Cara Membuat Sitemap

Artikel ini membahas secara lengkap tentang cara membuat sitemap di WordPress.

Apa yang akan kamu pelajari?

  • Pertama, pengertian dan fungsi sitemap bagi website.
  • Kedua, perbedaan XML sitemap dan HTML sitemap.
  • Ketiga, cara membuat XML sitemap dan HTML sitemap di website berbasis WordPress.
  • Terakhir, trik rahasia mempercepat indeks Google dengan sitemap.

Tutorial ini sangat cocok bagi blogger pemula dan tingkat menengah yang ingin mengetahui ilmu rahasia pengaplikasian sitemap. Penasaran? Let’s dive in!

Apa itu Sitemap?

Jika kamu bertanya, apa itu sitemap? Jawaban sederhananya, sitemap adalah peta situs. Jawaban panjangnya, sitemap adalah halaman yang berisi daftar URL dari sebuah website. Peta situs terdiri dari 2 jenis, yaitu XML sitemap dan HTML sitemap.

XML sitemap adalah file dengan ekstensi .xml yang memuat informasi URL tentang posts, pages, images, hingga video. File xml ini nantinya akan didaftarkan ke Google Search Console (GSC) atau Bing Webmaster Tools (BWT). Tujuannya adalah untuk keperluan pengindeksan mesin pencari.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar XML sitemap di bawah ini:

Cara membuat XML sitemap
Contoh peta situs dalam bentuk XML sitemap.

Itu adalah contoh XML sitemap dari vatih.com. Bagus, bukan?

Tersusun rapi dan terstruktur.

Kamu juga dapat membuat XML sitemap seperti tampilan tersebut. Kamu tinggal download plugin Yoast SEO dan aktifkan fitur sitemap. Nanti, secara otomatis, plugin Yoast SEO akan membuat XML sitemap dari konten websitemu.

Bingung? Kamu belum pernah pakai plugin Yoast? Tenang, di pembahasan berikutnya, saya akan mengajarkan kepada kamu cara membuat XML sitemap dengan cepat memakai plugin Yoast SEO. Jadi, baca sampai selesai ya.

Yuk, lanjut dulu ke pembahasan HTML sitemap.

HTML Si

HTML sitemap adalah halaman yang berisi daftar posts dan pages dari sebuah website. Kamu bisa menyebut HTML sitemap sebagai daftar isi layaknya sebuah buku. Karena dengan adanya HTML sitemap, pengunjung dapat melihat dari A-Z artikel yang sudah terbit di sebuah website.

Biasanya tampilan HTML sitemap lebih cantik dan terstruktur dari pada XML sitemap. Hal ini dikarenakan, HTML sitemap ditujukan untuk pengguna website, bukan Googlebot. Jadi, tampilan UI/UX perlu dipertimbangakan.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh HTML sitemap di bawah ini:

Cara membuat HTML sitemap
Contoh peta situs dalam bentuk HTML sitemap.

Itu adalah contoh HTML sitemap dari crunchbase.com. Sangat rapi ya? Mirip seperti daftar isi di sebuah buku.

Coba bayangkan kalau kamu memiliki website dengan ribuan artikel. Jika kamu tidak memiliki peta situs, pengunjung akan kesulitan menemukan artikel series yang telah kamu tulis. Dengan adanya peta situs, kamu dapat melakukan manajemen konten website dengan lebih baik.

Oh, jadi begitu! Saya mulai paham.

Jadi, XML sitemap itu peta situs untuk mesin pencari ya? Dan HTML sitemap itu peta situs untuk visitor ya? Benar begitu, bukan?

Betul! Iya seperti itu. Kamu hebat! Hehe.

Sampai di sini paham ya?

Mungkin kamu bertanya, apa manfaat dari memiliki peta situs di website?

Pada pembahasan selanjutnya, saya akan menjawab semua rasa penasaranmu itu. Yuk, lanjut.

5 Manfaat Sitemap Untuk Website

Saya menganjurkan setiap website yang memiliki banyak artikel untuk memiliki peta situs. Karena dengan adanya peta situs kamu akan mendapatkan banyak manfaat. Berikut ini 7 manfaat sitemap untuk website:

1. Mempercepat Proses Crawling dan Indexing Googlebot

Googlebot memiliki 3 perilaku dasar saat melakukan perambatan di sebuah website, yaitu: crawling, indexing, ranking.

  • Crawling adalah aktivitas untuk menelusuri semua link yang ada di dalam website. Semakin bagus struktur internal link, semakin cepat dan mudah bagi Googlebot melakukan proses crawling.
  • Indexing adalah aktivitas pengarsipan dokumen dari website ke perpustakaan big data Google. Setelah konten di index oleh Googlebot, algoritma Google akan menilai seberapa bermanfaat informasi tersebut. Dan menentukan posisi penampilan konten di halaman mesin pencari. Proses ini berjalan lambat sesuai dengan jatah crawl budget masing-masing website.
  • Ranking adalah proses mengurutkan peringkat semua konten lama dan baru yang ada di database Google berdasarkan value dan relevansi. Proses ini berjalan sebelum konten disajikan kepada pengguna Google. Saat ini, ada 200 ranking faktor yang dipakai algoritma Google dalam mengurutkan peringkat konten. Dengan adanya algoritma ini, visitor akan mendapatkan informasi yang sangat bernilai dan relevan dengan apa yang dia cari.

Lalu, apa hubungan peta situs dengan proses crawling, indexing dan ranking? Hubungannya baik-baik saja. Hehe. Just kidding!

Okay, saya akan mulai masuk ke bahasan penting. Tolong diperhatikan.

Saya ibaratkan Googlebot adalah guru pengawas yang mengabsen kehadiran siswa. Dia masuk ke dalam kelas yang berisi 40 anak. Tanpa peta situs, Googlebot akan mengabsen satu per satu siswa yang ada di dalam kelas. Ini pasti memakan waktu lama dan ribet.

Dengan adanya peta situs, proses ini jauh lebih mudah dan cepat. Guru kelas sudah membuat daftar hadir dan melakukan pengecekan kepada semua murid. Hasil laporan tersebut di arsip pada satu lembar laporan khusus (sitemap). Dan saat Googlebot datang, guru kelas tinggal menyerahkan laporan (sitemap) yang sudah dia kelola. Jadi, Googlebot akan lebih mudah melakukan absensi.

Dengan demikian, sitemap mampu mempercepat proses Googlebot dalam melakukan crawling dan indexing. Dengan catatan, kamu sudah mendaftarkan peta situs website ke Google Search Console.

2. Memudahkan Visitor dalam Menemukan Konten di Website

Peta situs dapat mempermudah kamu untuk mengelompokkan konten berdasarkan kronologi & kategori dalam bentuk daftar yang mudah dibaca. Pengurutan konten bisa secara abjad atau waktu publish. Dengan begitu, visitor dapat mencari artikel series dan artikel lama dengan mudah.

Kalau sebuah website memiliki peta situs, kamu dapat lebih mudah menemukan konten.

  • Pertama, cari konten yang relevan melalui kolom pencarian yang tersedia di website.
  • Kedua, buka konten dan cermati internal link yang terdapat di dalam konten tersebut.
  • Ketiga, apabila internal link tidak bagus, segera cari halaman peta situs untuk menemukan konten seriesnya.

Peta situs berisi daftar yang bisa kamu baca dan mengerti dengan cepat. Jadi, dari pada kamu pusing muter-muter tidak jelas di dalam website, lebih baik memanfaatkan daftar isi website tersebut, bukan? Itulah pentingnya peta situs bagi pengguna.

3. Meningkatkan Visibility dan Findability Website

Peta situs mampu meningkatkan visibility website di mata search engine dan visitor. Apa itu visibility dan findability? Visibility dan findability adalah kemudahan search engine dalam menemukan konten dari website milikmu. Bukan hanya menemukan website, lho!

Tapi juga menemukan update konten terbaru, perubahan arsitektur website hingga perbaikan teknis website. Tanpa sitemap, perubahan minor dan mayor pada websitemu akan sangat lama terdeteksi oleh Googlebot.

Bagaimana visibility dan findability dimata visitor? Visitor akan lebih mudah menemukan konten series yang ada di website milikmu. Melalui peta situs, visitor bisa tahu kalau website kamu memiliki koleksi artikel yang sangat lengkap. Jadi, dia akan selalu balik mengunjungi websitemu, lagi dan lagi.

4. Membuat Website Lebih Dicintai Google

Google memiliki visi untuk mengorganisir seluruh informasi di dunia, setelah itu, Google akan membuatnya mudah diakses dan bermanfaat. Nah, Google sangat menyukai website yang memiliki sitemap, internal link yang terstruktur dan arsitektur yang rapi.

Setiap website yang telah selaras dengan visi Google akan lebih dicintai oleh Googlebot. Dia akan mendapatkan perlakukan istimewa. Misalnya, semua konten akan mendapatkan ranking bagus di halaman pencarian Google, contohnya seperti backlinko.com.

Karena praktik membuat peta situs itu penting di mata Google, dia memberikan halaman khusus untuk submit sitemap di Google Search Console. Fitur khusus itu membuktikan bahwa Google sangat menyukai praktik pembuatan peta situs. Sampai sini jelas ya? Okay, yuk lanjut.

5. Meningkatkan Interaksi Website dengan Mesin Pencari

Sitemap dapat meningkatkan interaksi antara website dengan mesin pencari. Contohnya begini, kamu baru saja melakukan perbaikan, pembaharuan, atau menghapus komponen website. Semua perubahan tersebut akan masuk ke halaman peta situs.

Apabila Googlebot yang melakukan perambatan melalui link sitemap Google Search Console menemukan perubahan, dia akan segera melakukan update. Interaksi ini akan membuat website kamu selalu fresh. Jadi, cache file lama akan terganti file baru dengan cepat.

Ada beberapa macam interaksi website dan Googlebot melalui sitemap:

  • Pertama, crawling harian.
  • Kedua, pemanggilan Googlebot (ping) saat ada perubahan (pembaharuan/perbaikan) pada laman situs.
  • Ketiga, memberitahukan halaman yang boleh diindeks dan tidak boleh diindeks kepada Googlebot.
  • Terakhir, memberikan notifikasi prioritas halaman yang perlu dicrawling dan diindeks.

Intinya, sitemap itu sangat bermanfaat untuk website. Jadi, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, kamu sebaiknya memasang peta situs sekarang juga.

Mungkin kamu bingung, saya harus memasang XML sitemap, HTML sitemap atau keduanya? Sebentar lagi, kamu akan mendapatkan jawaban lengkapnya. Lanjut dulu ya!

Perbedaan XML Sitemap dan HTML Sitemap

Di awal pembahasan, saya sudah menjelaskan pengertian dari XML sitemap dan HTML sitemap. Dan kamu sudah paham bahwa kedua peta situs itu memiliki fungsi yang berbeda. Sebelum memutuskan untuk memakai XML sitemap atau HTML sitemap, saya akan menjelaskan perbedaan keduanya secara lebih detail.

Perhatikan tabel perbedaan XML sitemap dan HTML sitemap di bawah ini:

XML Sitemap HTML Sitemap
1. XML sitemap dibuat khusus untuk memudahkan robot dari mesin pencari (Googlebot) untuk melakukan crawling dan indexing konten. 1. HTML sitemap dibuat untuk memudahkan visitor dalam menemukan konten bermanfaat di website.
2. XML sitemap memiliki ekstensi file .xml. 2. HTML sitemap berupa halaman website dengan ekstensi .html.
3. Tampilan XML sitemap sangat simple dan membosankan bagi visitor. Akan tetapi, sangat informatif bagi Googlebot. Jadi, user experiencenya tidak bagus. 3. HTML sitemap memiliki tampilan yang cantik dari segi pemilihan warna, tipografi, hingga tata letaknya bagus. Dan kamu dapat mengeditnya dengan melakukan custom CSS. Jadi, user experiencenya bagus.
4. File berada di root server website. 4. File berada di folder content website.
5. Semua website wajib memiliki XML sitemap. 5. Tidak semua website harus memiliki HTML sitemap. Hanya website yang butuh manajemen konten yang lebih baik saja, yang butuh HTML sitemap.

Sekarang kamu lebih paham perbedaan XML sitemap dan HTML sitemap, bukan? Intinya, tidak semua jenis website perlu membuat HTML sitemap. Tapi, semua website yang ingin mendapatkan pengunjung dari search engine wajib memiliki XML sitemap.

Tunggu, tunggu dulu, saya belum selesai. Pada chapter berikutnya, saya akan berbagi teknik membuat sitemap dan cara optimasinya. Lanjut yuk!

Cara Membuat Sitemap di Website Berbasis WordPress

Pada chapter ini, saya akan membahas cara membuat XML sitemap pada website berbasis WordPress. Sebelum memulai, saya ingin tanya terlebih dahulu, saat ini kamu menggunakan WordPress versi berapa?

Karena sejak WordPress merilis versi v5.5 (Gutenberg), WordPress sudah menyediakan fitur built-in xml sitemap. Jadi, kamu tidak perlu lagi plugin tambahan untuk membuat peta situs.

Karena saat kamu menginstall WordPress, XML sitemap langsung terbentuk secara otomatis. Kamu dapat mengeceknya dengan menambahkan /wp-sitemap.xml/ setelah nama domain.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar built-in xml sitemap WordPress 5.5.3 di bawah ini:

Cara membuat XML sitemap dengan WordPRess 5.5
Hasil XML sitemap otomatis dari WordPress 5.5.3.

Tampilan tersebut adalah hasil uji coba dengan WordPress 5.5.3. Ya, hanya tinggal install WordPress saja dan Boom! XML sitemap sudah terbentuk. Jadi, ini solusi untuk kamu yang sedang mencari cara membuat sitemap tanpa plugin.

Menurut saya XML sitemap ini sangat minimalis dan simple. Tapi, itu sudah cukup untuk keperluan submit xml sitemap di Google Search Console. Silakan dicoba sendiri ya! Hehe.

Catatan: Saat saya melakukan percobaan ini, saya belum menginstall plugin xml sitemap ataupun Yoast SEO. Kalau mengaktifkan peta situ dari plugin, kemungkinan fitur XML sitemap WordPress tidak aktif (auto-disable).

Cara Membuat XML Sitemap dengan Plugin Yoast SEO

Mungkin kamu merasa peta situs dari bawaan WordPress 5.5.3 terlalu simple. Sebagai gantinya, saya merekomendasikan untuk menggunakan fitur peta situs dari plugin Yoast SEO. Kenapa saya merekomendasikan fitur peta situs dari plugin Yoast SEO?

  • Pertama, proses instalasinya mudah dan cepat.
  • Kedua, memiliki fitur untuk auto turn-off built-in xml sitemap bawaan WordPress 5.5. Jadi, kamu tidak memiliki dua sitemap yang sama dalam satu website.
  • Ketiga, sitemap bawaan WordPress memiliki fitur basic. Sedangkan sitemap plugin Yoast sudah memiliki fitur yang advance. Misalnya: sitemap WordPress masih memasukkan URL yang kamu tandai sebagai no-index ke dalam peta situsnya. Sedangkan sitemap Yoast sudah bisa memfilternya.

Jadi, jika kamu ingin sitemap yang powerfull, fitur sitemap Yoast SEO jawabannya.

Tertarik untuk mencoba fitur sitemap Yoast SEO? Berikut ini tutorial lengkap cara membuat sitemap dengan plugin Yoast SEO.

Langkah 1: Login ke dashboard admin dari website WordPress milikmu.

Cara membuat XML sitemap dengan Yoast SEO 01

Catatan:

  1. URL login: https://namadomain.com/wp-admin/
  2. Selanjutnya, kamu tinggal masukan Username dan Password dari akun milikmu.
  3. Setelah itu, klik Log In.

Langkah 2: Setelah kamu berhasil masuk ke dashboard admin, segera cari dan klik menu Plugins dan pilih Add New.

Cara membuat XML sitemap dengan Yoast SEO 02

Langkah 3: Ketikan “Yoast SEO” pada kolom pencarian plugin. Selanjutnya, cari plugin dengan nama Yoast SEO dan klik Install Now.

Cara menginstall plugin Yoast SEO
Plugin Yoast SEO

Catatan:

Tunggu beberapa detik sampai proses instalasi selesai. Setelah tombol Install Now berubah menjadi Activate, klik Activate. Fungsi Activate adalah untuk mengaktifkan plugin Yoast SEO yang sudah berhasil diinstall.

Langkah 4: Setelah proses aktivasi plugin Yoast SEO selesai, kamu akan diarahkan ke halaman Installed Plugins. Segera scroll ke bawah dan temukan plugin dengan nama Yoast SEO. Setelah itu, klik Settings.

Langkah 5: Setelah masuk ke halaman Settings Yoast SEO, klik menu Features. Selanjutnya, cari dan aktifkan fitur dengan nama XML sitemaps. Fitur XML sitemaps aktif saat tombol On berwarna ungu.

Cara mengaktifkan fitur sitemap di plugin Yoast
Halaman aktivasi XML sitemaps di plugin Yoast SEO.

Catatan:

  1. Setelah kamu mengaktifkan fitur XML sitemaps dari plugin Yoast SEO, XML sitemap bawaan WordPress akan secara otomatis dinonaktifkan.
  2. Untuk melihat file sitemap baru hasil generate dari plugin Yoast SEO, kamu dapat klik See the XML sitemaps. Atau bisa juga kamu ketikan URL ini di browser: https://namadomain.com/sitemap_index.xml. Ganti nama domain dengan domain milikmu.

Langkah 6: Jika kamu berhasil membuat XML sitemap dengan fitur XML sitemaps Yoast SEO, kamu akan melihat tampilan halaman sitemap seperti gambar di bawah ini.

Hasil generate ZML sitemap dari plugin Yoast SEO
Hasil pembuatan XML sitemap dengan plugin Yoast SEO.

Langkah 7: Selamat kamu telah berhasil membuat XML sitemap. Selesai.

Apakah kamu suka dengan plugin Yoast SEO? Ingin mengoptimasi fitur plugin Yoast SEO agar makin powerfull? Baca artikel saya tentang cara setting Yoast SEO super lengkap di sini. Dijamin, website kamu makin SEO friendly.

Cara Submit Sitemap ke Google Search Console

Setelah website kamu memiliki XML sitemap, kamu perlu mendaftarkannya ke Google Search Console (GSC). Bagi kamu yang belum pernah memakai Google Search Console, silakan ikuti tutorial di bawah ini:

Langkah 1: Buka halaman Google Search Console.

Cara submit XML sitemap ke Google Search Console 01
Halaman Welcome to Google Search Console.

Catatan:

  • Pertama, klik link pendaftaran Google Search Console ini: https://search.google.com/search-console/welcome.
  • Kedua, silakan login menggunakan akun Gmail milikmu. Caranya mudah, tinggal masukkan Email, lalu, klik Next. Selanjutnya, masukkan Password, lalu, klik Next. Nanti, kamu akan sampai pada halaman Welcome to Google Search Console.
  • Ketiga, kolom Domain untuk mendaftarkan XML sitemap dari all subdomain. Hanya menerima verifikasi dengan metode DNS verification. Sedangkan, URL prefix untuk mendaftarkan XML sitemap dari spesifik subdomain. Kamu bisa melakukan verifikasi sitemap melalui berbagai metode. Jadi, pilih saja metode yang kamu bisa.

Langkah 2: Klik URL prefix. Isikan URL website milikmu pada kolom Enter URL. Setelah itu, klik Continue.

Catatan:

  1. Saya memilik URL prefix karena saya ingin memverifikasi menggunakan metode HTML tag. Jika kamu ingin memverifikasi menggunakan DNS verification, silakan pilih Domain.
  2. Karena website saya sudah menggunakan SSL, maka saya menuliskan “https;//” di depan nama domain.
  3. Jika kamu merasa semua sudah benar, klik Continue.

Langkah 3: Pilih metode verifikasi XML sitemap yang ingin kamu pakai. Selanjutnya, ambil kode verifikasi dan ikuti petunjuk pemasangannya.

Halaman untuk memilih metode verifikasi Google Search Console.
Halaman untuk memilih metode verifikasi Google Search Console.

Catatan:

Pada artikel ini, saya hanya membahas metode verifikasi HTML file dan HTML tag.

  • Pada metode HTML file, kamu perlu mendownload file khusus dari Google Search Console. Setelah itu, kamu harus mengupload file tersebut pada root domain di server tempat database website berada. Jadi, tinggal download HTML file dari Google Search Console dan upload ke server website. Setelah HTML file sudah terupload, klik Verify.
  • Untuk pemula, saya menyarankan untuk memakai metode HTML tag. Kamu tinggal copy kode HTML tag dan memasangnya di <head> section sebelum first <body> section. Kamu perlu membuka Theme Editor >> Theme Header >> <head> sections. Setelah meletakkan kode HTML tag, klik Save changes.
  • Jika kamu tidak bisa memasang kode HTML tag menggunakan Theme Editor, silakan pakai plugin Yoast SEO. Pertama, masuk ke dashboard plugin Yoast SEO. Kedua, klik menu Webmaster Tools. Masukkan kode HTML tag ke kolom Google verification code. Setelah itu, klik Save changes. Selesai.

Pada tutorial ini, saya akan mengajarkan cara yang paling mudah, yaitu menggunakan plugin Yoast SEO. Yuk, lanjut.

Langkah 4: Klik metode verifikasi HTML tag. Selanjutnya, klik Copy.

Cara submit XML sitemap ke Google Search Console 04
Halaman untuk memilih melakukan verifikasi Google Search Console.

Catatan:

Pastikan jangan menutup halaman browser ini, karena kamu masih membutuhkannya untuk verifikasi. Pada langkah ke-6 akan saya jelaskan detailnya. Jadi, please, jangan ditutup dulu. Hehe.

Langkah 5: Login ke dashboard admin dari WordPress milikmu. Setelah itu, masuk ke halaman dashboard plugin Yoast SEO. Kemudian, klik menu Webmaster Tools.

Catatan:

  • Pada tahap sebelumnya, kamu sudah mendapatkan kode HTML tag seperti ini: <meta name=”google-site-verification” content=”xmzPRaSTGa-7HHCBhRk-nfXZLHIYM7yR8_9c0D01W8E” />
  • Ambil kode Google-site-verification saja, yaitu: xmzPRaSTGa-7HHCBhRk-nfXZLHIYM7yR8_9c0D01W8E
  • Langkah selanjutnya, salin kode tersebut dan taruh di kolom Google Verification Code pada fitur Webmaster Tools plugin Yoast SEO.
  • Setelah itu, klik Save changes.

Langkah 6: Buka lagi halaman browser HTML tag di langkah ke-4. Selanjutnya, klik Verify. Biasanya butuh waktu beberapa detik untuk proses verifikasi. Tunggu saja sampai proses verifikasi selesai.

Laporan keberhasilan verifikasi Google Search Console.
Laporan keberhasilan verifikasi Google Search Console.

Jika kamu sudah mendapatkan pesan You are a verified Owner, maka proses verifikasi HTML tag sudah berhasil. Selamat. Langkah selanjutnya tinggal add XML sitemap. Lanjut ya!

Langkah 7: Cari dan klik menu Sitemaps di halaman menu sebelah kiri Google Search Console. Kemudian, isikan XML sitemap yang sudah kamu buat pada kolom Add a new sitemap. Setelah itu, klik Submit.

Cara submit XML sitemap ke Google Search Console 08
Cara submit XML sitemap ke Google Search Console

Catatan:

  1. Karena saya membuat sitemap menggunakan plugin Yoast SEO, maka XML sitemap saya adalah sitemap_index.xml. Jika kamu memakai bawaan WordPress 5.5, maka XML sitemap kamu adalah wp-sitemap.xml.
  2. Setelah klik Submit, kamu tidak langsung mendapatkan status sukses. Biasanya akan muncul status pending dulu. Tapi itu tidak masalah. Karena Googlebot butuh waktu untuk mengindeks semua konten yang ada di XML sitemap yang kamu daftarkan. Jadi, mohon sabar ya. Hehe.
  3. Jika kamu mensubmit beberapa sitemap, kamu akan melihat daftar sitemap di bawah menu Submitted Sitemap. Karena saya hanya butuh satu sitemap, jadi ya cukup satu XML sitemap dari plugin Yoast SEO saja.

Langkah 8: Selamat, kamu berhasil menambahkan XML sitemap di Google Search Console. Selesai.

Apakah kamu ingin belajar bagaimana cara mudah membuat HTML sitemap di WordPress? Ikuti tutorial di bawah ini ya. 100% Work!

Cara Membuat HTML Sitemap dengan Plugin Simple Sitemap

HTML sitemap adalah peta situs dalam bentuk file .html. Peta situs ini khusus dibuat untuk visitor. Jadi, layaknya daftar isi sebuah buku, HTML sitemap akan memandu visitor dalam melihat seluruh koleksi konten website.

Pada chapter ini, saya akan mengajarkan cara membuat HTML sitemap dengan plugin Simple Sitemap. Kamu bisa download plugin ini secara gratis di library WordPress.

Penasaran? Yuk, langsung masuk ke tutorial cara membuat sitemap HTML.

Langkah 1: Login ke halaman dashboard admin dari WordPress milikmu.

Cara membuat HTML sitemap 01

Catatan:

  1. URL untuk login WordPress: https://namadomain.com/wp-admin/
  2. Setelah itu, kamu langsung saja masukan Username dan Password dari akun milikmu.
  3. Selanjutnya, klik Log In.

Langkah 2: Setelah kamu berhasil masuk ke dashboard admin, cari dan klik menu Plugins dan pilih Add New.

Langkah 3: Ketikan “Simple Sitemap” pada kolom pencarian plugin. Selanjutnya, cari plugin dengan nama Simple Sitemap dan klik Install Now.

Cara menginstall plugin Simple Sitemap

Catatan:

Tunggu beberapa detik sampai proses instalasi plugin Simple Sitemap selesai. Setelah itu, klik Activate untuk mengaktifkan plugin Simple Sitemap. Jika nanti muncul pemberitahuan untuk menambahkan instalasi plugin lain, klik Skip saja.

Langkah 4: Setelah proses aktivasi plugin Simple Sitemap selesai, kamu akan diarahkan ke halaman Welcome to Simple Sitemap!.

Catatan:

Pada tahap ini, kamu dapat melakukan pengaturan Simple Sitemap. Silakan custom sesuai selera. Setelah semua pengaturan selesai, saatnya kamu membuat HTML sitemap.

Ada dua cara membuat HTML sitemap menggunakan plugin Simple Sitemap:

  • Pertama, menggunakan Sitemap Shortcodes. Sitemap Shortcodes adalah kode khusus untuk menampilkan HTML sitemap di pages yang kamu buat. Untuk plugin versi gratis, ada dua Sitemap Codes yang bisa kamu pakai, yaitu: [simple-sitemap] dan [simple-sitemap-group]. Teknik ini cocok untuk kamu yang masih memakai Classic Editor, karena tinggal embed kode saja.
  • Kedua, menggunakan Sitemap Blocks. Sitemap Blocks adalah fitur khusus dari plugin Simple Sitemap yang terintegrasi dengan Gutenberg Editor. Jadi, kamu dapat membuat HTML sitemap dan mengeditnya langsung di Gutenberg Editor.
  • Ketiga, Pada tutorial ini, saya akan fokus pada cara kedua, yaitu menggunakan Sitemap Blocks. Karena menurut saya, cara ini lebih mudah dan hasilnya bagus.

Langkah 5: Buat pages khusus untuk meletakkan HTML sitemap.

Catatan:

  1. Cara membuat pages: klik Pages >> Add New. Di sini, saya sudah membuat halaman dengan nama Sitemap. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat gambar di atas.
  2. Cara membuat sitemap: klik tanda plus (+).
  3. Ketikan Simple Sitemap di kolom pencarian.
  4. Klik 2x ikon Simple Sitemap.
  5. Selamat, HTML sitemap pertamamu sudah jadi.

Langkah 6: Lakukan pengaturan HTML sitemap melalui Simple Sitemap Block Settings. Kamu dapat mengatur tampilan visual HTML sitemap layaknya sebuah artikel. Tinggal pilih-pilih saja fitur yang cocok.

Catatan:

  • Saya kasih contoh saja biar kamu lebih paham. Misal: saya ingin membuat sitemap yang memuat post dan pages.
  • Pada menu General Settings, saya melakukan pengaturan sebagai berikut:
    • Tambahkan post dan pages pada kolom Select post types to display.
    • Orderby pilih Title.
    • Order pilih Ascending.
    • Kasih centang pada Show post type label dan Enable sitemap links.
    • Pengaturan yang lain saya biarkan default Karena saya belum ada ide mau dirubah seperti apa.
  • Jika kamu belum puas dengan tampilannya, kamu dapat mempercantik melalui Advanced Settings. Kamu juga bisa menambahkan CSS khusus untuk membuat HTML sitemap terlihat elegan.
  • Selesai.

Berikut ini, tampilan HTML sitemap setelah saya klik Publish Pages.

Cara membuat HTML sitemap 07

Langkah 7: Selesai.

3 Trik Rahasia Untuk Mempercepat Indeks Artikel di Google

Banyak blogger mengeluh karena fitur submit URL di Google sementara waktu ini dinonaktifkan. Dampaknya, banyak website yang tidak bisa meminta indeks paksa melalui Google Search Console. Akhirnya, banyak blogger yang mengeluh, bahwa konten di website miliknya tidak terindeks selama beberapa minggu.

Apa solusinya? Sebelum saya loncat ke solusi, mari kita urai permasalahan kenapa website sulit terindeks Google? Menurut concadev.com, ada beberapa penyebab kenapa artikel dari website kamu tidak muncul di Google.

  • Pertama, Google belum menemukan backlink berkualitas yang mengarah ke websitemu. Biasanya terjadi pada website yang baru dibuat atau website lama yang kehilangan banyak backlink berkualitas.
  • Kedua, jatah crawl budget yang kamu miliki kecil, sedangkan websitemu memiliki banyak konten yang perlu dicrawling.
  • Ketiga, situs website milikmu terlalu lambat.
  • Keempat, websitemu memiliki banyak kesalahan teknis di Google Search Console.
  • Terakhir, website terkena pinalti dari Google. Website yang terkena pinalti bisa mengalami penurunan ranking, kehilangan jatah crawl budget hingga penghapusan URL dari halaman mesin pencari.

Setelah paham permasalahannya, baru saya kasih solusinya. Ingat! Ini ilmu terlarang, tolong dijaga baik-baik. Hehe. Berikut ini trik rahasia untuk mempercepat indeks artikel di Google.

  1. Perbaiki semua permasalahan teknis di website. Silakan buka Google Search Console dan perbaiki semua yang error. Contohnya:
    • Percepat respon server dalam menyajikan konten (Core Web Vital).
    • Perbaiki semua permasalahan redirect 301, error page 404 dan duplikat konten yang muncul.
    • Website yang memiliki ribuan konten perlu dipecah menjadi beberapa sitemap. Lakukan pembagian sitemap dalam beberapa kelompok kecil, lalu submit ulang satu-persatu.
    • Periksa Manual Actions di Google Search Console, jika ada pinalti dari Google Administrator segera perbaiki.
  2. Lakukan optimasi pada kecepatan website. Usahakan loading website di bawah 2 detik.
    • Pindah hosting yang memiliki performa kecepatan tinggi.
    • Hanya install plugin dan theme yang ringan.
    • Lakukan optimasi sistem cache di server, website dan browser.
  3. Tingkatkan authority website. Untuk kasus indeks lambat, peningkatan authority website akan meningkatkan crawl budget dan kecepatan indeks. Saya bagikan dua cara meningkatkan authority website:
    • Pertama, buat 10 artikel yang membahas topik krusial di niche yang kamu target. Dan pastikan, setiap artikel harus sangat bagus. Ikuti saja kaidah Ten-X (10X) dari backlinko.com.
    • Kedua, lakukan link building ke homepage secara bertahap. Biasanya sih, 3-7 kontekstual backlink dari website authority sudah cukup untuk naikin kecepatan indeks.
    • Ketiga, daftarkan website ke Google News.

Menurut pengalaman saya, solusi 1 dan 2 sudah cukup ampuh untuk mengatasi permasalahan website yang memiliki indeks lambat. Jika kamu sudah menggabungkan solusi 1 dan 2 tapi tetap lambat, maka mau tidak mau kamu harus melakukan link building.

Buat dulu artikel yang sangat bagus. Setelah itu, mulai cari backlink dari website authority yang relevan. Ini obat mujarab. Saya telah mencobanya. 100% work!

Kesimpulan

Sitemap adalah halaman yang berisi kumpulan daftar URL dari sebuah website. Peta situs terdiri dari 2 jenis, yaitu XML sitemap dan HTML sitemap.

Pertama, XML sitemap memiliki ekstensi file .xml. Peta situs ini khusus dibuat untuk keperluan mesin pencari (Googlebot). Karena teramat penting, Google menyediakan fitur khusus untuk mengakomodasi pendaftaran peta situs di Google Search Console.

Kamu dapat membuat XML sitemap secara mudah dengan WordPress v5.5 (Gutenberg). WordPress versi 5.5 sudah memiliki fitur built-it sitemap. Jika kamu ingin fitur XML sitemap lebih advance, saya merekomendasikan untuk menggunakan fitur peta situs dari plugin Yoast SEO.

Kedua, HTML sitemap memiliki ekstensi file .html. Berbeda dengan XML sitemap yang fokus pada Googlebot, HTML sitemap dirancang khusus untuk pengguna. Jadi, tampilan HTML sitemap lebih cantik.

Kamu bisa melakukan custom CSS, pengelompokan berdasarkan kategori, pengurutan berdasarkan judul, maupun waktu publish. Cara membuat HTML sitemap paling mudah adalah menggunakan plugin Simple Sitemap.

Terakhir, apakah ada informasi penting terkait topik “cara membuat sitemap” yang saya lewatkan? Jika ada, tolong ingatkan saya melalui kolom komentar ya. Kritik dan saran yang membangun akan saya jadikan renungan untuk meningkatkan kualitas artikel ini. Like, share dan comment ya! Thanks.

Yakin Ngga Mau Komen?