Pengertian DNS dan Cara Kerjanya

Artikel ini membahas secara lengkap dan mendalam mengenai topik “pengertian DNS dan seluk beluk teknologi DNS”.

Pada artikel ini, kamu akan belajar tentang:

  • Pengertian DNS.
  • Fungsi DNS.
  • Prinsip dan cara kerja DNS.
  • Empat DNS Server yang terlibat dalam proses loading website.
  • Contoh Pengaturan DNS pada Zone Editor cPanel.

Jadi, jika kamu adalah seorang pemula yang ingin mengetahui rahasia teknologi DNS, kamu akan mendapatkan banyak ilmu dari artikel ini. Let’s get started!

Pengertian DNS

DNS (Domain Name Server) adalah sebuah penghubung antara URL (Uniform Resource Locator) dengan IP address (Internet Protocol Address). Penemu dari teknologi DNS adalah Paul Mockapetris. Dia berfikir, IP address akan menyulitkan pengguna internet dan pebisnis online di masa depan.

Skenario sederhananya seperti ini:

  • Misal: Google memiliki IP address: 142.250.4.138.
  • Sebelum ada teknologi DNS, kamu harus mengetikkan IP 142.250.4.138 pada browser untuk mengakses website Google.

Merepotkan, bukan? Menghafal urutan angka jauh lebih susah dari pada menghafal nama domain. Selain itu, IP address sangat tidak baik untuk bisnis internet dan branding.

Dengan DNS, kamu hanya perlu mengetikkan www.google.com saja, tanpa harus menulis IP address. Jadi, semua orang jauh lebih mudah mengakses website.

Sampai di sini paham ya? Okay, lanjut ya!

Apakah DNS ada yang mengatur? Ya, ada. Saat ini, ada organisasi non-profit khusus yang mengatur tata kelola DNS. Organisasi ini disebut sebagai ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers). Lokasi kantor ICANN saat ini berada di Playa Vista, Los Angeles.

Sekilas info, ICANN bertugas mengurusi bagian Root Server DNS. Lalu, di bawah kepengurusan Root Server DNS ada TLD (Top Level Domain). Contoh perusahaan yang mengurusi TLD adalah Verisign dan Pandi. Perusahaan Verisign untuk ekstensi domain “.com” dan Pandi untuk ekstensi domain “.id”.

Wah, gitu ya! Menarik sekali! Lalu, apa itu Root Server DNS? Apa itu TLD?

Sabar dulu ya, nanti kamu akan mendapat jawabannya di topik cara kerja DNS. Di sana, saya akan menjelaskan secara detail tentang Root Server DNS dan domain TLD.

Makin paham? Yuk, lanjut dulu.

Mengapa Teknologi DNS Begitu Penting?

DNS sangat berperan penting dalam sebuah pembangunan website. Selain untuk menghubungkan IP address dengan domain. DNS juga memiliki kelebihan lain. Berikut 5 kelebihan dari teknologi DNS:

  1. Teknologi DNS sangat mudah untuk diimplementasikan pada protocol TCP/IP
  2. Administrator mudah untuk melakukan konfigurasi pada DNS Server.
  3. User dapat menghafalkan alamat website dengan lebih mudah.
  4. DNS membuat Hostname tidak berubah-ubah (tetap), walaupun IP address sering berubah-ubah. Jadi, pengguna website mudah mengingat website favoritnya.
  5. Meningkatkan keamanan server website.

Fungsi DNS

Pada pembahasan terkait pengertian DNS, kamu paham bahwa DNS adalah penghubung antara IP address dengan domain. Sekarang, kamu akan belajar 5 fungsi penting dari DNS, contohnya:

  1. Menerjemahkan hostname menjadi IP address atau sebaliknya.
  2. Mencari server untuk piranti pengiriman email.
  3. Melakukan pencarian data pada sistem cache.
  4. Identifikasi komputer sebagai titik dalam suatu jaringan.
  5. Melakukan pencarian alamat host.

Menurut kamu, bagaimana prinsip dan cara kerja DNS Server? Belum tahu? Okay, jangan khawatir. Saya akan menjelaskannya khusus untuk kamu.

Prinsip dan Cara Kerja DNS Server

Sebelum masuk ke konsep DNS server. Kamu harus mengetahui konsep komunikasi PC ke server terlebih dahulu. Teknologi komunikasi PC saat ini masih menggunakan koneksi IP dan DNS.

CATATAN: Kamu harus memegang teguh prinsip ini untuk sekarang. Akan tetapi, apabila teknologi berubah maka kamu perlu menyesuaikan diri.

Konsep DNS sebenarnya cukup sederhana namun sangat terstruktur. Untuk memudahkan kamu belajar, sebaiknya kamu paham dulu 3 konsep DNS server di bawah ini:

  1. Pembacaan domain.
  2. Alur data DNS.
  3. DNS Record.

WARNING! Tolong fokus dan simak baik-baik! Jika ada yang kurang jelas silakan tanyakan melalui kolom komentar.

Pembacaan Domain

Pengertian DNS 1_hierarki_dns

Pembacaan domain yang benar di mulai dari kanan ke kiri. Mulai dari com, lalu tanda titik (.) dan Google. Inisial net, com, id merupakan Top-Level Domain (TLD). Dan tanda titik (.) merupakan Root-Level Domain (RLD).

Untuk lebih detailnya, simak penjelasan di bawah ini:

Pengertian DNS 2_hierarki_dns
  1. Root-Level Domain (RLD) merupakan bagian tertinggi di hierarki DNS. Di mana yang memegang wewenang ini adalah ICANN. RLD di url domain berwujud tanda titik (.). Dengan teknologi autosuggest, browser akan secara otomatis menambahkan RLD untuk mempermudah akses website. Jadi, kamu tidak perlu menambahkan secara manual.
  2. Top-Level Domain (TLD) adalah ekstensi di bawah hierarki Root-Level Domain. Saat ini, ada 2 jenis TLD yang popular, yaitu: GTLD dan CCTLD.
    • GTLD (Generic Top-Level Domain) menjelaskan sifat institusi dari pemilik website. Contohnya: domain dengan inisial com berarti milik institusi komersial dan gov berarti milik institusi pemerintahan.
    • CCTLD (Country Top-Level Domain) menjelaskan asal negara dari pemilik situs. Contohnya: domain dengan inisial id (Indonesia), au (Australia), us (united states).
  3. Second-Level Domain (SLD) merupakan sebutan untuk nama domain. Biasanya nama ini adalah sebuah identitas, institusi atau branding. Dari contoh di atas yang termasuk SLD adalah Google, Facebook, Twitter.
  4. Third-Level Domain adalah sebutan untuk subdomain. Subdomain masih mengekor dengan nama domain utama. Contoh: travel.detik.com, international.kompas.com.
  5. Hostname merupakan bagian awal dari sebuah url. Biasanya menunjukkan protocol yang dipakai. Contoh: HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) atau HTTP (Hypertext Transfer Protocol).

Alur Data DNS

Pengertian DNS 3_illustation_alur_data_DNS

Berikut ini penjelasan singkat mengenai alur data DNS:

  1. Coba ketikan alamat pada address bar browser. Misalnya: google.com.
  2. Selanjutnya, Request IP (DNS Query) pertama akan mengecek DNS cache pada PC kamu terlebih dulu (DNS Resolver).
    • Jika terdapat informasi mengenai google.com maka akan langsung ke server tujuan. Server akan merespon data yang kamu inginkan dan menampilkan hasilnya di browser.
    • Jika di DNS cache PC tidak ada, informasi google.com akan diteruskan pada ISP.
  3. Pada saat koneksi terhubung ke ISP, ISP akan mengecek DNS local server.
    • Apabila terdapat IP google.com pada DNS local server maka ISP langsung bekerja. Dia akan langsung meminta data yang kamu inginkan ke server terkait. Server akan mengirimkan respon ke ISP kembali dan meneruskannya ke browser.
    • Apabila tidak ada maka ISP akan melakukan pembacaan domain. Pembacaan domain di mulai dari Root-Level Domain di Root Server DNS. Root Server ini akan mengecek TLD dari google.com yaitu com (Recursive DNS).
  4. Selanjutnya, Verisign menerima request dari Root Server DNS dan memeriksa request tersebut (Authoritive DNS Server).
  5. Setelah di periksa oleh pihak Verisign. Ada dua kemungkinan:
    • Jika Verisign menemukan informasi terkait maka dia akan meneruskan koneksi ke DNS Server lain jika masih terdapat subdomain.
    • Namun jika tidak memiliki informasi terkait maka koneksi akan diteruskan ke ISP.
  6. ISP yang menerima informasi IP dari DNS Server akan diteruskan ke PC milikmu (resolver).
  7. Saat PC milikmu menerima IP dari domain yang kamu minta, server tujuan akan menjawab request data.

CATATAN: Proses ini akan berulang terus-menerus setiap kamu melakukan request domain. Dan kamu tidak perlu pusing. Karena dalam praktiknya, proses ini berlangsung sangat cepat.

DNS Record

DNS Record merupakan bagian lebih teknis pada DNS Server. Record berfungsi untuk mencatat domain yang telah disambungkan oleh suatu IP. Dan bentuk pencatatan domainnya berbeda-beda, menyesuaikan kebutuhan. Ada sekitar 9 DNS Record yang sering dijumpai, mereka adalah:

  1. A Record: Record yang menyimpan informasi seperti hostname, Time to Live (TTL) maupun IPv4.
  2. AAAA Record: Record ini hampir sama seperti A Record namun IP yang disimpan berupa IPv6.
  3. MX Record: Jenis record menyimpan server SMTP yang digunakan untuk komunikasi email pada suatu domain.
  4. CNAME Record: Record yang digunakan untuk me-redirect domain maupun subdomain ke sebuah IP tertentu.
  5. NS Record: NS Record berfungsi untuk redirect subdomain jika web hosting yang digunakan berbeda dengan domain.
  6. PTR Record: Record yang berfungsi untuk memberikan izin pada DNS Resolver. Fungsi ini untuk menyediakan informasi tentang IP address dan menampilkan hostname.
  7. CERT Record: Record yang berupa sertifikat enkripsi atau sertifikasi keamanan.
  8. TXT Record: Jenis record yang berfungsi untuk menambahkan data acak ke dalam catatan DNS.
  9. SOA Record: Jenis record yang mengacu ke server DNS. Record ini biasanya menyediakan informasi untuk sebuah domain internet.

Jika kamu bisa membayangkan betapa cepatnya kerja DNS, kamu pasti kagum. Teknologi penting Paul Mockapetris memberi banyak kemudahan untuk banyak orang. It’s amazing!

4 DNS Server yang Terlibat dalam Proses Loading Halaman Website

Pada bahasan pengertian DNS di awal artikel, saya sudah menjelaskan tentang alur data DNS secara sederhana. Berikut ini merupakan penjelasan teknis dari alur data DNS. Simak baik-baik.

1. DNS Recursor

Pada tahapan pertama ini, PC kamu akan mencari informasi domain dari DNS cache PC. Apabila informasi domain tidak ada maka akan meneruskan request ke DNS cache Internet Service Provider (ISP). Peran DNS Recursor adalah sebagai pembuat permintaan tambahan untuk memenuhi permintaan DNS klien.

2. Root Nameserver

Tahap kedua. apabila ISP tidak memiliki informasi yang kamu inginkan, ISP akan meneruskan ke Root Server DNS (ICANN). Selanjutnya, Root Server DNS akan membaca TLD domain dan meneruskan ke TLD yang bersangkutan. Peran Root nameserver adalah sebagai pemberi referensi ke lokasi yang lebih spesifik.

3. TLD Nameserver

Tahap ketiga, TLD nameserver. TLD akan menerima request informasi yang kamu inginkan dari Root Server DNS. TLD yang bersangkutan akan mengecek Second-Level Domain pada server. Apabila terdapat domain yang diinginkan maka TLD tersebut akan mengirimkan informasi IP address ke ISP. Proses selanjutnya, ISP akan meneruskan koneksi ke PC milikmu.

4. Authoritative Nameserver

Authoritative nameserver merupakan proses terakhir yang berlangsung pada DNS Server. Request akan mencari informasi terkait pada DNS server. Apabila kamu memiliki subdomain maka proses request akan lanjut sampai ke DNS server subdomain. Namun, jika kamu tidak memiliki subdomain maka request akan diteruskan ke ISP.

Pengertian Authoritative DNS Server

Authoritative DNS Server merupakan sebuah mesin yang bertugas untuk memberikan respon informasi dari permintaan Recursive DNS.

Biasanya authoritative ini dimiliki oleh sebuah DNS server seperti Root Server DNS maupun TLD. Jadi, singkat kata, sebuah respon dari DNS Server adalah Authoritative DNS Server.

Pengertian Recursive DNS resolver

Recursive DNS resolver merupakan sebuah mesin untuk mencari & menerima informasi domain dari sebuah jaringan. Ada 2 jaringan yang melakukan proses Recursive DNS resolver.

1. Local

Pada jaringan lokal, PC akan memproses langsung Recursive DNS resolver. Cakupan jaringan lokal ini meliputi jaringan LAN maupun jaringan Wi-Fi yang memiliki IP Private.

2. Public

Pada jaringan public, ISP akan bertanggung jawab dalam Recursive DNS resolver. Cakupan jaringan ini meliputi IP Public milik ISP yang terhubung ke internet. Proses pencarian informasi domain akan langsung menuju ke Root Server DNS.

CATATAN: Apabila kamu masih bingung dengan IP public/private. Kamu bisa mencari pengertian dan fungsinya google.com.

Perbedaan Authoritative DNS Server dan Recursive DNS resolver

Authoritative DNS Server dan Recursive DNS resolver merupakan istilah teknis di dunia DNS. Setelah kamu memahami pengertian keduanya, saya akan menjelaskan perbedaannya. Semoga, penjelasan ini dalam memperkuat pemahamanmu tentang DNS.

Ada 2 poin penting di dalam perbedaan authoritative DNS server dan recursive DNS server. Pertama, terletak pada lokasi. Kedua terletak pada fungsi. Untuk lebih detailnya, perhatikan tabel di bawah ini:

Jenis Perbedaan Authoritative DNS Server Recursive DNS Resolver
Lokasi DNS Server PC atau ISP (tergantung cakupan jaringan)
Fungsi Memberikan respon informasi dari permintaan Recursive DNS Mencari & menerima informasi domain dari sebuah jaringan.

Belajar tentang DNS sangat ya? Dari pada hanya membaca, kenapa kamu tidak langsung praktik? Nih saya kasih tutorial cara aplikasi pengaturan DNS di Zone Editor cPanel. Let’t jump in!

Contoh DNS pada Pengaturan Zone Editor cPanel

Setelah kamu paham dengan pengertian DNS dan seluk beluk DNS, saatnya praktik. Saya akan langsung mengajarimu cara implementasi DNS pada share hosting.

Pada bahasan ini, saya akan memberikan tutorial mengenai pengaturan DNS pada cPanel. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu kamu lakukan untuk mengatur DNS.

Langkah 1: Login cPanel milikmu.

Pengertian DNS 4_Cara_login_cPanel

Langkah 2: Cari bagian Domains dan klik Zone Editor.

Langkah 3: Pilih domain yang akan kamu atur. Selanjutnya, klik Manage.

6_button_manage

Langkah 4: Tambahkan record yang kamu inginkan dengan cara klik ikon dropdown pada Add Record.

7_choose_record

Langkah 5: Isikan data pada form yang tersedia.

Langkah 6: Apabila data sudah kamu isikan dengan benar, selanjutnya klik Add Record. Add Record berfungsiuntuk menambahkan record.

8_form_record

Catatan:

Dalam pengisian form, kamu harus menyesuaikan dengan record yang kamu pakai. Pada gambar di atas, saya mencontohkan dengan record A.

  1. Input pertama merupakan domain yang akan di-record.
  2. Pada input Record isi dengan IP address dari server tempat database website (IPv4).
  3. Jika semua sudah terisi, klik Add Record.

Untuk melakukan editing record, silakan ikuti panduan manajemen DNS record ini. Jangan khawatir, tutorialnya newbie friendly.

Langkah 7: Tunggu sampai waktu propagansi selesai.

Langkah 8: Jika masa propagansi sukses maka pengaturan DNS kamu telah selesai.

Langkah 9: Selesai.

F.A.Q

Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan pembaca terkait topik “pengertian DNS”. Apabila kamu belum menemukan jawaban atas pertanyaanmu, silakan tinggalkan pertanyaan melalui kolom komentar.

1. Seberapa Sering Pemeriksaan DNS Record Terjadi?

DNS Record awalnya diperiksa saat pembuatan record pertama kali. Setelah itu, DNS Record akan diperiksa ulang setiap 5 menit secara otomatis.

2. Siapa yang Mengurus DNS Seluruh Dunia? Dan Siapa yang Mengelola Domain TLD Regional Indonesia ?

Sampai awal tahun 2020 ini, organisasi non-profit ICANN masih mendapatkan mandat sebagai pengelola DNS di seluruh dunia. Dan pengelola domain TLD Indonesia adalah organisasi Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi). Langsung akses saja ke pandi.id.

3. Apakah dalam Pengaturan DNS Memerlukan Biaya ?

Tidak ada biaya untuk pengaturan DNS. Semua proses gratis. Jadi, kamu dapat melakukan pengaturan DNS di share hosting maupun server VPS tanpa harus bayar.

4. Berapa Lama Masa Propagansi DNS?

Propagansi DNS adalah waktu yang dibutuhkan oleh sebuah domain untuk dapat tersambung dengan server. Biasanya, masa propagansi DNS berlangsung maksimal 1×24 jam. Jadi, kamu harus sabar menunggu. Setelah masa propagansi selesai, publik dapat mengakses domain kamu dengan lancar.

Tapi kenyataannya, tidak semua propagansi DNS selalu selesai dengan cepat. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Berikut merupakan faktor yang mempengaruhi kecepatan propagansi DNS:

  1. Usia Domain: Domain baru register memiliki masa propagansi yang jauh lebih lama dari pada domain lama.
  2. Internet Service Provider: Kredibilitas ISP yang kamu pakai.
  3. Registrar Domain: Semakin bagus registrar semakin cepat masa propagansi DNS domain. Jadi, jangan heran jika masa propagansi registrar Namecheap berbeda dengan registrar Hosgator atau yang lain.

5. Apa itu DNS Poisoning?

DNS Poisoning merupakan sebuah teknik hacking untuk memanipulasi hasil request sebuah domain. Tujuan DNS poisoning ini untuk redirect IP server yang sebenarnya ke IP server palsu. Kelihatannya cukup sederhana, bukan? Hanya redirect IP. Tapi teknik ini cukup membuat resah orang awam. Dan target DNS poisoning ini biasanya ada 2, yaitu: PC korban dan ISP.

1. PC Korban

9_dns_poisoning_dns_cache

Kamu masih ingat alur data setelah pengetikan domain pada address bar? Ya, browser kamu akan mengecek DNS cache PC. Jika terdapat informasi mengenai domain terkait, dia akan langsung terhubung dengan server tujuan. Untuk lebih jelasnya perhatikan ilustrasi di bawah ini:

10_dns_poisoning_dns_local_server

Dengan memanfaatkan DNS poisoning, seseorang dapat mencuri akses PC milikmu.

2. ISP

Jika informasi domain yang diinginkan pada DNS cache tidak ada. Tentu akan meminta informasi ke pihak ISP (DNS local server). Konsep DNS poisoning pada ISP hampir mirip seperti pada DNS cache. Namun jangkuan poisoning-nya bukan hanya satu PC, melainkan semua PC yang memakai ISP tersebut. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat ilustrasi di bawah ini:

Dengan DNS poisoning, seseorang dapat mencuri akses jaringan dan ISP yang kamu pakai. Jadi, tolong berhati-hati ya!

Kesimpulan

DNS (Domain Name Server) merupakan teknologi temuan Paul Mockapetris yang mengagumkan. DNS berperan sebagai penghubung antara URL (Uniform Resource Locator) dengan IP address (Internet Protocol Address).

Jadi, kamu cukup tau nama domain website saja. Sisanya biar teknologi DNS yang menyambungkan akses ke server website. Jauh lebih mudah, bukan?

Akhir kata, demikian pembahasan dari topik “pengertian DNS”. Apabila ada informasi penting yang saya lewatkan, tolong ingatkan saya ya. Ketikan saranmu di kolom komentar sekarang. Kritik dan saran kamu akan saya jadikan renungan untuk menyempurnakan artikel ini. Makasih.

Yakin Ngga Mau Komen?