20 Januari 2013

Sami Yusuf Syiah?

"..Banyak yang mengatakan bahwa Sami Yusuf adalah seorang Syiah, benarkah demikian? Mungkin penjelasan ini bisa sedikit menjawab..."

Beberapa waktu lalu, saat adik saya menggelar pesta pernikahannya, semua sanak-saudara berkumpul. Seperti biasa, kami semua (sepupu-sepupu) selalu berdialog, mulai dari yang ringan hingga high class. Hasimilikiti!

Umar melempar tanya di tengah-tengah manusia yang saat itu sedang hening jeda pembicaraan. “Sami Yusuf lahirnya di Iran, ada yang tau ngga?” kompak semua mata mengarah padanya. Ada yang menyahut, yang bener lu?, Sotoy lu!Ngga tau gue.

Saya menimpali, “Lagu-lagunya ada yang berbahasa Urdhu,” Bahasa Urdhu atau Farsi adalah bahasa nasional Iran yang juga dipakai oleh beberapa masyarakat di negara sekitarnya. Saya kembali berkata, “Dulu dia di Awakening Records, sekarang udah didepak. Setau gue, Awakening Records itu yang punya orang Ikhwanul Muslimun (Sunni), bisa jadi karena itu. Sekarang dia di EMT, semacem lembaga sosial.”

Ada yang menimpali, “Terus harus gimana nih? Lagu-lagunya bagus, ngga ada yang aneh kayaknya.”

* * *

Beberapa waktu kemudian, saat pesta pernikahan dan momen liburan sudah berakhir juga ketika semua sudah kembali ke daerah masing-masing, sambil menulis berita, saya kembali teringat pembicaraan dengan mereka dulu. Akhirnya saya coba menulusuri berbagai informasi yang ada di internet. Ada banyak fakta yang saya dapatkan.

Selama ini saya tahu bahwa Sami Yusuf memang warga negara Iran namun menetap di Inggris. Kedua orangtuanya adalah seorang Azeris, sebutan bagi warga negara Azerbaijan, namun mereka tinggal di Iran. Sami Yusuf lahir dan besar di Iran, sempat menempuh pendidikan juga di Iran.

Lagu-lagu yang dia ciptakan awal mulanya didominasi dengan bahasa Urdhu, tapi lagu-lagu itu tidak disebar ke negara-negara Arab karena segmen bahasanya tidak tepat, banyak orang yang tidak tahu tentang ini. Kemudian lagu-lagunya diterjemahkan ke bahasa Arab, dan juga Inggris, barulah orang mengenal Sami Yusuf, dan boom!

Tampan (seperti saya, he), suaranya merdu, handal menggubah lagu, gaya bermusiknya belum pernah saya jumpai pada musisi lainnya di seluruh dunia. Semua lagu Sami Yusuf memiliki karakter yang kuat dan menghipnotis.

Beberapa orang mengatakan dia Sufi, dan bukan Imamah ataupun Rafidhah.

Dan di tengah penelusuran, saya mikir, apakah Maher Zain juga ada kecenderungan Syiah? Dia keturunan Lebanon yang berdomisili di Swedia. Penganut Syiah di Lebanon lumayan tinggi, sebanding dengan Sunni, sering terjadi konflik di sana. Tapi Maher Zain masih diterima di Awakening Records yang Sunni. Bingung kan? Hasembuh lah.

Kesimpulan Pribadi

Dicatet ya, ini kesimpulan saya pribadi yang sudah hasembuh tentang mereka. Saya ingin memberikan sample sederhana. Selama ini kita, atau mungkin hanya saya, mengambil nilai positif dari lagu-lagu Coldplay, Owl City, YUI, dan lainnya, padahal lebih nyata tentang kekafiran mereka. Saya ulang, positifnya (kasih garis bawah).

Lagu Sami Yusuf yang berjudul Asma Allah cukup empuk didengar sekaligus menemani aktifitas saya dalam bekerja. Juga lagu-lagu lainnya yang mengkampanyekan nilai-nilai moral, sosial, serta kemanusiaan. He Is There, Healing, dan lainnya.

Saya pribadi menolak ajaran Syiah yang salah kaprah itu. Tauhid mereka sudah rusak. Membunuh adalah hobi, berdusta adalah anjuran, kultus dan syirik adalah ajaran inti. Saya pikir dari situ saja sudah bisa kita simpulkan, right?

Btw, kalau kamu ngga puas sama catatan saya yang ngga banget ini, bagusnya cari info sendiri di Google. Sudah banyak yang bahas, terutama dari kawan-kawan Salafy. Judul yang mendominasi di halaman Google adalah, “Maher Zain Masuk Surga, Sami Yusuf Masuk Neraka”, sounds extreme.

Demikianlah akhir dari catatan ini.

NOTE: Isi harimu dengan membaca atau mendengarkan Al Quran, jangan sampai musik mendominasi. Target minimal baca setengah juz sebelum memulai aktifitas. Saya menikmati musik, tapi Al Quran tetap utama.

Catatan Lainnya: