Konveksi

Usaha konveksi termasuk yang kompetisinya ketat, baik dari segi customer acquisition (akuisisi pelanggar, cari pembeli) sampai persaingan harga.

Saya dan partner saya pernah berkolaborasi dan menghasilkan omzet hingga ratusan juta rupiah. Padahal peluang yang ada belum terserap sepenuhnya, tapi hasilnya udah bisa begitu.

Apa saja sih yang perlu diperhatikan dalam usaha konveksi? Simak pengalaman saya berikut.

Memulai Bisnis Konveksi dari Usaha Kaos

Dari sekian banyak produk yang dihasilkan dari bisnis konveksi, produk yang paling mudah untuk dijadikan latihan adalah memproduksi kaos sablon.

Konveksi Rumahan

Selain dimulai dari produk yang sederhana, usaha ini juga bisa kamu mulai dari rumah sederhana. Ngga harus langsung menggunakan gedung produksi. Karena banyak juga kok konveksi rumahan yang beromset ratusan juta per bulan.

Cara Bisnis Konveksi

Sama seperti bisnis pada umumnya yang punya resiko, dalam usaha konveksi juga penuh resiko. Cara terbaik untuk memulai bisnis konveksi secara mulus yaitu dengan belajar dari yang sudah pernah menjalani. Saya termasuk yang sudah pernah.

Saya mau berbagi sedikit pengalaman yang semoga bisa bermanfaat untuk kamu para pembaca. Baca aja terus konten ini sampai selesai, insya Allah ada beberapa ilmu baru yang bisa kamu dapat.

Belajar Sablon Is A Must

Setelah tahu bahwa yang paling gampang dari usaha konveksi itu adalah produksi kaos, maka kamu harus pelajari perangkat bisnisnya.

Kalau produksi kaos, menguasai teknik-teknik sablon adalah keharusan. Minimal belajar jenis tinta dan cara sablonnya.

Latihan yang sering, kalau perlu kursus. Ada banyak kok tempat yang bisa kamu datangi untuk belajar sablon.

Bisnis kaos ini “ongkos belajar”-nya (baca: kerugian kalau gagal) ngga sebesar produk-produk turunan konveksi. Tapi begitu nanti kamu tahu kunci-kuncinya, kamu bisa melipatgandakan profit dengan sangat fleksibel.

Pastikan DP Sebelum Produksi

Kamu perlu tahu adanya orang-orang ngga bertanggung jawab dalam setiap bisnis, termasuk di bisnis konveksi.

Minimal DP 50% lah dari total pesanan.

Padahal, DP 50% saja kamu masih rugi loh. Margin di bisnis konveksi ini ngga terlalu besar. Karena yang dikejar adalah faktor kalinya.

Kalau bisa ya sudah lunas sebelum barang dikirim ke customer.

Permintaan Client Aneh-aneh

Kamu ngga usah kagetan sama dunia konveksi. Akan ada bermacam orang yang kamu hadapi. Wis pokoknya harus kreatif dalam meladeni customer, biar semua pihak mendapatkan win-win solution.

Tapi jangan terlalu mengorbankan banyak hal, apalagi menggampangkan masalah DP dan pelunasan di atas.

Usaha Konveksi Paling Menguntungkan

Menurut perhitungan dan pengalaman, ini adalah produk-produk bisnis konveksi yang paling menggiurkan untuk dikerjakan. Profit lumayan (ngga terlalu tipis), pengerjaan mudah, dan pelanggan bahagia.

  1. Semua pesanan berjenis kaos.
  2. Semua pesanan jumper.
  3. Pesanan hoodie.
  4. Pemesan dari siswa sekolah SMA/SMP
  5. Pemesan dari mahasiswa
  6. Client dari orang pemerintahan

Yang Sebaiknya Dihindari di Bisnis Konveksi

Nah, ini kisi-kisi yang bisa kamu jadikan rujukan dan perlu kamu pikir matang-matang ketika ingin menghindari pesanan.

  1. Hindari pesanan kaos partai (musim pemilu). Jangan dikerjakan kalau pembayaran belum lunas.
  2. Sebisa mungkin tolak pesanan yang pengerjaannya terlalu rumit dari segi desain maupun potongan kain.
  3. Tolak pesanan yang meminta pengerjaan selesai lebih cepat dari yang harusnya kamu mampu.

Ya pokoknya hindari uncommon condition, karena resikonya terlalu tinggi. Sesekali boleh aja untuk tambah pengalaman dan bisa jadi bahan pelajaran.

Yang mau saya tekankan, dalam bisnis apapun ngga semua tawaran/kesempatan harus kita ambil.