WordPress

Manfaat Menggunakan Child Theme

Pembahasan kali ini cukup menarik dan perlu untuk dipahami. Saya akan bahas manfaat ini dari dua sisi, yaitu sisi pembuat (developer) dan sisi pengguna (user). Termasuk bagaimana cara menerapkannya.

Manfaat Bagi Pengguna

Sebagai orang yang belum mengerti pemrograman, atau sudah mengerti tapi tidak punya waktu untuk membuat theme, akan lebih memilih menggunakan theme yang gratis atau juga premium, tergantung selera.

Dan sebuah kesalahan yang fatal jika setelah membeli theme, kamu langsung merombak pemrogramannya di theme utama (parent). Yang harusnya kamu lakukan adalah membuat Child Theme dari theme yang sudah kamu beli. Mengapa? Jika suatu saat ada update fitur atau perbaikan dari developer, kamu tidak perlu khawatir theme yang sudah kamu rombak menjadi hilang.

kamu bisa lanjut membaca tulisan ini, cara menggunakan Child Theme bisa kamu baca di bagian akhir.

Manfaat Bagi Pembuat

Teknologi semakin berkembang, para pengguna juga sudah mulai banyak yang tahu manfaat Child Theme. kamu sebagai developer tidak boleh kudet (kurang update), harus bisa memenuhi permintaan pasar.

Biasanya, pengguna mencari theme yang support fitur Child Theme. Alasannya simple, seperti yang sudah dijelaskan di atas. Mereka tidak ingin CSS atau file lain yang sudah mereka rombak menjadi hilang karena tertumpuk oleh file dari theme yang diupdate.

Menggunakan Child Theme

Untuk membuat Child Theme cukup simple. Di dalam theme directory atau wp-content/themes, kamu cukup membuat folder baru (bebas memberikan nama folder tersebut) dan membuat file style.css. Ini adalah satu-satunya file yang wajib ada untuk membuat Child Theme.

Ini adalah kode stylesheet yang perlu kamu pasang di bagian paling atas di style.css

/*
Theme Name: Revorma Child Theme
Theme URI: http://revorma.com/child-theme
Description: Ini adalah Revorma Child Theme
Author: Ibrahim Vatih
Author URI: http://vatih.com
Template: revorma
Version: 1.0.0
*/

@import url(“../revorma/style.css”);

kamu bisa mengganti setiap baris kode di atas. Yang wajib ada dalam baris di atas hanya Theme Name dan Template. Template di sini adalah direktori dari Parent Theme, dalam contoh ini saya menggunakan revorma. Jika kamu ingin membuat Child Theme untuk theme yang memiliki nama direktori twentythirteen, maka kamu harus menggunakan twentythirteen sebagai Template.

kamu juga perlu menyesuaikan bagian @import url(“../revorma/style.css”);

Child Theme sudah jadi, semua yang ada pada Child Theme secara otomatis akan melakukan override script yang ada pada Parent Theme. Mulai dari style.css, hingga file lain seperti index.php, header.php, single.php dan lainnya.

Untuk membuat Parent Theme yang support terhadap Child Theme, kamu cukup memanggil stylesheet dengan menggunakan perintah get_stylesheet_directory_uri setiap kali memanggil (umumnya di bagian header.php). Saya sarankan kamu untuk juga membaca penjelasan berikut Perbedaan get_template_directory_uri dan get_stylesheet_directory_uri.

Sekian, semoga bermanfaat.

Gabung Telegram

Ada banyak insight singkat-menarik yang ditulis di channel Telegram, tapi ngga ada di blog ini karena emang khusus buat catatan-catatan yang singkat-padat-jelas. Gabung sekarang.

Pelajaran Lainnya
Hal Krusial Yang Harus Diperhatikan Saat Ganti Theme WordPress
Cara Daftarkan Website ke Google Webmasters
1 Tanggapan
  • Apa Perbedaan Override dan Overwrite? Jan 5,2014 lúc 12:34 pm

    […] Override akan sangat bermanfaat saay Anda mempelajari WordPress, artikel yang berkaitan dengan hal ini bisa Anda baca di sini: Manfaat Menggunakan Child Theme […]

Yakin Ngga Mau Komen?