WordPress

Pilih WordPress Self-Host atau WordPress.com?

Apa itu WordPress self-host? Bagi yang belum tahu, WordPress membagi layanannya menjadi 2. Pertama adalah WordPress cepat saji yang bisa langsung kamu gunakan dengan membuka wordpress.com. Kedua adalah WordPress yang harus kamu install di server kamu sendiri, yang file instalasinya bisa didownload di wordpress.org.

Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Beberapa tahun ke belakang, ini adalah tema yang debatable. Banyak orang yang memberikan kesimpulan bahwa WordPress self-host adalah pilihan yang jauh lebih baik ketimbang WordPress.com. Tapi pihak Automattic terus memperbarui layanannya. Kini ada opsi berbayar di WordPress.com. Paket berbayarnya ada banyak opsi, Premium, Business, dan VIP. Dalam pake VIP ini masih ada banyak pilihan paket lagi. Tapi intinya, WordPress.com versi berbayar ini mengubah total mindset sebelumnya bahwa hanya self-host lah yang juara.

 

Kalau hal utama yang ingin ditonjolkan adalah profeional, maka self-host adalah pilihan tepat. Kata profesional di sini saya tujukan untuk tampilan situs. Kebebasan yang nyaris tanpa patas di self-host menjadikan kamu sedemikian mudah menggunakan theme di luar repository. Ada begitu banyak theme dengan tampilan maknyus yang beredar di internet.

Di WordPress self-host tidak melulu bicara traffic kok. Konversi besar tidak harus dari traffic besar (baca: Traffic Kecil Tapi Penghasilan Besar). Jadi, server tidak menjadi kendala selama website kamu bukanlah situs informasi yang mempunyai ribuan konten atau website PPC (dari AdSense, misalnya) yang mengharuskan kamu mengalirkan traffic super besar ke website.

Misal situs kamu adalah situs informasi dengan ribuan konten tapi tetap ingin menggunakan self-host, maka kamu harus belajar tentang server, atau paling tidak pakai jasa setup server. Untuk servernya sendiri bisa menggunakan Digital Ocean, seperti saya. (baca: 4 Alasan Penting Mengapa Harus Pindah ke Digital Ocean)

Kalau kamu pernah masuk ke simomot.com atau omkicau.com, itu adalah website yang menggunakan WordPress.com versi berbayar. Saat ngobrol sama mas DutoSri Wicahyo di NBC17 lalu, saya tanya apa alasannya menggunakan WordPress.com Business. Klise, mas Duto punya pengalaman buruk saat menggunakan self-host terkait server. Pageviews keduanya mencapai angka ratusan ribu per hari. Mas Duto tidak ingin pusing mikir masalah server, ia dan tim ingin fokus ke konten, konten, dan konten.

Mas Duto membayar 5 juta rupiah untuk paket Business dua website tersebut. Angka yang bisa dibilang nothing kalau ternyata omzet per bulannya rata-rata 100 juta. Wuoh!

Jadi, mau pakai self-host atau bukan itu pilihan. Tapi yang pasti jangan pernah gunakan WordPress.com Free untuk membangun bisnis yang scalable.

Salam WordPress!

activate javascript

Gabung Telegram Saya

Ada banyak insight singkat-menarik yang saya tulis di channel Telegram, tapi ngga ada di blog ini karena emang khusus buat catatan-catatan yang singkat-padat-jelas. Gabung sekarang.

Ibrahim Vatih
I love photos. And happy to archive them in my blog. Sometimes I show some good photos to my family and friends. If you love what I did in my blog, please give me a support with share it to others. Hehe.
You may also like
3 Tips Penting Sebelum Beli Item di Envato
Apa Perbedaan Override dan Overwrite?
1 Comment
  • […] adalah situs-situs yang berbasis WordPres, baik yang self-host maupun yang wordpress.com (baca: Pilih WordPress Self-Hosted atau WordPress.com?). Hal ini saya lakukan semata-mata supaya saya mempunyai pola yang ringkas dan sistematis (dalam […]

Yakin Ngga Mau Komen?

%d bloggers like this: