Wajah Pendidikan Indonesia

Tidak bermaksud menggeneralisir, hanya mencoba melakukan reminding tentang gambaran umum wajah pendidikan Indonesia saat ini. Siapa yang seharusnya disalahkan dalam permainan ini? Muridnya yang bodoh atau gurunya yang tak bisa mengajar?

Kepuasan Dalam Menjalani Episode Kehidupan

Saya bangga memiliki teman seperti dirinya, seorang yang baik hati yang selalu peduli akan setiap orang yang ia kenal. Dalam kondisi bagaimanapun, karakter kuat yang melekat dalam jiwanya adalah; Tidak pernah pelit terhadap siapapun dan membuat orang lain tersenyum saat melihatnya.

Petualangan Satu Hari Di Surabaya

Menikmati perjalanan di atas kereta Sancaka Eksekutif. Untuk kedua kalinya dalam hidup saya menaiki kereta kelas ini. Bagus dan terdengar sedikit norak

Berlarian Mengejar Sancaka Pagi

Pagi ini, saya berangkat menuju Stasiun Gubeng dari rumah saya di daerah Wiyung (Surabaya Barat). Yang juga berangkat bersama ibu, ayah dan adik saya (Hanna). Ayah yang sekalian ingin ngantor dinas, juga ikut berangkat lebih pagi dari biasanya, karena ingin mengejar Sancaka yang berangkat pukul 07.00. Dan parahnya adalah, kami berangkat ke Stasiun pukul 06.15. Tau sendiri, bagaimana kondisi jalan di seluruh Kota Surabaya pada jam-jam seperti ini. Padat.

Menikah Usia Muda Menjadi Problema

Peran orang tua di dalam urusan menikah muda cukup signifikan, banyak yang mendukung tapi tidak sedikit yang menolak. Padahal dalam Islam, seorang anak hanya dibatasi oleh dua periode. Dari bayi hingga baligh, dan dari baligh hingga tutup usia.

Talkshow Remaja Muslim Bareng FIG

Penampilan pertama yang disaksikan lebih dari 400 pasang mata. Benar-benar membuat dada ini bergetar. Kikuh. Hanya kalau tidak pernah dimulai maka tidak akan pernah bisa merasakannya. Dan kini saya telah merasakannya.

Hidup Untuk Berusaha & Berkarya

Saya sadar dengan sangat bahwa membantu orang adalah perbuatan mulia, apalagi ini terkait dengan ilmu yang alhamdulillah saya sedikit menguasai. Melepaskannya begitu saja juga bukan karena tak ada keinginan untuk membantu mereka. Lebih karena prioritas hidup dan menjalankan istiqomah sekuat mungkin.

Kenangan Dalam Setiap Episode

Tak bisa dilupa saat-saat indah. Semua cerita mungkin kini hanya tinggal kenangan. Harus pergi meninggalkan di dalam sepi. Bukan ingin untuk menyakiti perasaan. Maafkan. Yang tak bisa menunggu. Lupakan saja selamanya. Tidurlah. Sambutlah pagi nanti dengan raut tersenyum. pergilah dengan segenap rasa. Kini tiba saatnya harus berpisah.