Search Engine Optimization

Studi Kasus Cara Menaikkan Keyword 2 Kata

0

Keyword dengan 2 kata umumnya adalah keyword utama yang otomatis tingkat persaingannya tinggi. Kali ini, saya mau berbagi pengalaman dari saya pribadi juga dari studi kasus santri di pesantren Sintesa.

Tadi, secara tak sengaja saya mendengar obrolan santri angkatan pertama dan angkatan kedua tentang teknik optimasi keyword. Santri yang bernama Into sedang menjelaskan pengalamannya melakukan optimasi. Santri asal Blora ini menjelaskan pengalaman yang juga mirip seperti apa yang saya lakukan.

Berikut ini proses yang juga bisa kamu pelajari.

Pilih Longtail Keyword

Semuanya dimulai dari longtail keyword alias keyword turunan. Dalam studi kasus kali ini, ambil contoh ingin optimasi “hiasan kamar” sebagai keyword utama.

Well, membuka keyword sebenarnya sesuatu yang ‘terlarang’ di dunia SEO, hal yang wajar bukan jika seseorang tidak ingin menambah kompetitor? Tapi tidak apa-apa untuk pembelajaran ini, semoga bisa bermanfaat.

Screen Shot 2015-08-19 at 4.58.17 PM

Web yang menjadi tempat untuk optimasi keyword adalah satujam.com

Sebelumnya, kita validasi dulu seberapa banyak tingkat pencarian bulanan untuk keyword “hiasan kamar”. Setelah dicek di Google Keyword Planner, keyword ini mempunyai potensi pencarian sebanyak 4.440 setiap bulan. Artinya, potensi traffic harian yang bisa diperoleh sekitar 148 visitor, dengan catatan masuk ke 3 besar di halaman satu Google.

Hasil riset keyword "hiasan kamar".

Hasil riset keyword “hiasan kamar”.

Sementara tidak perlu dibahas bagaimana kondisi kompetitor di halaman 1. Kita fokus pada teknik yang dilakukan.

Pada gambar di atas, ada banyak sekali longtail keyword yang muncul dari keyword “hiasan kamar”, dalam gambar terlihat ada 33 longtail keyword atau keyword turunan.

Optimasi Longtail

Kuncinya, tentukan dulu keyword turunan apa yang ingin kamu pilih dan ingin kamu masukkan ke dalam konten kamu. Dalam kasus ini, saya ingin memasukkan “hiasan untuk kamar” sebagai longtail keyword.

Longtail keyword tersebut ada yang cari.

Longtail keyword tersebut ada yang cari.

Perbandingan potensi traffic yang sangat njomplang antara “hiasan kamar” dan “hiasan untuk kamar” yang mana potensi utama ada di angka 4000, sedangkan satunya hanya 170, per bulan.

Jangan ngotot mengoptimasi keyword utama, sebaiknya optimasi dulu keyword turunan. Salah satu caranya adalah dengan membangun anchor text di situs-situs berkualitas, seperti forum, komentar di situs yang sudah bagus, dll. Bisa pelajari materi tentang backlink berkualitas.

Closing

Setelah keyword turunan berhasil dioptimasi (masuk ke halaman satu), maka kita akan mendapat beberapa benefit berikut ini:

  1. Mempunyai organic search (pasti), Google suka.
  2. Mendapat pageviews, Google suka.
  3. Mendapat pengunjung yang stabil, meski kecil, Google suka.

Efeknya apa? Insya Allah jadi lebih mudah untuk optimasi keyword utama. Di bawah ni adalah hasil akhir dari proses optimasi.

Screen Shot 2015-08-19 at 5.18.39 PM

Saya mendapat 226 pengunjung dari 1 artikel itu sampai tulisan ini saya buat (jam 17.00), kalau dicek statistik hari sebelumnya, jumlah pengunjung artikel itu ada di angka 374. Lumayan, mengingat jika merujuk dari data Keyword Planner, potensinya hanya 148 per hari.

Sedangkan Into sendiri berhasil menerapkan strategi ini untuk keyword yang mempunyai pencarian sebanyak 49.000 per bulan atau potensi 1600 per hari, hanya dari 1 konten. Keywordnya apa? Rahasia dong, huehe.

Tapi, sebelum menjalankan optimasi dengan strategi ini pastikan dulu bahwa website kamu sudah mempunyai kriteria seperti berikut ini:

  1. Domain sudah cukup umur, idealnya sudah 6 bulan.
  2. Konten sudah banyak yang terindex.
  3. Mempunyai backlink homepage yang bagus, kuat.

Semoga bermanfaat :)

Ingin mendapat kabar setiap kali ada artikel menarik seperti ini? Daftarkan email kamu melalui form di bawah.

[subscribe-by-email-form autopt=”true”]
Magang 3 Bulan Untuk Hidup yang Lebih Baik

Insya Allah demikian. Udah kayak kampanye pilpres aja ya, hehe. Monggo yang tertarik bisa langsung baca selengkapnya.

You may also like
Apa Itu Naked URL?
Riset Kualitas Keyword dan Kondisi Persaingan Kompetitor

Yakin Ngga Mau Komen?

%d bloggers like this: