25 November 2010

Menulis Itu Mudah | King Vatih

“Aku pengen banget nulis. Idenya sih sudah ada, tapi selalu bingung cara menuangkannya.”


Banyak dari kita yang mungkin juga mengalami sambatan seperti di atas.
Mempunyai banyak hal yang ingin diceritakan. Mulai dari ide, pengalaman, gagasan, opini dan niatan untuk berbagi.

Lantas ketika mata sudah tertuju pada layar dan tangan sudah berada pada keyboard, kita malah bingung ingin memulai dari mana.

Klise.

Begini.., kalian pasti pernah berbincang banyak hal pada seorang teman atau sahabat. Di sana kalian menuangkan banyak cerita melalui kata-kata, berbagi, mengemukakan pendapat.
Nah, apa yang kalian rasakan ketika bercerita pada seorang teman itu? Pastinya hasrat yang besar untuk terus berbicara, terus bercerita. Mengingat kembali kejadian yang ingin diceritakan dan menyampaikan pada si teman tersebut.

Begitulah seharusnya menulis. Menuliskan apa adanya, menuliskan apa yang ada dalam pikiran saat itu juga, dan menggunakan bahasa ala kita sendiri.

Tak perlu menuliskan dengan bahasa-bahasa yang kita sendiri susah mengucapkannya.

Bagaimana jika banyak paragraf atau bagian yang tidak nyambung?

Sebagai seorang yang tidak biasa menulis, itu adalah wajar. Tetaplah menulis hingga dirasa cukup. Yang penting tulisan kalian sudah jadi. Tulisan kalian sudah ada. Dan ini sudah merupakan sebuah nilai tambah untuk kalian.

Setelah tulisan itu rampung, kalian bisa melakukan eksplorasi kata-kata. Langkah ini biasa disebut dengan proses editifikasi atau revisi. Yakinlah bahwa dari tulisan yang awalnya terkesan tidak nyambung itu akan menjadi sebuah cerita yang apik.

Ya, menulis bukanlah sebuah langkah sekali jadi. Menulis adalah proses untuk menyampaikan cerita dalam bentuk kata-kata. Disitulah asiknya menulis. Jangan lupa bahwa ada proses editifikasi di sana.

Hilangkan anggapan bahwa tulisan kita adalah tulisan dengan kualitas rendah. Jika anggapan itu terus dipendam alamat tak akan ada tulisan-tulisan yang kalian hasilkan.

Buat kalian yang catatan Facebooknya masih kosong, atau yang memiliki blog pribadi namun masih minim tulisan, cobalah untuk mengisinya dengan hal-hal sederhana, macam kegiatan keseharian. Tuliskan di sana seperti ketika kalian bercerita pada seorang teman. Mengalir apa adanya.

Kata salah seorang senior saya:

“Tidak ada alasan untuk berhenti menulis.”