Mengenal Google Rich Snippet

Google sendiri menyebutnya sebagai microdata, microformats, RDFa, dan Data Highlighter.

Kita semua sudah tahu bahwa dalam SERP akan ada 10 list website yang muncul di setiap halamannya. Dan masing-masing website yang muncul itu disebut sebagai snippet. Gambar di bawah ini adalah contoh snippet yang umum kita lihat.

snippet
Tampilan yang umum muncul di SERP

Sedangkan gambar di bawah ini mungkin contoh snippet yang kurang umum kita jumpai dalam SERP.

snippet_vatih
Muncul nama dan gambar dari Author
snippet_panduwisata
Terlihat jumlah bintang dari reviewer dan alamat lokasi tertentu
snippet_yogyes
Nampak detail alamat dan alamat lokasi terkait (related)

Snippet didesain Google untuk memudahkan para surfer dan memberikan sensasi pencarian yang relevan dengan kata kunci yang dimasukkan. Ada banyak tipe snippet yang bisa digunakan oleh setiap pemilik website, dalam release-nya, Google menyebutkan setidaknya ada 8 tipe data yang bisa dibaca SERP.

  1. Reviews
  2. People
  3. Products
  4. Business and organizations
  5. Recipes
  6. Events
  7. Music
  8. Video

Jika kita tidak memberikan perintah khusus (berupa kode pemrograman) pada Google, maka snippet kita akan nampak biasa di SERP. Dan sebaliknya, jika kita menanamkan perintah khusus tadi, kita akan mempunyai snippet seperti yang kita tentukan.

Hal ini bisa kita manfaatkan untuk menjadi diferensiasi di SERP. Katakanlah kita sudah berhasil masuk halaman pertama, dan 10 list website yang nampak di sana memiliki snippet yang umum dan seragam, termasuk milik kita. Bayangkan jika satu dari 10 list tersebut mempunyai snippet lain daripada yang lain, secara otomatis website tersebut mempunyai diferensiasi dan menjadi Point of View.

Yakin Ngga Mau Komen?