Bagaimana agar terbebas dari buhul yang ditanam orang lain?

Home Forums Diskusi Bagaimana agar terbebas dari buhul yang ditanam orang lain?

This topic contains 3 replies, has 2 voices, and was last updated by  Ibrahim Vatih 7 months ago.

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • Author
    Posts
  • #4297

    Abu Ata
    Participant

    Assalamu’alaikum. Ayah dan Ibu saya berpisah sejak saya umur 7 tahun. Salah satu penyebabnya adalah Ayah terlibat dengan dunia “lain” katakanlah syirik, yang menjadikan ketentraman hidup rusak parah.

    Ibu saya sakit sejak sebelum berpisah. Jadi sangat lama. Ketika ditanya tepatnya kapan Ibu saya mulai sakit? Maka jawabannya sejak saya belum bisa mengingat. Ketika saya bisa mengingat, yang saya tau Ibu saya sudah sakit-sakitan.

    Tahun 2014, Ibu akhirnya di ruqyah di Lombok. Karena berobat di RSSA Malang, dokter kesulitan mendiagnosa penyakit. Sakitnya berupa kulit terbakar hampir seluruh tubuh. Alhamdulillah, setelah ruqyah itu, ada 2 yg ditemukan: di lambung dan tulang ekor. Keadaan Ibu setelah itu berangsur membaik. Hanya masih meninggalkan gatal di kepala saja sampai sekarang.

    Beberapa hari yang lalu, ada pedagang madu betandang ke rumah. Ketika masuk, ia seperti tersentak kaget. Menurutnya (pedagang madu tsb), ada buhul di tanam di depan pintu. Sudah sangat lama.
    Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara agar terbebas dari buhul yang ditanam orang di depan rumah kami? Bagaimana menjaga keluarga dari hal-hal yang seperti ini? Dan bagaimana menolong Ayah saya untuk meninggalkan kesyirikan?

    F. Magetan

    #4317

    Ibrahim Vatih
    Keymaster

    Wa’alaikumussalaam

    1. Apa yang dikatakan pedagang madu itu jangan mutlak diyakini seperti itu.

    2. Jika tinggal di rumah yang dulu ayah juga bertempat di situ, maka dengan latar belakang ayah seperti itu (dugaan kuatnya) rumah itu memang dipasangi berbagai hal yang terkait dengan keklenikannya. Yang ini lebih bisa dijadikan sebagai acuan dalam tindakkan.

    3. Buat air yang sudah dibacakan ruqyah syar’iyyah jika ada campur dengan tumbukkan/blenderan daun bidara. Pakai untuk:

    – Mandi rutin. Daun bidaranya bisa dipakai untuk creambath.
    – Minum rutin.
    – Dipercikkan/disemprotkan ke sekeliling rumah, terutama bagian depan pintu, pojok-pojok dan tengah-tengah rumah.

    4. Jadikan keberadaan hewan-hewan buruk (misal: tikus, cicak/tokek, kecoa) sebagai patokan pengaruh bacaan dan air ruqyah tersebut. Jika berkurang maka berkurang juga kekuatan/keberadaan yang buruk itu.

    5. Terkait dengan ayah:

    – Doakan sesering mungkin
    – Bacakan Al-Baqoroh yang ditujukan bacaan itu kepada beliau.
    – Coba ajak dialog atau diantarkan kepada orang yang lebih paham menjelaskannya.

    #4321

    Abu Ata
    Participant

    Sebelumnya, trima kasih atas jawabannya. Mengenai buhul yang konon ditanam seseorang di depan rumah itu, menurut saran penjual madu, Ibu diminta untuk menyiapkan 7/9 daun sirih diremas dalam air, kemudian air tersebut ditabur ke pintu masuk pagar depan rumah. Kemudian Ibu disuruh membuang daun sirih tersebut pada air yang mengalir dengan posisi membelakangi air yang mengalir.

    Jadi keluarga kami dari pihak Ibu memang awam dg “dunia keghoiban”. Bertahun-tahun Ibu sakit, kami tidak terfikir ke arah apakah itu tenung dan sejenisnya. Kami pikir sakit medis saja. Baru ketika kami anak-anaknya beranjak dewasa, dan sakit Ibu sampai seperti kulit terbakar itulah kami mulai menyadari. Tapi sekarang Ibu jg Ayah saya posisi di Bima, saya di Jawa. Ibu percaya dan manut saja dengan arahan pedagang madu tersebut.

    Setelah kejadian tersebut berlalu, baru saya mengetahui dari cerita ibu via telpon. Yang ingin saya tanyakan,apakah langkah2 sebagaimana yang dikatakan penjual madu tersebut adalah bagian dari ruqyah syar’iyah? Kalau tidak, apakah ada tindakan lain yang harus kami lakukan selain yang telah disampaikan Mas Vatih di atas?

    #4327

    Ibrahim Vatih
    Keymaster

    Saya belum pernah tahu praktek yang diajarkan sama si penjual madu. Menurut saya itu bukan termasuk syar’iyyah.

    Insya Allah cukup dengan yang sudah saya sampaikan di atas, dicoba dulu.

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)

You must be logged in to reply to this topic.