Search Engine Optimization

SEO Onpage: Kecepatan Website dan Konten yang Berkualitas

0
MATERI BELAJAR SEO / Klik Untuk Membuka

Saat ini kamu membaca modul ketiga dari lima modul materi belajar SEO.

  1. MODUL 1 – SEO Basic: Apa Itu SEO?
  2. MODUL 2 – Riset Kualitas Keyword & Kompetitor
  3. MODUL 3 – SEO Onpage: Membuat Konten Berkualitas
  4. MODUL 4 – SEO Offpage: Membuat Backlink Berkualitas
  5. MODUL 5 – Evaluasi, Evaluasi dan Evaluasi
Yang dimaksud dengan SEO Onpage adalah segala sesuatu terkait SEO yang semua variabelnya langsung berada pada website kita sendiri. Yang kalau kita bisa konsisten menjaga kualitas pada variabel tersebut, maka semakin hari website kita akan semakin disayang oleh Google.

Nah, setidaknya ada 9 variabel yang mesti kamu perhatikan dan harus kamu upayakan supaya variabel itu bisa sempurna tertanam di website kamu. Saya akan membagi variabel ini ke dalam 2 jenis.

Pertama, variabel basic. Setup atau pengaturan dasar yang wajib ada di website secara umum, yaitu:

  1. Theme SEO friendly
  2. Kecepatan website
  3. Sitemap

Kedua, variabel advance. Secara umum ada 6 variabel tapi pembahasan turunannya akan cukup banyak. Variabel yang proses optimasinya terjadi di setiap post atau setiap konten, yaitu:

  1. Optimasi gambar
  2. Jumlah kata
  3. Internal link
  4. Permalink
  5. Sub judul
  6. Meta

Meski variabelnya terbagi 2 dengan masing-masing sub pembahasannya, saya ngga akan membahas materi belajar kali ini berurutan sesuai dengan tema-tema di atas. Tapi insya Allah akan mencakup semua variabel dan pembahasan tersebut.

Pokoknya dibaca dan dinikmati aja lah ya.

Insya Allah pembahasan ini akan  panjang. Saya berusaha untuk membuatnya jadi sekomprehensif mungkin tapi tetap mudah untuk dipahami, semoga.

1. Theme SEO Friendly

Mungkin kamu udah pernah baca tentang ini di materi belajar yang lain. Nah saya mau ulang lagi pembahasan mengenai hal ini.

Seringkali orang mendahulukan tampilan yang (menurut dia) keren, dan tidak peduli apakah theme itu bagus menurut Google atau sebaliknya. Mungkin lebih tepatnya bukan tidak peduli ya, tapi tidak tahu.

Untuk bisa tahu sebuah theme itu SEO friendly atau tidak, maka seenggaknya seseorang harus tahu ilmu dasar tentang pemrograman HTML5, dan mau ngecek apakah theme yang mau dipakainya nanti itu sudah menggunakan teknologi HTML5 secara menyeluruh (dari atas sampai bawah) atau belum?

Juga seseorang itu sudah harus khatam membaca Google Webmaster Guideline (minimal pernah baca-baca sekilas lah).

Belum pernah baca guideline, ngga ngerti pemrograman pula. Kalau kamu termasuk salah satu dari orang yang semacam ini, kamu ngga salah. Yang perlu kamu lakukan cukup mengikuti orang-orang yang ngerti.

Banyak theme tampilannya ciamik (termasuk susunan kodenya juga rapi), tapi ternyata belum benar-benar bagus struktur pemrogramannya terkait SEO.

Daripada pusing di bagian ini, saya pribadi merekomendasikan kamu untuk pakai theme dari brand-brand ini:

  1. StudioPress
  2. MyThemeShop
  3. GeneratePress

Saya udah keliling nyobain berbagai macam theme, termasuk ngobok-obok Themeforest, mungkin juga udah habis ribuan dolar hanya untuk beli theme yang akhirnya ngga semuanya saya pakai (salah satu alasannya karena kurang SEO friendly).

Dari hasil petualangan saya tersebut, ya cuma itu theme yang insya Allah bener-bener nyaris perfect sesuai guideline si Google. Atau kamu juga bisa tambahkan theme asli bawaan WordPress yang ada twenty-twenty nya itu. Cuma ya tampilannya jadi so so.

2. Kecepatan Website

Di penjelasan mengenai kecepatan website ini, saya akan membagi sub-bab menjadi agak banyak. Ya dinikmati saja pokoknya. Setidaknya ada 6 hal yang perlu diperhatikan supaya website kamu mempunyai kecepatan yang wuzz dan disenangi Google.

Jangan Sembarang Install Theme/Plugin

Ya ini sejalan sama variabel pertama ya tentang theme yang SEO friendly. Kalau kamu nuruti kata saya dengan install theme dari para developer di atas, insya Allah kamu juga selamat di bagian ini.

Kamu ngga pernah tahu teknologi apa yang ditanam di dalam theme/plugin yang kamu gunakan, karena ada cukup banyak theme/plugin yang menggunkan script khusus yang justru membebani server sehingga membuat website menjadi lambat.

PageSpeed Insight atau GT Metrix

Standar kecepatan website bisa dicek di platform resmi Google yaitu PageSpeed Insight, atau bisa juga menggunakan platform lain yang juga cukup populer GT Metrix.

Dua platform itu akan memberikan informasi yang cukup bermanfaat untuk selanjutnya kamu follow up (kalau memang ada yang harus diperbaiki terkait pengaturan website kamu).

Kamu ikuti aja panduan yang ada di sana untuk pembelajaran. Insya Allah kamu juga akan mendapatkan nasehat yang sama di sana; ati-ati nginstall script yo lee.

WP Super Cache

Kalau ini adalah plugin wajib yang saya install di 90% website yang saya kelola. Lha terus 10% nya ke mana? Ya saya tulis 90% soalnya saya sendiri juga lupa ada berapa tepatnya website yang saya pasangi WP Super Cache ini, cuma seinget saya ya jumlahnya cukup banyak, sisanya ya anggap aja 10%.

Plugin ini membantu supaya website kamu yang semula dinamis, diolah menjadi statis. Singkatnya sebuah halaman statis akan jauh lebih ringan untuk diakses oleh browser dan Google. Plugin ini sekaligus membantu kinerja server jadi lebih ringan.

Cara install silahkan Googling.

Photon dari Jetpack

Ini juga plugin wajib install dan ada beberapa fitur powerfull yang bisa kamu dapat dengan menginstall plugin satu ini. Sebelumnya saya sudah pernah mengulas Jetpack secara khusus dengan berbagai fitur menariknya.

Salah satu fitur yang bermanfaat itu namanya Photon, fitur ini akan membuatkan CDN kualitas premium khusus untuk media/file gambar secara cuma-cuma. CDN atau Content Delivery Network umumnya berbayar dan ngga murah, tapi sama Jetpack fitur ini difasilitasi secara gratis.

Cara install silahkan Googling.

Imsanity

Sedangkan plugin satu ini mempunyai fungsi untuk otomatis resize gambar menjadi ukuran tertentu sesuai pengaturan kita.

Misal saya setting semua gambar yang diupload lebarnya tidak boleh lebih dari 800px, maka ketika saya upload gambar dengan ukuran 1200px akan otomatis resize ke ukuran 800px. Akan tetapi ini tidak berlaku sebaliknya, kalau gambar hanya 650px atau kurang dari 800px, gambar akan tetap sebagaimana ukurannya.

Intinya, gambar yang terupload jadi menggunakan ukuran yang dibutuhkan secara wajar (baik secara pixel maupun secara kb).

Kalau website lebarnya hanya 750px, untuk apa menggunakan gambar yang lebih dari 1000px? Selain boros ukuran dan boros kapasitas hosting, ia juga akan menjadikan website kamu lambat untuk pengunjung dan Google.

Cara install silahkan Googling.

Cloudflare

Ini adalah platform yang akan membantu banyak hal terkait kecepatan dan keamanan website kamu. Kalau dijelaskan dengan bahasa teknis mungkin kamu belum tentu paham. Intinya platform ini mempunyai keunggulan basic yang sangat bagus, yaitu:

  1. IP address berubah
  2. Web semakin cepat diakses
  3. Web lebih aman dari serangan
  4. Beban server/hosting berkurang

Dengan berubahnya IP address, serangan brute force tidak langsung mengarah ke hosting kamu. Tapi ke Cloudflare dulu, dan mereka sudah mempunyai teknologi yang bagus dalam menangkal serangan kualitas abal-abal yang sudah terbaca polanya.

Dari sisi teknis, sebenarnya ada segudang fitur yang sangat bermanfaat dari Cloudflare, tapi fitur-fitur ini hanya bisa dipahami oleh mereka yang ngerti tentang server. Jadi saya tidak akan bahas karena akan banyak “percuma” nya ketimbang manfaatnya, hehe.

Cara install silahkan Googling.

***

Nah, itu 6 hal yang perlu diperhatikan terkait kecepatan website. Kalau 6 hal di atas sudah kamu lakukan tapi report di PageSpeed Insight dan GT Metrix masih belum memuaskan, saran saya kamu tidak perlu khawatir dan bingung tentang hal apa lagi yang harus kamu lakukan. Anggap saja report itu sudah tidak bermanfaat lagi untuk kamu.

Kalau kamu ngerti teknis, kamu bisa googling tentang htaccess, cookies dan cache di header, dll.

3. Apa yang Dimaksud Konten Berkualitas?

Konten berkualitas adalah konten yang mengandung informasi yang bermanfaat dan detail saat membahas sebuah tema dalam konten tersebut.

Sejak algoritma Google Panda, quality menjadi faktor yang wajib diperhitungkan oleh setiap pemilik website, karena Google bisa membaca.

Untuk Siapa?

Sebuah konten berkualitas bisa menyenangkan pengunjung, juga menyenangkan Google. Apa yang kamu tulis, jika memang berkualitas, dari berbagai sisi seperti tema yang dibahas, kekayaan isi, style yang digunakan di dalam artikel (H3, H4, gambar, keterangan gambar, dll), tentu akan memanjakan pembaca yang bisa mencerna informasi yang kamu sampaikan.

Kemudian mereka akan like atau share ke sosial media, yang artinya akan ada social signal untuk konten kamu, di mana social signal ini akan dibaca oleh Google.

Jadi, tidak ada ruginya sama sekali kamu membuat konten yang panjang, penuh isi, repot-repot cantumkan gambar serta mengisinya dengan Title dan ALT.

4. Bagaimana Google Membaca Konten Berkualitas?

Faktor-faktor yang menjadikan sebuah website dianggap berkualitas karena memenuhi hal-hal berikut ini.

Penggunaan H3 dan H4 Dalam Artikel

Dalam membuat konten di beberapa situs authority saya, ada banyak konten yang menggunakan lebih dari 3 untuk H3 di dalam artikelnya, tapi jarang untuk h4 (karena menurut saya H4 ini hanya opsional).

Pola penulisannya seperti ini:

Ini adalah Contoh H3

Lorem ipsum dolor sit amet, nec eu sonet iudico aliquid. Quidam insolens deserunt mei ad, nulla elitr facete vim ut, possit nominavi repudiandae ad per. Ex qualisque iracundia eos, ei mei paulo ponderum.

Ini Adalah Contoh H4

Lorem ipsum dolor sit amet, nec eu sonet iudico aliquid. Quidam insolens deserunt mei ad, nulla elitr facete vim ut, possit nominavi repudiandae ad per. Ex qualisque iracundia eos, ei mei paulo ponderum.

Esse nobis ei cum. Purto labore posidonium ad quo, no consul referrentur his, mel at doming numquam efficiantur. Audire ullamcorper ius ut, malis fastidii gloriatur usu eu, usu in inermis facilis inimicus.

Ini Adalah Contoh H4

Lorem ipsum dolor sit amet, nec eu sonet iudico aliquid. Quidam insolens deserunt mei ad, nulla elitr facete vim ut, possit nominavi repudiandae ad per. Ex qualisque iracundia eos, ei mei paulo ponderum.

Esse nobis ei cum. Purto labore posidonium ad quo, no consul referrentur his, mel at doming numquam efficiantur. Audire ullamcorper ius ut, malis fastidii gloriatur usu eu, usu in inermis facilis inimicus.

Ini Sample Untuk H3

Lorem ipsum dolor sit amet, nec eu sonet iudico aliquid. Quidam insolens deserunt mei ad, nulla elitr facete vim ut, possit nominavi repudiandae ad per. Ex qualisque iracundia eos, ei mei paulo ponderum.

Esse nobis ei cum. Purto labore posidonium ad quo, no consul referrentur his, mel at doming numquam efficiantur. Audire ullamcorper ius ut, malis fastidii gloriatur usu eu, usu in inermis facilis inimicus.

Dan Ini Contoh H4

Ex qualisque iracundia eos, ei mei paulo ponderum. Pri omnes denique consequat eu. Mea sint feugait posidonium no, aliquam complectitur eos at, facilisi consetetur pro in.

Lagi-lagi Contoh H4

Lorem ipsum dolor sit amet, nec eu sonet iudico aliquid. Quidam insolens deserunt mei ad, nulla elitr facete vim ut, possit nominavi repudiandae ad per. Ex qualisque iracundia eos, ei mei paulo ponderum.

Dari contoh di atas, ada pola bahwa keberadaan H4 harus berada di antara H3. H3 adalah wajib, dan keberadaan H4 sifatnya opsional.

Terdapat Keyword di Dalam Heading

Yang dimaksud dengan heading adalah h2, h3, h4, dan seterusnya. Jadi, bukan hanya sekedar menggunakan heading di dalam konten tapi harus didesain bagaimana caranya supaya ada keyword yang tertanam di dalam heading.

Atau minimal 1 kata yang mana itu merupakan objek dari keyword yang kita target. Misal keywordnya adalah cara membuat sambal. Kamu tahu objeknya adalah sambal, maka kata sambal inilah yang nantinya kamu ulang di beberapa heading (tidak di semua, hanya beberapa).

Keyword di Dalam Gambar

Gunakan setidaknya 3 gambar, makin banyak makin bagus, sepertinya tidak ada batasan berapa jumlah gambar yang bisa disisipkan dalam artikel, menyesuaikan kebutuhan saja.

Pastinya, masukkan Title dan ALT untuk tujuan optimasi. Gunakan keyword yang berkaitan dengan gambar atau tema pembahasan artikel tersebut.

Contoh memasukkan Title dan ALT di WordPress.

Contoh memasukkan Title dan ALT di WordPress.

Juga pastikan bahwa setiap gambar mempunyai Title dan ALT yang berbeda.

Kalau kamu masih bingung dengan hal ini, ada baiknya kamu membaca materi khusus tentang optimasi gambar yang pernah saya ulas cukup panjang.

Jumlah Kata yang Digunakan di Dalam Artikel

Perhatikan situs-situs yang dominan muncul di SERP, selalu membahas materi secara komprehensif melalui artikelnya.

Rata-rata situs tersebut mempunyai 1.000 kata (words) atau lebih. Jadi, bolehlah kita menjadikan ini sebagai indikator, karena Google memang tidak pernah mengumumkan hal-hal seperti ini. Google hanya menyarankan para pemilik website untuk membuat konten berkualitas.

* * *

Memulai untuk menulis saja sudah tantangan. Apalagi dituntut untuk menulis konten berkualitas yang bisa dibilang tidak simple.

Berpikir membuat alur, merancang peletakan gambar, dll. Menguras waktu memang, tapi hasilnya sangat bagus. Tidak ada salahnya kamu membaca Sewa Jasa Penulis Konten, Perlu Atau Tidak?

5. Unsur-unsur Lainnya

Sebagai penutup, hal-hal ini juga penting untuk akmu perhatikan saat sedang mengoptimasi SEO Onpage, yang meski saya tempatkan di akhir, tidak menunjukkan bahwa prioritas hal-hal ini jauh berada di bawah. Mereka sama seperti unsur-unsur di atas yang harus diberikan porsi seimbang.

Meta Title dan Meta Description

Untuk seorang pemula, mungkin hal ini akan sedikit membingungkan. Yang perlu kamu lakukan hanyalah menginstall plugin bernama Yoast dan pelajari bagaimana cara kerjanya. Googling laaaahhh..

Setelah plugin ini terinstall, di setiap Add New Post akan ada metabox khusus di bagian bawah Editor untuk mengatur meta title dan meta description.

Ketika 2 unsur ini kamu maksimalkan (dengan diisi keyword atau variasinya), tentu hal ini akan jauh lebih baik daripada konten yang ngga punya meta sama sekali.

Density Lebih dari 1%

Buat yang belum tahu, density adalah pengulangan terms atau keyword di dalam konten. Saya termasuk yang mengimani bahwa faktor density ini memberikan kontribusi yang sangat bagus untuk reputasi halaman di mata Google.

Ada sebagian orang yang tidak peduli dengan hal ini, it’s fine. Beda pendapat itu biasa. Tapi yang pasti mayoritas konten yang saya produksi dan berada di posisi yang bagus di Google, mereka menggunakan teori density ini.

Ketika berbicara tentang variasi keyword seperti density, LSI, long tail, dll. Yang saya perhatikan adalah objeknya, jadi ngga mesti harus sama plek density atau terms berulangnya.

Paham ngga? Hehe.

Permalink yang Friendly

Permalink itu URL atau alamat slug dari konten di website kamu. Ini adalah URL http://vatih.com/kenalan/ dan yang saya cetak tebal itu adalah slug. Nah slug itulah yang harus friendly.

Permalink jangan panjang-panjang. Yang penting di dalam slug itu ada objek dari keyword. Bisa juga menggunakan seluruh keyword sebagai slug.

Misal keywordnya adalah cara mengelola keuangan keluarga, saya bisa menjadi permalink jadi 2 versi seperti ini:

  1. vatih.com/cara-mengelola-keuangan-keluarga
  2. vatih.com/keuangan-keluarga

Pada versi pertama saya menggunakan seluru keyword. Pada versi kedua saya hanya gunakan objek dari si keyword. Dua-duanya ngga masalah, boleh.

Kesimpulan

Alhamdulillah yang saya tunggu-tunggu akhirnya datang. Kita sampai pada kesimpulan, dan artinya saya bisa segera main Dota, hehe.

Ya udahlah, intinya kalau kamu masih bingung coba dibaca-baca lagi pembahasan materi ini dari atas. Dan kalau udah dibaca berkali-kali masih bingung juga, kamu bisa manfaatkan kolom komentar di bawah untuk ask me anything tentang SEO Onpage.

Semoga mangfangat.

MATERI BELAJAR SEO / Klik Untuk Membuka

Saat ini kamu membaca modul ketiga dari lima modul materi belajar SEO.

  1. MODUL 1 – SEO Basic: Apa Itu SEO?
  2. MODUL 2 – Riset Kualitas Keyword & Kompetitor
  3. MODUL 3 – SEO Onpage: Membuat Konten Berkualitas
  4. MODUL 4 – SEO Offpage: Membuat Backlink Berkualitas
  5. MODUL 5 – Evaluasi, Evaluasi dan Evaluasi
Magang 3 Bulan Untuk Hidup yang Lebih Baik

Insya Allah demikian. Udah kayak kampanye pilpres aja ya, hehe. Monggo yang tertarik bisa langsung baca selengkapnya.

You may also like
Persiapan SEO Untuk Website Berusia Dini
Sewa Jasa Penulis Konten, Perlu atau Tidak?
3 Comments
  • Mas Yayak Jun 21,2017 at 9:59 am

    Terima kasih sharingnya Gan. Masih terus belajar tentang coding, termasuk yang berhubungan dengan page speed. Salam

  • Diatma Abu Sarah Jun 20,2017 at 2:43 pm

    Bagus pembahasannya Mas.. Saya juga lagi belajar bikin Website.. Tapi saya masih bingung tentang H3, H4, H2.. Bisa dijelaskan lagi?

    Diatma Abu Sarah

    • Ibrahim Vatih Jun 20,2017 at 8:27 pm

      Bingungnya bagian apanya? H2 dst itu umumnya penanda untuk sub-bab baru di dalam artikel.

Yakin Ngga Mau Komen?

%d bloggers like this: