Search Engine

Studi Kasus Naikkan Kata Kunci Populer Hanya dalam Beberapa Hari

Di pelajaran kali ini saya akan kasih data-data yang sebenarnya ‘tidak boleh dibagikan’, dan kebanyakan optimizer cenderung merahasiakannya. Saya akan sertakan screenshot kata kunci yang saya gunakan dan di mana saja saya menanam backlink anchor textnya. (baca: Efektif Membuat Anchor Text)

Riset Kata Kunci

Hal pertama yang saya lakukan (dan juga dilakukan oleh mayoritas optimizer) adalah mencari tahu seberapa banyak kata kunci tersebut dicari setiap bulannya. Ya pasti menggunakan Google Keyword Planner.

Saya ingin menembak kata kunci Cara Memotong Video untuk situs sekaligus startup baru saya Cara Media.

Cara Memotong Video

Hasil riset di Google Keyword Planner

Riset Kompetitor

Langkah kedua sudah pasti cek seberapa tinggi persaingan di SERP (baca: Apa Itu SERP?). Dari 10 yang muncul di halaman pertama, sangat minim persaingan, terlihat dari kekuatan website yang muncul di sana masih jauh dari standar persaingan SEO. Silahkan dicek menggunakan MOZBar atau bisa baca Cara Mengetahui Tingkat Kesulitan Kata Kunci.

Optimasi Onpage

Prosedur ketiga, membuat konten tidak boleh sembarangan. Unsur-unsur onpage (meskipun sederhana) harus diperhatikan, supaya readability (tingkat keterbacaan) bisa sesuai algoritma Google dan tetap bisa dipahami oleh manusia.

Jangan pernah mengulang kata kunci dalam mengoptimasi onpage. Tidak ada kata “video” yang muncul lebih dari 1 kali di setiap unsur onpage yang tampil di SERP (yaitu judul, permalink, dan deskripsi).

Kalau kamu cek meta-description yang saya gunakan, maka akan tampil seperti berikut:

“Ingin tahu bagaimana cara memotong video menggunakan movie maker atau program sejenisnya? Silahkan pelajari caranya di sini.”

Menanam Backlink

Strategi membangun backlink merupakan tahap keempat. Yang saya gunakan adalah strategi semantically relevant keyword yang merupakan turunan dari backlink diversity. Saya belum pernah bahas tentang backlink diversity di Revorma, insya Allah segera.

Saya membangun backlink di situs-situs ini, yang berada di dalam kurung adalah anchor text yang saya gunakan;

  1. Indowebster (Software Pemotong Video)
  2. html-generator.weebly.com (Memotong Video)
  3. detektif007.blogspot.com (Software Pemotong Video)

Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya, tidak perlu banyak backlink untuk mengangkat konten ke halaman satu. Cukup 3 backlink, kalau masih kurang, tambah lagi jadi 5 atau 10.

Hindari exact match keyword secara berlebihan. Maksudnya langsung menembak anchor text menggunakan keyword, seperti langsung membuat Cara Memotong Video sebagai anchor text.

Perkuat Social Signal

Sama seperti backlink diversity, pembahasan mengenai social signal juga belum pernah ada di Revorma, dan akan saya bahas juga segera. Tapi intinya, ada 3 situs jejaring sosial yang bisa ikut menaikkan peringkat konten website. Facebook, Twitter, dan Google Plus.

Dalam kasus ini, saya hanya perkuat di Facebook dan Google Plus.

Dengan membuka ruang diskusi di Facebook, akhirnya terjadi konversi traffic (meski tidak banyak), tapi terbukti menambah like di konten Cara Memotong Video. Saat tulisan ini saya tulis, ada 13 orang yang like konten itu. Interaksi bisa dilihat di sini, kalau tidak bisa lihat berarti bukan mutual friends.

Melempar topik harus cerdas, supaya terjadi interaksi, dan konversi traffic juga like.

Melempar topik harus cerdas, supaya terjadi interaksi, dan konversi traffic juga like.

Di Google Plus, ada 4 akun yang memberikan plus, itupun akun pribadi dan beberapa akun peliharaan saya. Sekedar menambah poin. Lumayan. Salah satunya saya post di sini.

Hasil Optimasi

Setelah melalui serangkaian proses;

  1. Riset keyword. Ada 3,600 pencarian setiap bulan. Ini wow sekali.
  2. Membuat konten dengan sentuhan optimasi Onpage sederhana.
  3. Menanam backlink diversity (anchor text) di 3 tempat.
  4. Memberi sedikit social signal.

Hasilnya, hanya dalam 2 hari, konten itu sudah merangsek di halaman dua.

Hasilnya sudah muncul di halaman 2 hanya dalam waktu 2 hari.

Hasilnya sudah muncul di halaman 2 hanya dalam waktu 2 hari.

Di hari pertama, beberapa jam setelah konten dibuat, dan setelah melalui proses optimasi backlink (saat itu baru 1 backlink), konten tersebut masih berada di halaman 5. Sayang belum sempat saya screenshot.

Dari hasil studi kasus kali ini, jika saya ingin maksimal masuk ke halaman satu, saya cukup menambah jumlah backlink menjadi 5 atau 10.

Demikian, semoga bermanfaat.

Note: Menemukan kata kunci populer yang minim pesaing itu seperti menemukan harta karun. Kalau kamu sudah mahir riset kata kunci, insya Allah akan ada banyak sekali kata kunci seperti ini.

Gabung Telegram Saya

Ada banyak insight singkat-menarik yang saya tulis di channel Telegram, tapi ngga ada di blog ini karena emang khusus buat catatan-catatan yang singkat-padat-jelas. Gabung sekarang.

You may also like
Apa Itu Anchor Text?
Bagaimana Cara Supaya Website Terindex Google dengan Cepat?
2 Comments
  • […] Anda bisa baca Apa Itu Keyword Diversity? untuk memahami lebih rinci. Di posting sebelumnya, saya pernah bahas studi kasus mengoptimasi kata kunci Cara Memotong Video. (Studi kasusnya bisa Anda baca di sini: Studi Kasus Naikkan Kata Kunci Populer Hanya dalam Beberapa Hari) […]

  • […] Anda bisa baca Apa Itu Diversity Keyword? untuk memahami lebih rinci. Di posting sebelumnya, saya pernah bahas studi kasus mengoptimasi kata kunci Cara Memotong Video. (Studi kasusnya bisa Anda baca di sini: Studi Kasus Naikkan Kata Kunci Populer Hanya dalam Beberapa Hari) […]

Yakin Ngga Mau Komen?

%d bloggers like this: