16 April 2012

Jual Buku Islam Liberal 101

"..Buku Islam Liberal 101 membuat banyak kaum Liberal kebakaran jenggot, dan membuat banyak orang penasaran tentang isi buku ini, hingga akhirnya buku ini dipaksa untuk cetak ulang berkali-kali..."

Ya, siapa yang ngga tau tentang buku ini. Sepertinya ini buku akan jadi salah satu buku laris sepanjang masa.

Berminat untuk beli?
Bisa COD sekitaran Kampus UPN Yogyakarta
Bisa kirim via JNE

Harga Rp50.000 belum ongkos kirim.
CP: 0856 556 220 35 (Ibrahim Vatih)

  • Fimadani menyajikan artikel dan berita keislaman yang Insya Allah bermanfaat.
    www.fimadani.com
  • Ingin membangun bisnis online? Jangan anggap remeh kekuatan Facebook.
    www.vatih.com
  • Review singkat tentang MacBook Pro
    www.vatih.com

Kalau dalam kebanyakan buku, testimoninya itu datang dari orang-orang yang sealiran dan sepemikiran, naha kalau untuk buku ini testimoninya justru secara tak langsung datang dari musuh-musuhnya. Menunjukkan betapa ‘mengganggunya’ buku ini bagi mereka. Berikut ini adalah tanggapan para Liberalis di Twitter:

Tweet inilah yang menunjukkan dengan jelas bahwa yang sedang dibicarakan oleh Guntur Romli memang buku “Islam Liberal 101″ dan penulisnya, yang memiliki akun Twitter dengan nama @malakmalakmal (oleh Guntur dipelesetkan menjadi malak malak). Sekali lagi, Guntur menunjukkan ketidakakuratannya, karena buku “Islam Liberal 101″ tidak memuat daftar orang liberal dan isinya tidak semata-mata copy-paste dari web dan twitter. Hal semacam ini (baca: asbun) telah menjadi kelaziman, bahkan semacam ‘kebiasaan intelektual’ bagi Guntur Romli.


Luthfi Assyaukanie (ID Twitter: @idetopia) ikut mencela penulis buku “Islam Liberal 101″ dengan candaan yang membuat kita semakin mempertanyakan intelektualitas mereka. Pada akhirnya, baik Luthfi yang bergelar doktor maupun Guntur yang tak lulus kuliah sama-sama tidak berhasil menunjukkan satu fakta ilmiah pun dari apa yang dibicarakannya. Meskipun terlihat seolah-olah sedang bercanda, namun cara-cara kotor yang digunakannya menunjukkan bahwa ada perasaan tertekan yang tersembunyi. Mengapa begitu takutnya pada buku “Islam Liberal 101″, sampai-sampai harus menempuh jalan ini?


Bagi Nong Darol Mahmada (istri Guntur Romli), #IndonesiaTanpaJIL sangat jauh di luar ekspektasinya. Sebenarnya respon ini sangat terlambat. Ini menunjukkan bahwa JIL memang tidak pernah serius menanggapi suatu isu, termasuk wacana pembubaran organisasinya sendiri, meski wacana itu sudah berkembang sangat pesat.

Setidaknya, kawan-kawan #IndonesiaTanpaJIL boleh berbangga hati karena bisa membuat Nong takjub. Padahal gerakan ini tidak di-backup dengan dana besar seperti JIL


Komentar Nong Darol Mahmada yang satu ini justru menelanjangi pemikirannya sendiri. Karena #IndonesiaTanpaJIL nampak begitu sistematis dan rapi, lantas ia mengira bahwa gerakan ini adalah proyek, yang tentu memiliki penyandang dana, proyeksi keuntungan dan bagi hasil. Beginilah cara berpikir JIL yang konon anggota-anggotanya sangat mahir ‘membuat proposal’. Bagi mereka, semuanya adalah proyek, lantas mereka mengira semua orang berpikir dengan cara yang sama seperti mereka.


Di sini, Nong Darol Mahmada nampaknya tengah mendiskreditkan Noor Al Kautsar (Ucay), vokalis band Rocket Rockers, yang belum lama ini membuat video testimoninya untuk #IndonesiaTanpaJIL. Tanpa membuang waktu, Nong pun menyindir “Islam Liberal 101″ dan penulisnya sekaligus.

Seperti biasa, hanya ejekan. Tak ada argumen di sini.


Inilah komentar Nong Darol Mahmada terhadap penulis buku “Islam Liberal 101″. Menurutnya, “Islam Liberal 101″ hanya ditulis berdasarkan ‘katanya dan katanya’. Padahal, semua yang pernah membacanya pasti dapat menemukan referensi yang disajikan lengkap di catatan kaki dan daftar pustakanya. Beginilah aktivis JIL mendoktrin para pengikutnya agar terus meyakini bahwa di luar JIL tak ada lagi orang intelek. Kenyataannya, tweet Nong inilah yang mengungkap minimnya tradisi intelektual di kalangan aktivis JIL.


Setelah sekian banyak orang menulis buku, makalah dan artikel ilmiah untuk mengkritik JIL, beginilah cara Saidiman mendoktrin para follower-nya untuk percaya bahwa semua itu hanya argumen. Dalam hal ini, Saidiman telah bertindak jumud, tidak berpikiran terbuka, dan jelas ia tidak pernah membaca buku-buku yang mengkritisi JIL tersebut.


Beginilah cara Guntur Romli mengejek penulis buku “Islam Liberal 101″. Pertama, ia katakan bahwa sang penulis tidak bisa mengaji (apa batasan ‘mengaji’?). Kedua, dikatakannya juga bahwa ia sekolah di jurusan sekuler (padahal S2 di jurusan Pemikiran dan Pendidikan Islam). Ketiga, dituduh ingin dianggap ustadz (buat apa?). Keempat, disebut mencari ‘cara cepat’ dengan cara menyerang JIL (padahal sudah membahas JIL di blog-nya sejak sekitar tahun 2005). Tidak ada satu pun tuduhannya yang bernilai ilmiah. Beginilah Guntur Romli, yang pernah kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, tapi tentu saja tidak sampai lulus.


Berikutnya, Guntur Romli menuduh bahwa buku “Islam Liberal 101″ hanya copy-paste dari isi web JIL dan Twitter. Tuduhan ini menunjukkan bahwa Guntur memang tidak pernah membaca buku yang sedang dibicarakannya. Lagipula, jika memang web JIL dikutip untuk dijadikan referensi, apa salahnya?

Catatan Lainnya: