WordPress

Cara Membuat Blog atau Website Sampai Banjir Pengunjung

CARA MEMBUAT BLOG – Banyak orang yang berhasil bikin blog tapi tidak berhasil mendapatkan traffic. Tidak ada pengunjungnya, tidak ada pembacanya.

Lalu, untuk apa punya blog?

Kali ini saya akan jelaskan pada kamu bagaimana proses yang tepat supaya blog atau website yang kamu buat itu bisa berhasil (menurut pengalaman saya).

Berhasil di sini maksudnya adalah mempunyai pengunjung organic yang datang dari Google. Karena blog kamu tidak akan bisa menjadi apa-apa tanpa adanya pengunjung.

Saya sendiri punya puluhan blog yang mayoritas bertraffic cukup besar dan menghasilkan uang. Saya juga punya banyak murid yang masing-masing dari mereka punya beberapa blog yang juga bertraffic besar dan menjadi sumber income utama mereka.

Maksud saya, apa yang mau saya bahas di sini adalah intisari dari pengalaman kami semua membuat ratusan blog dan website yang hidup, ada pengunjungnya, ada uangnya.

Yang perlu kamu lakukan adalah mengikuti setiap langkah yang saya tulis di materi kali ini. Kalau kamu seorang pemula, baca pelajaran ini dari awal. Kalau sudah advanced, bisa langsung skip ke poin 6.

  1. Menentukan topik pembahasan untuk website
  2. WordPress vs Blogspot, bagus mana?
  3. Tempat recommended untuk beli domain dan hosting
  4. Memilih nama domain
  5. Install dan setting dasar WordPress
  6. Cara mendatangkan traffic untuk blog
  7. Menghasilkan uang dari blog

1. Menentukan Topik Untuk Blog

Jangan pernah menganggap proses memilih topik ini sebagai hal yang sepele. Kalau dari sini sudah salah, maka proses selanjutnya menjadi tidak maksimal.

Silahkan sesuaikan kebutuhan topik atau niche kamu dengan rencana bagaimana kamu akan melakukan monetize terhadap blog yang mau kamu buat. Bisa baca poin ke-7 dari materi ini, supaya kamu bisa lebih mantap ketika memilih niche.

Jangan terlalu sempit tapi juga jangan terlalu luas.

Ini adalah contoh yang salah dalam menentukan niche terhadap cara monetize-nya:

  • Membuat blog dengan niche bola basket dan akan dimonetize menggunakan AdSense.
  • Membuat web yang topiknya seputar bagaimana cara dan dimonetize dengan jualan produk.

Niche bola basket salah karena pasar (jumlah pencarian) tidak terlalu besar, CPC di AdSense juga tidak banyak. Akan lebih pas kalau dipakai untuk jualan produk terkait dengan olahraga bola basket.

Sedangkan niche bagaimana cara salah karena dipakai untuk jualan produk meski traffic dari keyword-keyword seputar itu ada banyak sekali pencariannya.

Contoh yang benar:

  • Membuat niche seputar Islam dan sunnah, dimonetize melalui jualan produk-produk yang terkait dengan amalan sunnah, seperti jubah, gamis, CD belajar Quran, dst.
  • Mengelola niche yang all about tips trik bisnis, uangnya didapat dari jualan ebook dengan harga terjangkau.

Untuk niche seputar Islam itu sudah banyak contohnya. Website seperti rumaysho.com itu uangnya banyak, dan itu sah-sah saja, dikelola untuk perawatan website, konten yang ditulis juga berkualitas dari pemateri yang juga tidak sembarangan (meski secara pemahaman di beberapa kasus, saya agak berbeda, hehe).

Rumaysho.com juga melakukan penggalangan dana untuk kegiatan dakwah di daerah Gunungkidul dan angka yang terkumpul setiap bulan bisa dikatakan cukup besar.

Yang niche tips trik bisnis melakukan monetize berjualan produk digital (ebook) dengan harga murah, yang penting konversi tinggi karena semua orang mau beli tidak pakai mikir. Tapi juga harus berkualitas ya konten yang dijual tersebut, tidak asal jadi.

* * *

Tentukan positioning yang tepat, supaya pengunjung yang datang sesuai dengan praktek monetize yang akan kamu lakukan. Ada banyak sekali niche yang bisa kamu masuki, tinggal asah kreatifitas dan buat diferensiasi antara blog kamu dengan blog orang lain (di niche yang sama).

2. WordPress VS Blogger, Bagus Mana?

Ngga usah bertele-tele, langsung saja, lebih bagus membuat blog menggunakan WordPress.

Coba perhatikan, adakah website besar (terkenal, traffic banyak, punya penggemar fanatik) tapi menggunakan Blogger atau Blogspot sebagai platform blog-nya? Tidak ada!

WordPress ada dua:

  1. WordPress yang hosted
  2. Dan yang self-hosted

Yang akan kita pakai adalah yang versi self-hosted. Selengkapnya tentang self-hosted sudah saya tulis di sini.

Ada banyak sekali alasan mengapa membuat blog berbasis WordPress menjadi platform pilihan kalau tujuan akhir dari membuat blog ini adalah traffic dan uang. Kelebihan-kelebihan itu juga sudah saya bahas pada link di atas.

3. Tempat Recommended Beli Hosting dan Domain

Kalau memang salah satu tujuan utama kamu membuat web adalah untuk menghasilkan uang, maka kamu harus mengeluarkan sedikit modal untuk hal tersebut.

Sangat susah memaksa blog gratisan untuk bisa menghasilkan uang. Seingat saya, sampai detik ini saya belum pernah menghasilkan uang dari blog gratisan.

Berikut ini adalah langganan utama saya untuk belanja domain:

  1. Domainesia
  2. Namecheap

Saya punya 60 lebih domain aktif di Domainesia, dan beberapa sisanya di Namecheap.

Sedangkan untuk hosting, di era algoritma Google yang sekarang ini, saya sarankan kamu untuk menggunakan Virtual Private Server (VPS), bukan hosting biasa.

Untuk VPS ini langganan saya adalah VULTR. Saya punya belasan server aktif di tempat itu. Sejauh ini sangat stabil, cepat, juga relatif murah.

4. Memilih Nama Domain Untuk Website

Domain adalah identitas jati diri online kamu. Ibarat wajah, ia merupakan objek yang pertama dilihat oleh orang lain. Menentukan nama domain jangan asal, karena dalam beberapa case ia juga bisa berupa doa (saya meyakini hal ini).

Setidaknya, hindari kata-kata negatif dalam memilih nama domain ketika ingin membuat web.

Selain itu, ada beberapa variabel yang bisa kamu jadikan acuan dalam menentukan domain:

  1. Jangan terlalu spesifik
  2. Jangan terlalu luas
  3. Tidak harus mengandung keyword
  4. Tidak menggunakan brand lain
  5. Mudah dibaca, diingat, diucapkan
  6. Singkat
  7. Ekstensi disesuaikan

Di atas itu hanya variabel, sifatnya fleksibel, tinggal kamu sesuaikan saja. Jangan sampai kamu baru merasa salah (menyesal) setelah domain terbeli, terlebih lagi step sudah lebih dari itu (sudah mau dimonetize misalnya).

5. Install dan Setting Dasar WordPress

Membuat website itu gampang sekali, tidak seperti dulu yang harus mengerti coding. Sekarang tinggal klak-klik seperti install software pada umumnya di OS Windows.

Ada banyak cara untuk install WordPress di hosting atau server, WPBeginner sudah mengulas tutorial super lengkap tentang hal tersebut.

Setting Dasar

Setelah berhasil membuat website berbasis WordPress yang self-hosted, ada beberapa pengaturan yang harus kamu sesuaikan supaya blog kamu lebih maksimal ketika dioptimasi. Beberapa pengaturan dasar itu diantaranya:

  1. Struktur permalink menjadi Post name (silahkan buka Google)
  2. Install dan setting plugin, baca Plugin SEO Terbaik

Selebihnya bisa kamu sesuaikan, atau coba aja dioprek-oprek sendiri.

6. Mendatangkan Traffic ke Blog

Membuat blog tapi tidak ada pengunjungnya itu menyakitkan dan biasanya umur blog tersebut hanya 1 tahun, tidak diperpanjang karena kamu sudah tidak punya motivasi dan alasan yang kuat untuk apa mempertahankan blog tersebut.

Kalau dari web atau blog itu kamu bisa mendapatkan penghasilan setidaknya 1 juta rupiah setiap bulan, meski jumlahnya tidak seberapa, tapi kamu bisa menjadikan itu sebagai alasan untuk terus memperpanjang masa aktif domain.

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan, dan mungkin kamu juga pernah baca di blog-blog lain tentang strategi apa saja yang bisa dilakukan supaya blog kamu mempunyai pengunjung.

Tapi, dari sekian banyak opsi tersebut, satu-satunya traffic yang hakiki adalah traffic yang datang dari Google. Dan untuk bisa melakukannya, kamu harus menguasai teknik SEO yang bagus.

Oke, mari saya jelaskan bagaimana proses mendatangkan traffic ini bisa bermanfaat untuk SEO jangka panjang.

Langkah 1: Buat Konten Berdasarkan Keyword

Setidaknya buatlah 2 sampai 3 konten super berkualitas berbasis keyword, dan pastikan orang yang datang ke konten tersebut akan membacanya dari awal sampai akhir, tidak melewatkan satu kata sekalipun. Inilah konten berkualitas yang hakiki, yang dibaca dari awal sampai akhir.

Langkah 2: Share ke Sosial Media

Tujuannya untuk mendatangkan pengunjung, yang pada akhirnya Google bisa menilai web yang kamu buat itu setidaknya dari 3 data ini:

  • Bounce rate
  • Time on site
  • Real time

Kalau 3 hal di atas dianggap bagus oleh Google, maka konten kamu akan dengan cepat naik ke halaman pertama. Tentu saja harus tetap dibantu dengan optimasi backlink.

3 data tersebut bisa menjadi bagus kalau konten yang kamu benar-benar berkualitas seperti yang saya definisikan di atas, pada akhirnya:

  • Bouce rate web di bawah 80% bahkan di bawah 70%
  • Time on site di atas 2 menit
  • Dan real time di atas 20 untuk konten yang sedang dioptimasi

Share ke sosial media bukan untuk tujuan social signal seperti yang mungkin kamu anggap selama ini, tapi lebih kepada usaha untuk mendapatkan hasil yang bagus untuk 3 data tersebut.

Langkah 3: Buatkan Backlink

Setidaknya setiap konten kamu itu butuh minimal 10 backlink yang kontekstual.

Dengan konten berkualitas dan backlink yang cukup, sangat mungkin bagi kamu untuk mengalahkan web lain yang mempunyai backlink yang dua kali lebih banyak dari konten kamu.

Karena konten kamu mempunyai 3 kelebihan yang jauh lebih unggul dari kompetitor (bounce rate, time on site, real time).

Langkah 4:

Pesan Domain & Hosting

Jika kamu mempunyai kartu kredit atau Paypal, saya menyarankan kamu untuk membeli domain dan hosting di Hostgator. Jika kamu tidak mempunyai keduanya, kamu bisa menggunakan Ardhosting, saya jelaskan di bawah setelah Hostgator.

Berikut ini langkah pesan domain dan hosting di Hostgator.

  1. Masuk ke web Hostgator.
  2. Pilih paket Baby Plan karena bisa unlimited domain.
  3. Pilih durasi, saran saya yang 1 tahun dulu.
  4. Klik Sign Up Now.
  5. kamu akan diminta mengisi form pendaftaran.

Di bagian Add Additional Service tidak perlu kamu isi. Seperti gambar di bawah ini.

Bagian ini di-uncheck, dikosongi saja.

Bagian ini di-uncheck, dikosongi saja.

kamu akan diminta untuk memasukkan data kartu kredit atau Paypal. Kemudian langkah terakhir tinggal pilih Checkout Now! Dan proses selesai.

* * *

Kalau kamu tidak punya kartu kredit atau Paypal, gunakan saja provider hosting yang ada di Indonesia, saya rekomendasi Ardhosting. Langkah-langkahnya juga kurang lebih sama, kalau kamu bingung bisa tanya CS-nya Ardhosting untuk dipandu langkah-langkahnya.

Instalasi Website

Oke, kita langsung masuk ke bagian inti saja, yaitu menginstall WordPress di hosting melalui cPanel. Insya Allah tampilan di Hostgator sama Ardhosting tidak berbeda jauh, mirip.

Silahkan login ke cPanel dengan memasukkan alamat domain.com/cpanel dan masukkan username serta password kamu. Selengkapnya bisa tonton video yang sudah saya buat ini.

Pengaturan Dasar WordPress

Setelahnya, kamu sudah bisa login ke dashboard WordPress yang baru saja kamu install. Next ada pengaturan dasar yang wajib kamu lakukan supaya website kamu menjadi selangkah lebih SEO friendly dari pada sebelumnya. Ikuti penjelasan video ini.

Pemilihan Theme

Nah, ini materi yang cukup penting. Pertama, jangan pernah sembarangan install theme ataupun plugin, ada begitu banyak theme dan plugin yang menawarkan fitur canggih, tapi jangan mudah termakan oleh fitur-fitur tersebut, karena ada hal yang lebih penting yang harus kamu perhatikan jauh sebelum melihat fitur-fitur canggih itu, akan saya bahas di bawah.

Kedua, jangan pernah sekali-kali install theme atau plugin bajakan. Banyak kasus saya temui (baik yang pernah saya tangani langsung ataupun sekedar kabar dari kawan-kawan di komunitas), blog atau website yang mereka kelola terserang penyakit atau terkena deface. Tampilannya dirusak, atau dimanfaatkan sebagai tempat untuk menanam backlink oleh pihak lain atau bahkan oleh kompetitor sendiri. Pernah ada kasus website jualan salah satu murid saya diredirect ke situs porno. Yang tadinya sudah di halaman 1 Google, menjadi hilang dari Google, karena diarahkan ke situs porno. Mengerikan.

Oke, jadi setelah mengetahui 2 larangan di atas, kamu juga perlu tahu 2 poin berikut ini  yang perlu kamu perhatikan saat memilih theme.

01. Dibuat Oleh Profesional

Maksudnya profesional di sini adalah theme atau plugin yang dibuat oleh tim yang solid. Jangan pernah memakai theme yang dibuat oleh 1-2 orang saja.

Mengapa? WordPress adalah opensource yang dikembangkan seterusnya, selalu ada update. Maka semua hal yang berkaitan dengan WordPress juga harus mengikuti struktur pemrograman WordPress, termasuk theme dan pluginnya. Bagaimana mungkin 1-2 orang selamanya melakukan maintenance untuk produk yang mereka buat?

02. SEO Friendly

Faktor apa saja yang dijadikan dasar sebuah theme bisa dikatakan SEO Friendly? Tidak banya, hanya 2 syarat. Pertama, menggunakan standar HTML5. Kedua, cepat saat diakses, struktur pemrogramannya tidak bertele-tele.

Setelah mengetahui fakta di atas, tak ada satupun poin yang menyinggung bahwa tampilan harus keren. Bagi saya, peduli amat sama tampilan, yang penting sederhana sudah cukup. Jangan terbuai dengan tampilan keren, nanti bisa kehilangan tujuan awal mencari theme yang berkualitas secara SEO ;)

Oke, mungkin sekarang kamu bertanya-tanya, theme apa yang sebaiknya dipakai? Silahkan searching menggunakan 2 kriteria itu. Kalau bingung, pakai theme bawaan WordPress yang dibikin langsung oleh tim Automattic itu sudah sangat bagus.

* * *

Tidak ada kata terlambat, siapapun kamu, kalau baru mau belajar membuat blog sekarang itu adalah itikad yang bagus. Semuanya tidak akan terlambat selama kamu mau memulainya dengan baik.

Jangan peduli dengan gosip yang mengatakan bahwa usia domain berpengaruh terhadap kesuksesan seorang blogger. Itu ada benarnya, tapi hanya sedikit, lebih banyak melempemnya, hehe.

Saya akan membagi pelajaran ini ke dalam 3 bagian:

  1. Memulai Blog, Berbayar Atau Gratisan?
  2. Pilih WordPress atau Blogspot?
  3. Daftar Blog Gratisan
  4. Install Blog di Server Berbayar

Sebelum itu, persiapkan diri kamu untuk membaca artikel yang panjang ini. Tidak ada salahnya pergi ke Alfamaret atau Indomaret terdekat untuk membeli camilan, menyeduh kopi campur susu, atau kopi tanpa susu, atau susunya saja, hehe.

Pelajaran ini akan saya buat sedetail mungkin, supaya menjawab semua permasalahan seputar pembuatan blog dari A sampai Z. Saya minta kamu memberikan pertanyaan kalau kamu belum menemukan jawaban atas permasalahan kamu supaya saya bisa mengupdate materi ini.

Memulai Blog, Berbayar Atau Gratisan?

Banyak orang yang bingung harus memulainya dari mana. Saya pribadi memulainya dari blog gratisan di Multiply saat itu.

Tapi langkah apa yang seharusnya diambil? Take action untuk langsung belajar membuat blog berbayar atau bertahap yang gratisan dulu?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita definisikan yang dimaksud berbayar. Berapa dan apa saja yang harus dibayar?

Definisi Berbayar

Ketika kamu mempunyai keinginan untuk membuat blog berbayar (yang nantinya kamu mempunyai alamat blog Namakamu.com), berikut ini adalah item yang harus kamu bayar:

  1. Domain
  2. Hosting
  3. Theme atau template

Untuk mempunyai Namakamu.com, membeli domain adalah sebuah keharusan. Umumnya biaya per tahun berkisar 100 sampai 150 ribu.

Hosting adalah pilihan yang harus kamu ambil ketika kamu ingin menggunakan engine WordPress.org (menginstall blog di hosting). Tapi jika kamu ingin menggunakan WordPress.com atau Blogspot.com, kamu tidak perlu membayar hosting, cukup domain saja.

Jadi alamat blog kamu yang tadinya Namakamu.wordpress.com atau Namakamu.blogspot.com bisa berubah menjadi Namakamu.com tanpa harus pindah platform. Dan ini prosesnya jauh lebih mudah ketimbang kamu menginstall blog di hosting.

Theme ini juga opsional. Ada begitu banyak theme atau template gratis yang sudah memenuhi standar SEO, tapi kalau kamu menghendaki tampilan yang lebih menawan, maka membeli theme adalah pilihan yang harus dilakukan. Saya biasa beli theme di Themeforest, My Theme Shop, dan Themify. Tinggal menyesuaikan selera.

Kalau 3 poin itu ingin kamu gunakan semua, kira-kira dana yang kamu butuhkan jadi seperti berikut:

  1. Domain Rp150.000
  2. Hosting Rp300.000
  3. Theme Rp500.000
  4. TOTAL lebih kurang 1 juta.

Tapi sekali lagi, kalau terbatas cukup beli domainnya saja. Jadi modal yang kamu keluarkan hanya Rp150.000 per tahun atau sekitar Rp500 per hari. Hanya dengan modal Rp500, kamu sudah punyai domain sendiri. Murah kan?

Bermodalkan Gratis

Saya tahu, ada sebagian dari kamu yang masih ragu dan khawatir ketika kamu mengeluarkan sejumlah uang, takut berujung kesia-siaan karena masih minim ilmu/pengalaman.

Daripada pusing berpikir bayar domain, bayar hosting, dll, mulai saja dulu dengan tindakan nyata. Blogging adalah aktifitas yang banyak diisi dengan 3 hal ini.

  1. Menulis.
  2. Berkenalan sesama blogger.
  3. Saling berkunjung atau biasa disebut blogwalking.

Segera buat akun di wordpress.com atau blogspot.com, dan mulai segera 3 hal itu.

Saya tidak akan berpanjang lebar membahas blog gratis, karena posting ini akan lebih fokus pada blog yang butuh modal di awal.

Pilih WordPress.com Atau Blogspot.com?

Ini sama seperti bicara tentang Apple vs Samsung, tidak akan ada akhirnya. Semuanya punya keunggulan dan kekurangan masing-masing. Gunakan yang paling nyaman menurut kamu.

Kedua platform ini menggunakan custom domain. Jadi, saat login kamu tetap menggunakan username dan password biasanya, seperti sebelum kamu mengaktifkan custom domain untuk WordPress atau Blogspot.

Seperti yang saya katakan di atas ketika sebelumnya kamu punya alamat blog Namakamu.blogspot.com akan segera berubah menjadi Namakamu.

Saya Menggunakan WordPress.org

Apa bedanya WordPress.com dan WordPress.org? Bedanya ada pada fleksibilitas. WordPress adalah content management system yang bersifat opensource. Dengan menggunakan .org, kamu bisa menggunakan banyak plugin yang akan membantu kamu dalam optimasi website, juga tersedia jutaan theme yang bisa kamu sesuaikan untuk kebutuhan kamu.

Mengapa saya menggunakan WordPress.org? Banyak perusahaan besar juga menggunakannya, untuk apa saya pilih yang lain? Ini jawaban versi simpelnya. Kalau dijabarkan akan sangat panjang.

Intinya, kamu bisa install WordPress ke dalam hosting yang kamu sewa, dan kamu bisa bebas melakukan apapun yang kamu mau terhadap website kamu, karena kamu tidak terikat dengan aturan apapun. Ibarat kamu berkreasi di rumah kamu sendiri.

Install Blog di Server Berbayar

Sebelum melakukannya, pastikan bahwa domain dan hosting sudah kamu beli. Ada baiknya kamu membeli 2 item ini di tempat yang sama, misal di Hostgator atau di Domainesia. Di dua tempat ini kamu bisa membeli domain dan hosting sekaligus.

Mengapa beli 2 item di tempat yang sama? Supaya domain dan hosting bisa langsung terhubung, karena jika kamu membelinya dari tempat berbeda, kamu harus melakukan beberapa pengaturan lagi. Tapi saya tidak akan bahas pengaturan itu di sini. Saya anggap kamu sudah membelinya di tempat yang sama.

Menerima Email Akses Login Setelah Konfirmasi Pembayaran

kamu akan diberi akses untuk masuk ke cPanel, info username dan password bisa kamu temukan dalam email yang kamu gunakan saat mendaftar.

Login ke cPanel

Masuk ke dalam cPanel biasanya menggunakan alamat seperti ini revorma.com/cpanel. Setelah itu masukkan username dan password kamu.

Segera setelah login, cari enu seperti gambar di bawah ini.

Screen Shot 2015-11-05 at 9.17.33 PM

Saya menggunakan Hostgator, di hosting ini tidak ada pilihan Softacolousyang terkenal itu, adanya adalah Quick Install. Keduanya sama-sama berungsi untuk menginstall WordPress di hosting. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sama saja.

Masuk ke Quick Install, dan ikuti video garapan Hostgator ini untuk lebih detailnya.

Dan iya, semua proses dari nol sampai website kamu bisa diakses tidak membutuhkan waktu lebih dari 20 menit. Bahkan kalau kamu sudah biasa, 5 menit adalah waktu yang sangat cukup.

Install Plugin Pilihan

Sekedar wawasan tambahan, meski kamu bisa sangat bebas install plugin di website, jangan sembarangan dalam menginstallnya, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya dan bukan bajakan.

Sudah banyak kasus website diretas karena sembarangan menginstall plugin.

Saya pernah bahas beberapa plugin yang wajib kamu install setelah kamu berhasil install WordPress sebagai platform website. Berikut ini daftar plugin wajib.

  1. Jetpack
  2. SEO by Yoast atau SEO Ultimate (pilih salah satu)
  3. Imsanity
  4. iTheme Security
  5. WP Super Cache

Penjelasan lebih detailnya bisa kamu baca di pelajaran Plugin WordPress Terbaik.

Gabung Telegram Saya

Ada banyak insight singkat-menarik yang saya tulis di channel Telegram, tapi ngga ada di blog ini karena emang khusus buat catatan-catatan yang singkat-padat-jelas. Gabung sekarang.

Ibrahim Vatih
I love photos. And happy to archive them in my blog. Sometimes I show some good photos to my family and friends. If you love what I did in my blog, please give me a support with share it to others. Hehe.
You may also like
Apa Itu Domain?
Apa Itu Localhost?

Yakin Ngga Mau Komen?

%d bloggers like this: