7 April 2011
Udung Family on Sunday Morning
Pada sabtu malam, kami semua sudah sepakat untuk bertemu dan berkumpul di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada.
Aku menerima sms dari Tarie yang ngajak ketemuan bareng sama yang lain di TKP. Mba Suri yang nginep di Kos Tarie ngajak kami semua ngumpul, ngobrol dan jalan bareng.
Mba Suri sendiri menghubungi Dzi yang sedang berada di alamnya sana. Mengajaknya untuk ikut bergabung pada hari minggu pagi.
Malam itu aku sendiri sedang berada di Jogja Expo Center mengikuti kompetisi Winning Eleven yang sudah kumulai sejak jam 2 siang, dan tinggal menyisakan beberapa pertandingan lagi untuk masuk pada 32 besar. Tapi sayang, kalah di akhir-akhir pertandingan.
Dari Jogja Expo Center langsung pulang ke rumah Fat-han, dan istirahat (bermalam) di sana.
Pagi harinya setelah sholat subuh, aku segera mempersiapkan onderdil untuk nongkrong di Sunmor.
Kami semua sepakat untuk berkumpul jam 6 pagi. Mengendarai motor sambil mengenakan mantel, karena memang pagi itu diguyur gerimis rintik-rintik.
Aku, Tarie, dan Mba Suri sampai di Maskam hampir bersamaan. Masih menunggu Dzi yang lagi jogging menuju Maskam.
20 menit kemudian Dzi bergabung bersama kami. 4 manusia udung telah berkumpul sekarang. Langsung jalan-jalan sampai akhirnya nemu warung yang keliatannya enak (padahal semuanya enak), berhenti di sana dan mesen makanan masing-masing. Mba Suri nasi pecel, Aku nasi opor, Tarie lontong opor, Dzi nasi opor (bener ngga Dzi? he).
Sambil nyarap pagi, sambil ditemenin bencong-bencong nakal. Nyanyi pake suara sangau, gatel dengerinnya. Gatel pengen nyiram pake sambel maksudnya, hehe. “Hai ganteng, hai cantik..” Hoek! Mana maennya keroyokan. Udah banci, bawa pasukan pula. Deuh, Kacau!
Ngga lama, gerimis makin lebat, sambil ngobrol, cerita-cerita. Poko’e menggila di Minggu Pagi.
Dzi lagi berbaik hati, traktir kita-kita, yuhuuu..
Setelahnya langsung jalan lagi. Tarie nyari rok, Mba Suri milih-milih celana panjang, cuma dipilih sama diliatin duang, ngga dibeli, haha. Aku beli kacamata keren, hihi. Dzi cuma ngeliatin yang laen makin gila.
Yo poko’e ngono lah. Seru lah. Asik lah.
Berakhir dengan do’a kafaratul majalis.
Kapan-kapan lagi, kan? ^__^