2017. Dilansir dari codepolitan.com, kasus ini berawal dari kesalahan pegawai “Shift Malam” Sysadmin Gitlab dalam menghapus file replika database.

Pegawai Sysadmin Gitlab ini mengira sedang menghapus file replika database. File replika database dihapus karena sudah tidak dipakai. Namun, beberapa saat kemudian, dia menyadari sebuah kesalahan fatal. Dia telah menghapus file penting pada direktori data production Gitlab. Semula dia mengira file tersebut merupakan file replika database yang sudah tidak terpakai.

Dia lalu menganulir proses penghapusan tersebut, namun file yang tersisa hanya 4,5GB. Pegawai ini pun melakukan proses restore file dari file backup server Gitlab. Tapi, file backup terakhir yang dia temukan adalah 6 jam yang lalu.

Kamu tahu berapa banyak file yang tidak bisa dipulihkan?

Sebanyak 300GB file project penting dalam direktori data production Gitlab hilang karena human error.

Setelah kejadian tersebut, pihak Gitlab membuat press release untuk meminta maaf. Gitlab memberikan ganti rugi materiil kepada seluruh pengguna layanan Gitlab, yang terkena dampak musibah tersebut.

Ngeri ga tuh?

2. Ada Sekitar 16.000 Data Kependudukan Hilang karena Kerusakan Server

Kasus ini terjadi pada bulan Oktober 2016 di Pamekasan, Madura. Dilansir dari Kompas.com, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kabupaten Pamekasan mengalami kerusakan server “system error“ yang cukup parah.

Pihak Disduk Capil sampai meminta bantuan beberapa tim ahli IT untuk menyelamatkan 21 juta data digital di server mereka. Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil maksimal. Sebagian data yang telah hilang tidak dapat diselamatkan.

Menurut Kepala Disduk Capil Herman Kusnadi,”Ada 16.000 data kependudukan (informasi terkait kartu keluarga (KK) dan akte kelahiran) yang hilang dan data digital ini sudah tidak dapat dipulihkan”. Kejadian ini sangat disesalkan oleh para petugas Disduk Capil. Mereka harus mengulang proses penginputan secara manual untuk 16.000 data kartu keluarga (KK) dan akte kelahiran yang telah hilang.

Andai pak Herman punya backup server Disduk Capil sesaat sebelum kerusakan server terjadi.

Tinggal restore, file yang rusak/hilang bisa dipulihkan. Hhehe.

3. Lebih dari 76 Juta Data Digital Nasabah Bank Amerika “JP Morgan Chase” di Curi oleh Hacker

Kasus “cyber attack” ini terjadi pada bulan juli 2014. Dilansir dari theguardian.com, server bank JP Morgan Chase mulai menerima serangan dari para hacker sejak awal juni. Setelah peretas website ini bisa masuk kedalam sistem kendali server, mereka memasang “phising attack“ pada layanan perbankan JP Morgan Chase.

Tidak butuh waktu lama, para hacker ini mampu mengumpulkan 76 juta informasi nasabah bank JP Morgan Chase, seperti informasi login akun perbankan, nama, email, alamat post, nomor telepon dan informasi mendasar terkait nasabah. Semua data digital itu dicuri.

Tim keamanan server Bank JP Morgan Chase mati-matian berjuang untuk sesegera mungkin memulihkan data digital perbankan mereka. Data yang telah di rusak/di curi/di hapus oleh para hacker tersebut, segera mereka recovery. Beruntung, hacker belum sempat mencuri uang yang ada dalam jaringan bank JP Morgan Chase.

Salah satu metode yang digunakan untuk mempercepat pemulihan data digital JP Morgan Chase adalah restore file backup dari server mereka. Setelah itu, tim keamanan cyber menutup seluruh celah yang digunakan hacker untuk menyusup ke server.

CATATAN PENTING: Ada tiga penyebab umum terjadinya kehilangan data, yaitu: human error, system error dan cyber attact. Kehilangan data dapat menyebabkan nama brand bisnis turun, kepercayaan pelanggan hilang dan bisnis bangkrut loh! Jadi, waspadalah-waspadalah!

Saya sudah menyampaikan 3 kasus mengerikan terkait bahaya kehilangan data tanpa mempunyai backup file. Jika kamu masih tidak percaya, silakan riset sendiri kasus-kasus yang lainnya. Kamu dapat menggunakan keyword bahasa Inggris “data breaches in 21st century“.

Isoh ora? ORA! Hhaha.

Apa yang dapat kita pelajari dari studi kasus tersebut?

  • Pertama, selalu lakukan backup pada data penting di website bisnis kamu secara rutin.
  • Kedua, pelajari hal-hal penting terkait keamanan website.
  • Ketiga, alokasikan dana untuk meningkatkan sistem keamanan website dengan membeli tools keamanan website atau menyewa jasa web security.

7 Alasan Kenapa Kamu Harus Backup WordPress

Kamu tidak akan tahu, kapan website bisnis kamu mengalami kerusakan dan kehilangan data digital. Backup WordPress menjadi upaya pencegahan dari kerusakan dan kehilangan data masif. Kasus kehilangan data website sering disebabkan oleh serangan peretas website, human error ataupun server error.

Apabila suatu saat nanti terjadi musibah pada database website bisnis kamu, kamu tinggal melakukan pemulihan data menggunakan backup WordPress yang telah rutin kamu buat. Kebiasaan backup rutin akan membuat kamu tenang dan lebih fokus dalam menjalankan bisnis.

Berikut ini beberapa alasan kenapa backup WordPress itu sangat penting untuk dilakukan:

  1. Mencegah kerusakan dan kehilangan data digital.
  2. Berjaga-jaga dari human error, system error dan cyber attack.
  3. Menangani permasalahan kompatibilitas tools (plugin, theme, script dan CMS WordPress) setelah new update installation.
  4. Memudahkan webmaster dalam proses migrasi web hosting.
  5. Memudahkan kamu dalam membuat testing version dari website kamu.
  6. Memastikan sumber penghasilan kamu tetap aman.
  7. Menumbuhkan praktik keamanan website untuk menjaga keamanan bisnis di masa mendatang.

Cara Backup Praktis Menggunakan Plugin WordPress

Secara umum, kamu dapat melakukan backup WordPress melalui 3 cara, yaitu:

  1. Backup WordPress secara manual melalui cPanel maupun VPS yang kamu pakai.
  2. Backup WordPress secara otomatis menggunakan plugin WordPress.
  3. Backup WordPress dengan membayar layanan jasa backup bulanan yang ditawarkan oleh penyedia layanan web hosting yang kamu pakai.

Dari ketiga cara backup WordPress tersebut, cara backup WordPress menggunakan plugin merupakan cara yang paling murah, praktis dan efisien. Kamu hanya butuh beberapa klik untuk menyelesaikan proses backup WordPress. Wuenak tenan! Hhaha.

Backup WordPress Menggunakan Plugin Gratis (Free) VS Berbayar (Premium)

Saat kamu ingin melakukan backup WordPress menggunakan plugin, kamu akan dihadapkan 2 pilihan, yaitu mau pakai plugin backup WordPress gratis atau berbayar. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Untuk membantu kamu menentukan pilihan, saya lampirkan tabel perbandingan penggunaan plugin backup WordPress gratis (free) vs berbayar (premium).

Pembanding Backup WordPress Free Backup WordPress Premium
Layanan Backup WordPress Ada Ada
Biaya bulanan $0 per year $30-$100 per year
Fitur Terbatas Lengkap
Off-site cloud storage Tidak ada Ada
Perlindungan website dari serangan brute force Tidak ada Ada
Backup otomatis dengan ruang penyimpanan tidak terbatas Tidak Ya
Support by developer Tidak ada Ya, 24/7 admin support
Fix issues Sendiri Tim Developer

Saya pernah menggunakan kedua jenis plugin backup WordPress tersebut.

Berdasarkan pengalaman saya, plugin backup WordPress gratis cocok dipakai oleh pemilik website bisnis yang memiliki database kecil, misal total databasenya kurang dari 500Mb.

Fitur dan cloud storage plugin backup WordPress versi gratis sudah cukup untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut. Apalagi jika kamu tidak terlalu sering melakukan update di website kamu.

Namun, apabila website bisnis kamu telah memiliki database yang besar dan selalu melakukan update setiap hari/setiap minggu, maka saya menyarankan kamu untuk melakukan backup database website sebulan 2x.

Cara yang paling praktis dan efisien untuk melakukan backup rutin adalah memakai plugin backup WordPress yang berbayar(premium). Beberapa kelebihan plugin backup premium:

  1. Kamu dapat menjadwalkan backup rutin secara otomatis (harian/mingguan/bulanan).
  2. Kamu mendapatkan cloud storage unlimited untuk menyimpan data backup WordPress, sehingga tidak memerlukan proses upload-download di komputer kamu saat backup dan restore.
  3. Kamu akan mendapatkan support admin 24/7 hours untuk menangani permasalahan backup dan restore.
  4. Kamu akan mendapatkan fitur keamanan WordPress yang mencegah website kamu kehilangan data akibat kerusakan data digital maupun serangan peretas website.
  5. Kamu akan merasa aman menjalankan bisnis kamu tanpa khawatir kehilangan data digital penting terkait website bisnis kamu.

10 Plugin Terbaik untuk Backup WordPress (2019)

Saat ini banyak sekali plugin backup WordPress yang beredar dipasaran. Saking banyaknya, kamu sendiri akan bingung mau pilih yang mana.

Sebelum menulis artikel ini, saya meluangkan waktu saya untuk menguji satu per satu berbagai plugin backup WordPress yang beredar dipasaran.

Dari pengalaman tersebut, saya memilih 10 plugin backup WordPress terbaik. Rekomendasi plugin ini layak untuk kamu coba. Berikut ini 10 plugin backup WordPress terbaik pilihan saya:

  1. Plugin Backup.
  2. Plugin Backup.
  3. Plugin BackWPup.
  4. Plugin BlogVault.
  5. Plugin Duplicator.
  6. Plugin ManageWP.
  7. Plugin UpdraftPlus.
  8. Plugin VaultPress (Jetpack Backups).
  9. Plugin WP-DB Backup.
  10. Plugin Xcloner.

Semua plugin backup WordPress di atas sangat praktis dan mudah digunakan. Ada yang menyediakan versi gratis (free) dan berbayar (premium).

Jika disuruh memilih mana plugin backup WordPress favorit saya, saya akan memilih plugin ManageWP, UpdraftPlus dan VaultPress,

Kamu juga ingin mencoba menggunakan plugin tersebut?

Yaudah, segera download-install-activated.

Kamu butuh tutorial? Sudah nyari muter-muter di google tapi belum ada yang mengulas cara pemakaian plugin secara mendalam?

Okay, jangan panik! Saya akan membuatkan tutorial lengkap cara backup WordPress menggunakan plugin-plugin tersebut.

1. Cara Backup WordPress Menggunakan Plugin ManageWP

Langkah #1: Login ke dashboard admin WordPress kamu.

Langkah #2: Install plugin backup WordPress yang bernama manageWP.

Pada tahap ini, kamu akan mendownload dan menginstall plugin manageWP melalui library plugin WordPress. Caranya sangat mudah:

  1. Klik menu plugins.
  2. Klik add new.
  3. Ketik ManageWP Worker pada kolom keyword.
  4. Klik Install Now dan tunggu beberapa saat sampai proses instalasi selesai.
  5. Klik Activated.
Tampilan Plugin ManageWP

Tampilan Plugin ManageWP.

Langkah #3: Setelah proses instalasi selesai, klik Connection Management.

2_ backup_WordPress_manageWP_backup

Langkah #4: Kamu akan mendapatkan sebuah Connection Key. Salin dan simpan connection key yang kamu dapatkan di notepad. Connection Key ini akan kita pakai untuk menghubungkan (synchronize ) antara website induk manageWP dengan plugin manageWP yang telah kita pasang di WordPress.

3_ backup_WordPress_manageWP_backup

Code Connection Key untuk melakukan penyinkronan layanan manageWP.

Langkah #5: Pergi ke website manageWP untuk melanjutkan proses synchronize.

Silakan Login pada website resmi menageWP, yaitu https://managewp.com. Pada tahap ini ada dua jalur yang bisa kamu tempuh.

Pertama, Kamu sudah memiliki akun manageWP.

Jika kamu telah memiliki akun manageWP, silakan Log In dan lanjut ke langkah #8.

Kedua, Kamu belum memiliki akun manageWP.

Bagi kamu yang belum memiliki akun manageWP, saya akan membantu kamu untuk membuat akun di manageWP.com. Proses registrasi akun di manageWP ini gratis tanpa biaya.

Kamu hanya perlu melakukan Sign up free untuk membuat akun di sana. Setelah berhasil melakukan registrasi Sign Up, kamu akan mendapat email dari manageWP. Segera buka email kamu untuk mengatur password akun manageWP kamu.

Website resmi ManageWP.

Website resmi ManageWP.

Langkah #6: Lakukan pengisian Introduction.

Jika kamu belum pernah mendaftar di manageWP maka isi email aktif kamu, lalu isikan first name dan last name pada Introduction, setelah itu klik Next.

5_ backup_WordPress_manageWP_backup

Halaman introduction ManageWP 01

6_ backup_WordPress_manageWP_backup

Halaman introduction ManageWP 02

Langkah #7: Pada Add website, kamu bisa klik Skip to Dashboard untuk langsung ke dashboard.

Langkah #8: Lakukan penambahan website di dashboard manageWP untuk melakukan synchronize.

Pertama, klik tanda (+) yang berada pada pojok kiri atas dashboard, lalu klik Add Website.

Kedua, isikan nama website yang ingin kamu backup pada halaman pop up yang tersedia.

Ketiga, setelah semua form telah diisi dengan benar, klik Add Website.

Halaman add website manageWP.

Halaman add website manageWP.

Langkah #9: Setelah kamu melakukan klik Add Website pada langkah sebelumnya, maka kamu akan melihat halaman synchronize plugin manageWP. Klik Use connection key instead untuk menghubungkan website manageWP dengan plugin yang telah terinstall di website kita.

Tombol manageWP untuk memasukkan connection key..

Tombol manageWP untuk memasukkan connection key.

Catatan:

Pada saat menghubungkan plugin manageWP dengan website induk manageWP, kamu akan mendapatkan 2 pilihan, yaitu:

  1. Credentials WordPress – hal ini maksudnya, kamu bisa menggunakan credentials WordPress untuk menghubungkan website yang kita backup ke website induk manageWP. Credentials WordPress ini bisa kamu dapatkan melalui file wp-config.php.
  2. Connection Key – apabila kamu menggunakan connection key silahkan menggunakan salinan kode pada Langkah #4. Menurut saya cara ini lebih praktis dan lebih aman, karena kita tidak memberikan credentials WordPress kita ke pihak ketiga. Pihak ketiga yang bisa mengakses credensial WordPress, seperti manageWP, dia bisa melakukan CRUD (create, read, update, delete) pada WordPress kita. Nah, loh! Gimana tuh?

Untuk alasan keamanan Credentials WordPress, saya merekomendasikan untuk memakai connection key saja. Sampai di sini paham ya. Hhaha.

Langkah #10: Tempelkan kode “Connection Key” yang tadi telah disimpan, kemudian klik Add website.

Kolom untuk meletakkan code connection key manageWP.

Kolom untuk meletakkan code connection key manageWP.

Langkah #11: Setelah proses penyambungan selesai, klik Go to website dashboard.

Langkah #12: Perhatikan dashboard di sebelah kanan, kamu akan melihat kotak dengan nama Backups. Klik tombol Activate Backups.

Catatan:

Terdapat dua jenis package backup pada manageWP yaitu free dan premium.

Free Premium
Monthly backup schedule, fitur backup ini mengijinkan kamu untuk melakukan backup gratis dalam rentang waktu sebulan sekali. Apabila kamu ingin melakukan backup sebulan 2x atau backup luar waktu yang ditentukan, maka kamu akan dikenakan biaya tambahan. Daily Backup schedule, fitur backup premium ini mengijinkan kamu untuk melakukan backup kapanpun yang kamu mau. Setiap hari melakukan backup juga boleh. Hhaha. Tidak ada aturan dan batasan waktu backup WordPress.
Secure cloud storage, kamu mendapatkan layanan keamanan data pada cloud storage manageWP. Kamu dapat memilih tempat penyimpanan backup file WordPress kamu, misal di cloud storage manageWP, Dropbox, Google Drive, One Drive, dan S3.
Restore bisa dilakukan kapanpun tanpa dikenakan biaya tambahan. Bisa menggandakan dan memindahkan website dari server lama ke server baru.
Bisa download backup archive.
Terdapat template builder.

Langkah #13: Klik Activate pada sisi Free untuk masuk ke halaman backup settings.

Kenapa pilih Free? Ya, karena saya akan mencontohkan cara backup WordPress gratis menggunakan plugin manageWP.

Langkah #14: Klik Activate dan kamu nanti akan masuk ke halaman selanjutnya.

Langkah #15: Klik View Backups pada kotak Backups di sebelah kanan untuk menuju pengaturan backup dan restore.

Halaman pengaturan backup dan restore.

Halaman pengaturan backup dan restore.

Langkah #16: Setelah masuk ke halaman pengaturan, kamu dapat melakukan proses backup WordPress untuk pertama kalinya. Kamu dapat melakukan backup otomatis dengan mengeklik backup now.

Catatan:

Setelah kamu mengeklik backup now, maka hak kamu melakukan backup monthly sudah terpakai. Sehingga kamu harus menunggu satu bulan lagi untuk bisa melakukan backup WordPress. Apabila kamu ingin backup sebelum masa tunggu satu bulan, maka kamu akan mendapatkan pemberitahuan charge (tagihan) tambahan untuk setiap proses backup.

Langkah #17: Setelah proses backup manageWP selesai, periksa bagian tanggal. Apakah pada tanggal tersebut sudah ditandai apa belum.

Biasanya nih ya, apabila kamu sudah sukses melakukan backup, maka akan muncul tanggal yang ditandai. Hal ini menunjukkan bahwa pada tanggal itu kamu sudah sukses melakukan backup WordPress.

Namun, kadang kamu tidak menemukan tanda tersebut.

Tenang, jangan panik.

Silahkan refresh browser kamu. Kadang terjadi cache pada browser, sehingga tidak memunculkan perubahan pada halaman backups.

Cara Restore WordPress Menggunakan Plugin ManageWP

Langkah #1: Kamu harus login terlebih dahulu ke halaman admin WordPress kamu.

Pastikan plugins manageWP sudah terpasang dengan benar. Oh..iya. Kamu juga perlu mengambil Connection Key seperti pada langkah 1-4 seperti pada tutorial cara backup WordPress menggunakan plugin manageWP.

Langkah #2: Apabila kamu sudah mempunyai backup pada website induk manageWP, maka kamu harus login ke website manageWP untuk bisa mengakses file tersebut.

Setelah login, masuk ke halaman dashboard, lalu klik Reconnect website.

Halaman dashboard manage WP untuk melakukan restore.

Halaman dashboard manage WP untuk melakukan restore.

Langkah #3: Klik Use connection key instead untuk menyambungkan website induk manageWP dengan plugin manageWP yang sudah terinstall pada WordPress tempat kamu ingin melakukan restore file.

Langkah #4: Setelah terhubung, klik View Backups untuk masuk ke halaman backup / restore.

Langkah #5: Klik tanggal yang berwarna hijau.

Pada tanggal berwarna hijau terdapat file backup dari WordPress kita.

Langkah #6: Klik Restore backup untuk lanjut ke pengaturan data apa aja yang akan di restore.

Halaman pengaturan data restore manageWP.

Halaman pengaturan data restore manageWP.

Langkah #7: Klik Restore.

Catatan:

Apabila kamu ingin restore semua file WordPress, maka kamu hanya perlu klik Restore. Namun apabila kamu ingin memilah data apa aja yang akan di restore, kamu perlu memilih pada dropdown Exclude content.

Langkah #8: Tunggu sampai proses restore selesai.

Langkah #9: Setelah proses restore manageWP selesai, kamu akan mendapatkan notifikasi seperti di bawah ini.

Notifikasi website restored successfully

Notifikasi “website restored successfully”

Catatan:

Segera pergi ke dashboard WordPress kamu untuk melihat data apa saja yang telah berhasil di restore. Selamat, kamu telah berhasil melakukan restore WordPress.

2. Cara Backup WordPress Menggunakan Plugin UpdraftPlus

Langkah #1: Login ke dashboard admin WordPress kamu.

Langkah #2: Install plugin backup WordPress UpdraftPlus.

Kamu dapat mendownload plugin ini melalui library plugin WordPress. Caranya sangat mudah kok:

  1. Klik menu plugins.
  2. Klik add new.
  3. Ketik UpdraftPluss pada kolom keyword.
  4. Pilih dan klik Install Now pada plugin UpdraftPlus WordPress Backup Plugin. Tunggu beberapa menit sampai proses instalasi selesai.
  5. Klik Activated.
Tampilan Plugin UpdraftPlus

Tampilan Plugin UpdraftPlus

Langkah #3: Setelah kamu selesai menginstall dan mengaktifkan plugin UpdraftPlus. Klik settings untuk masuk ke fungsi backup / restore.

Langkah #4: Klik menu Settings pada halaman admin panel untuk mengatur tempat penyimpanan cloud storage yang ingin digunakan. Setelah itu scroll ke bawah dan pilih salah satu tempat penyimpanan file backup yang kamu sukai.

Menu setting untuk pengaturan plugin UpdraftPlus.

Menu setting untuk pengaturan plugin UpdraftPlus.

Halaman pemilihan lokasi penyimpanan file backup.

Halaman pemilihan lokasi penyimpanan file backup.

Catatan:

Ada 16 pilihan tempat penyimpanan file backup yang disediakan oleh plugin UpdraftPlus.

  1. UpdraftPlus Vault.
  2. Amazon S3.
  3. Rackspaces Cloud Files.
  4. Google Drive.
  5. Microsoft OneDrive.
  6. Microsoft Azure.
  7. SFTP/SCP.
  8. Google Cloud.
  9. S3-Compatible (Generic).
  10. Open Stack (Swift).

Pilih saja, salah satu yang kamu suka.

Kalau saya sih sukanya google drive. Hhihihihi.

Langkah #5: Scroll ke bawah, lihat pada bagian email. Centang pada kotak Check this box to have a basic report, dan klik Save Changes.

Kotak pengisian email aktif pada dashboard UpdraftPlus.

Kotak pengisian email aktif pada dashboard UpdraftPlus.

Catatan:

Email yang digunakan adalah email yang kita cantumkan pada identitas WordPress kita. Email ini berfungsi sebagai credentials untuk login ke platform penyimpanan backup file yang telah kamu pilih.

Karena saya menyukai google drive. Maka, saya akan mencontohkan tutorial dengan menggunakan platform penyimpanan Google Drive.

Apabila setelah klik save changes, muncul pesan seperti di bawah ini, silahkan di klik saja untuk memberikan izin kepada plugin untuk mengakses cloud storage yang sudah kamu pilih pada panel Settings. Saya ulangi sekali lagi, saya menggunakan Google Drive sebagai tempat penyimpanan file backup WordPress saya.

Langkah #6: Lakukan pengaturan penyimpanan.

Pada tahap ini, kamu akan arahkan ke platform cloud storage yang sudah kamu pilih tadi. Kamu akan melihat halaman permintaan akses berkas tempat penyimpanan yang kamu pilih.

Baca dengan teliti, karena jika kamu menyetujui berkas ini maka plugin UpdraftPlus dapat menambah, mengurangi dan memperbaharui berkas backup pada cloud storage kamu. Setelah plugin dan lokasi penyimpanan telah terhubung, klik Complete Setup untuk menyelesaikan pengaturan penyimpanan.

Halaman permintaan akses berkas tempat penyimpanan updraftPlus.

Halaman permintaan akses berkas tempat penyimpanan updraftPlus.

Langkah #7: Kembali ke panel Backup/Restore dan klik Backup Now.

Dashboard backup UpdraftPlus.

Dashboard backup UpdraftPlus.

Langkah #8: Kamu akan mendapatkan pesan yang isinya perintah untuk mengatur data apa aja yang akan di backup. Apabila kamu ingin semua file di backup maka tinggal klik Backup Now.

Langkah #9: Tunggu sampai proses backup plugin UpdraftPlus selesai.

Apabila proses backup sudah selesai, selanjutnya cari file backup yang telah dibuat. Kamu hanya perlu scroll kebawah sampai menemukan menu existing backups. Di sana kamu akan melihat file backups yang telah kamu buat dan catatan waktu backups.

Hasil tampilan apabila proses backup database telah berhasil.

Hasil tampilan apabila proses backup database telah berhasil.

Proses backup website WordPress menggunakan UpdraftPlus telah selesai. Selamat ya!

Sudah nih? Kok mudah banget ya?

Trus, cara restore file backupnya gimana?

  • Pertama, kamu pilih file backup yang ingin kamu gunakan sebagai file restore kolom backup
  • Kedua, klik tombol restore pada kolom actions.
  • Ketiga, tunggu sampai proses restore file selesai.
  • Keempat, periksa perubahan yang terjadi.
  • Kelima, proses restore file backup menggunakan plugin UpdraftPlus telah berhasil. Selamat.

3. Cara Backup WordPress Menggunakan Plugin VaultPress

Saya sangat menyukai plugin backup WordPress VaultPress ini. Plugin ini menjadi solusi praktis dan handal dalam melakukan backup database WordPress. Beberapa kelebihan plugin VaultPress dari pada plugin VaultPress, yaitu:

  1. VaultPress menyediakan pencadangan file (backups) real-time.
  2. VaultPress terhubung dengan Jetpack.
  3. Dapat Melakukan Backup harian otomatis dengan penyimpanan tidak terbatas.
  4. Kita dapat melakukan backup, migrasi dan restore hanya dengan satu klik.
  5. Memiliki fitur canggih seperti image CDN, lazy load, dll.

Dulu plugin ini memiliki versi gratis (free), namun saat ini kita harus membayar beberapa dollar untuk bisa menggunakan plugin VaultPress.

Apakah bayarnya mahal?

Oh..tentu tidak!

VaultPress memberikan 2 jenis paket langganan, yaitu personal dan business.

  1. Untuk paket personal kamu hanya perlu membayar $39 per tahun. Jika kamu konversi biaya per bulan, kamu hanya perlu membayar $3,25 per bulan.
  2. Untuk paket business kamu hanya perlu membayar $99 per tahun. Jika kamu konversi menjadi biaya bulanan, kamu hanya perlu membayar $8,25 per bulan.
Plugin backup wordpress premium vaultpress

Plugin backup WordPress premium VaultPress.

Paket langganan plugin VaultPress ini sudah sepaket dengan plugin Jetpack. Jadi, harga tersebut sudah termasuk biaya untuk mendapatkan dua jenis plugin. Mantep tah? Buruan deh, dibeli!

Tutorial untuk cara menggunakan plugin VaultPress akan segera saya lengkapi pada update artikel berikutnya. Bagi kamu yang tidak sabar menunggu, kamu dapat mengikuti tutorial cara menggunakan plugin VaultPress melalui panduan versi bahasa inggris ini.

9 Hal Penting yang Perlu Kamu Perhatikan Tentang Keamanan WordPress

Dilansir dari WPBeginner, pihak keamanan Google telah memblacklist kurang lebih 20,000 website yang telah terinfeksi malware dan 50,000an website “phising” setiap minggunya. Data ini membuktikan bahwa saat ini kamu harus lebih memperhatikan sistem keamanan website kamu.

Website bisnis yang terblokir dari mesin pencari akan kehilangan organic visitor dari mesin pencari. Hal ini akan menyebabkan omset bisnis menurun drastis. Kamu tidak mau kan itu terjadi pada bisnis kamu? Di sini saya akan menyampaikan beberapa hal penting terkait keamanan WordPress yang perlu kamu pelajari:

1. Pastikan WordPress yang Kamu Pakai Selalu Up-to-date

Perangkat CMS WordPress, Plugin dan Tema yang out of date dan tidak mengikuti pembaharuan selalu memunculkan celah keamanan (bug) pada sistem. Bug pada sistem WordPress sering dimanfaatkan para peretas website untuk mencuri data, memasang file malicious, dan mengambil alih sistem kontrol website.

Kamu harus selalu mengikuti perkembangan teknologi plugin, tema dan WordPress kamu untuk mengurangi resiko bug pada sistem WordPress. Jadi, keep learning and stay tune!

2. Pastikan Kamu Memasang User Permission dan Password yang Kuat

Umumnya, para peretas WordPress berupaya mencuri password dari admin website. Jika password admin kamu mudah ditebak, maka peretas website akan mudah untuk mengambil alih website kamu.

Solusi untuk kasus ini adalah dengan membuat user permission pada setiap direktori file server dan membuat password yang kuat (strong password). Strong Password digunakan bukan hanya pada login wp-admin saja, namun juga pada akses file-file penting, seperti:

  1. Akses Akun FTP.
  2. Akses database.
  3. Akses Akun Hosting WordPress.
  4. Akses untuk Login custom email addresses yang menggunakan nama domain.

Para pemula sering mengabaikan hal ini, karena strong password sulit untuk diingat. Untuk mengatasi hal tersebut, pakai saja layanan password manager. Saya menggunakan layanan Last Password untuk membantu saya menyimpan strong password yang saya buat.

Layanan ini memiliki teknologi enkripsi password yang canggih, terpercaya dan mudah dipakai. Cobain deh, sekali coba kamu pasti akan langsung jatuh hati.

3. Pilihlah Web Hosting yang Memiliki Sistem Keamanan Web Server yang Bagus

Web hosting yang memiliki keamanan Web Application Firewall (WAP) bagus akan membantu website kita terlindungi dari serangan DDOS, peretas website dan upaya brute force. Jangan terlalu tergiur dengan layanan web hosting murah, pastikan kamu memilih web hosting yang aman dan terpercaya.

4. Lindungilah Login Admin WordPress Kamu

Link login untuk WordPress secara default adalah namadomain.com/wp-admin. Link ini sudah diketahui banyak orang. Kamu perlu meningkatkan sistem keamanannya untuk menghambat pergerakan peretas website dalam mengambil alih website kamu.

Beberapa cara untuk meningkatkan perlindungan link login admin WordPress:

Tahap #1: Pasanglah plugin keamanan WordPress, seperti iThemes, Sucuri Security, WordFence Security. Secara default plugin ini sudah sangat ampuh dalam meningkatkan sistem keamanan WordPress kamu. Namun, kamu harus tetap memantau aktivitas mencurigakan terkait upaya login admin WordPress kamu. Jika terjadi serangan yang terlalu brutal, segera lanjut ke tahap selanjutnya.

Tahap #2: Membuat custom link untuk login admin WordPress.

Tahap #3: Tambahkan fitur “Password Protect WordPress Admin and Login Page”.

Tahap #4: Tambahkan sistem keamanan “Two Factor Authentication”.

Tahap #5: Pasang security question dan captcha di halaman login WordPress.

CATATAN: Tahap 2-5 adalah tahap penambahan keamanan berlapis untuk menjaga halaman login WordPress.

5. Jangan Pernah Menggunakan Username dan Password “Admin”

Pengguna WordPress pemula masih sangat sering menggunakan username dan password dengan kata “Admin“. Entah hanya buat seru-seruan, ataukah biar terlihat keren.

Saya ingatkan ya, username dan password “Admin“ itu sudah diketahui banyak orang. Jadi, sangat mudah sekali ditebak. Segera ganti dengan username dan password kamu mengikuti kaidah strong password:

  1. Minimal menggunakan 8 karakter.
  2. Menggunakan kata-kata unik yang sulit untuk ditebak.
  3. Terdiri dari kombinasi huruf kapital, huruf biasa, angka, & spesial karakter.

6. Lakukan Pemindaian WordPress untuk Menemukan Malware, Virus dan file Malicious.

Biarpun WordPress sudah menjamin bahwa perangkat lunaknya telah bebas dari malware, tapi seiring berjalannya waktu, kita tidak akan tahu kapan website kita berhasil diretas oleh hacker dan kapan website kita telah ditanami malware.

Jika kamu memiliki uang lebih, belilah layanan pemindai website (WordPress Scanner). Pemindaian WordPress secara berkala akan membuat website kamu selalu sehat dan aman dari malware, virus dan file malicious.

7. Hapus Plugin yang Tidak Terpakai

Plugin yang tidak kita pakai, sering kita abaikan. Bahkan sampai lupa kita update. Tahukah kamu, plugin yang tidak terpakai dan tidak terupdate dimanfaatkan para peretas website untuk menjadi jalan masuk ke server website kamu?

Plugin yang tidak di update oleh developer, pasti memunculkan error pada sistem WordPress. Error ini dimanfaatkan peretas website sebagai bug sistem untuk “cyber attack”. Jadi, delete aja, plugin-plugin yang tidak terpakai. Okay, paham ya sekarang? Hhehe.

8. Hanya Pakai Theme, Plugin, dan Script WordPress dari Web Developer yang Terpercaya

Kamu mungkin tergiur untuk menggunakan tema, plugin, dan script nulled/bajakan/oprekan. Harga dipasaran relatif murah dan mungkin tersebar gratis di internet, namun kamu perlu berhati-hati.

Banyak peretas website memanfaatkan kelengahan admin dengan iming-iming tools WordPress gratis. Mereka yang menyebarkan file mahal secara gratis, biasanya mempunyai maksud tersembunyi. Misal, dia mendistribusikan file malware, virus backdoor, phising attact ataupun file malicious yang tidak kita ketahui.

Tetaplah menggunakan file resmi dari developer yang sudah terpercaya dan terakreditasi. Biarpun harganya mahal, namun website bisnis kamu dan data digital kamu akan aman dari file berbahaya.

9. Selalu Rutin Lakukan Backup WordPress

Setelah kamu mempelajari banyak hal terkait kasus kehilangan data digital, cara backup WordPress, tips keamanan WordPress. Kamu harus take actions dan mempraktikkan hal tersebut.

Salah satunya adalah rutin melakukan backup WordPress. Bagi kamu yang masih pemula dan belum bisa menentukan aturan penjadwalan backup WordPress sesuai kebutuhan kamu, saya akan memberikan sedikit tips:

  1. Jika kamu sering mengunggah, memperbarui, atau mengubah tema atau plugin WordPress setidaknya seminggu sekali, maka kamu harus membuat backup WordPress lengkap sebulan 2x.
  2. Jika kamu tidak sering mengunggah, memperbarui, atau mengubah tema atau plugin WordPress, maka kamu harus membuat backup WordPress lengkap sebulan sekali.
  3. Jika website kamu menjadi layanan service live project seperti Gitlab dan Github, kamu harus melakukan backup otomatis setiap hari.

Sebenarnya tidak ada patokan resmi kapan harus melakukan backup database, sesuaikan saja dengan kebutuhan website bisnis kamu.

Kesimpulan

Cara backup WordPress menggunakan plugin merupakan cara yang mudah, praktis dan efisien. Backup database dapat mencegah kerusakan/kehilangan database, penyebaran file virus/malware/file malicious dan memudahkan webmaster dalam melakukan migrasi WordPress.

Kamu dapat menggunakan plugin gratis (free) maupun plugin berbayar (premium) untuk membantu kamu melakukan backup WordPress. Ada tiga plugin backup WordPress yang layak untuk kamu coba. Mereka adalah plugin manageWP, UpdraftPluss dan VaultPress. Ketiganya mudah dioperasikan dan memiliki fitur yang lengkap.

Jadi, plugin mana dulu yang ingin kamu coba lebih dulu? Tinggalkan komentar pengalaman kamu setelah menggunakan plugin backup WordPress tersebut. Mari berbagi pengetahuan dengan saling menuliskan pengalaman menarik dalam menggunakan plugin backup WordPress.

Gabung Telegram

Ada banyak insight singkat-menarik yang ditulis di channel Telegram, tapi ngga ada di blog ini karena emang khusus buat catatan-catatan yang singkat-padat-jelas. Gabung sekarang.

Pelajaran Lainnya
Cara Membuat Halaman Contact Us
Hal Krusial Yang Harus Diperhatikan Saat Ganti Theme WordPress

Yakin Ngga Mau Komen?