Peluang Usaha

Peluang usaha itu sebenernya ada banyak-berserak di sekitar kita, cuma kadang ngga kelihatan aja. Butuh disenggol dulu biar peluang bisnis itu terlihat nyata.

Saya akan tulis cerita pengalaman saya bertemu dengan banyak pengusaha sukses di berbagai bidang, juga pengalaman saya menjalani berbagai usaha yang bisa dikatakan berhasil.

Daftar ini akan saya update secara berkala menyesuaikan wawasan dan pengalaman yang saya dapet.

Insya Allah tulisan ini bukan sekedar “daftar mengambang” seperti kebanyakan yang saya temui di Google dengan kata kunci “peluang usaha” atau “peluang bisnis”.

[toc]

Saya nulis ini bukan sekedar cari traffic, tapi emang biar pembaca jadi lebih terbuka sama hal-hal yang sebenernya sederhana. Sekaligus buat bahan belajar santri-santri saya.

Usaha Konveksi

Beberapa waktu lalu (sebelum menulis konten ini), saya menjual salah satu web saya yang bergerak di bidang konveksi. Website itu saya jual murah di angka 50 juta.

Kenapa saya katakan murah? Soalnya profit bulanannya aja bisa sepertiga dari angka tersebut.

Kalau untungnya besar, kok webnya dijual? Simplenya, saya menemukan hal baru yang lebih menarik dan lebih simple pengerjaannya, tapi hasilnya lebih besar.

Peluang usaha konveksi memang sangat menjanjikan, tapi saya merasa eksekusi bisnisnya terlalu kompleks. Resikonya bisa dibilang tinggi. Dan membutuhkan fokus perhatian yang serius.

Buat saya, ini kurang oke, tapi website yang saya jual itu jadi rebutan para pelaku konveksi. Banyak chat antri, dan ada juga ungkapan kekecewaan karena tidak berhasil meminang web tersebut (keduluan orang lain).

Chat dengan pengusaha konveksi.

Sudah saya ulas lebih lengkap tentang bisnis konveksi, silahkan dipelajari.

Peluang Bisnis Minuman

Pernah ada pagelaran wayang di kampung saya, mengundang dalang kondang Ki Anom Suroto. Sehari jelang acara, sudah banyak pedagang kaki lima yang gelar lapak.

Setelah acara selesai, beberapa hari kemudian saya makan di warung. Terjadilah obrolan dengan pemilik warung bahwa ada tetangganya yang jual minuman cepat saji (kopi anget, teh instan, dll) yang dijajakan secara keliling di acara pagelaran wayang itu.

Dan tetangganya itu profit 2 juta dalam satu malam!

Oke, mungkin itu rare case ya, ngga mungkin setiap hari seperti itu.

Yang mau saya tekankan adalah potensi peluangnya yang luar biasa.

Tidak jauh dari rumah saya juga ada toko yang khusus menjual meniman aneka rasa. Saya tebak sih modalnya ngga sampai 2 ribu untuk 1 botol. Tapi dijual 6-7 ribu. Dan toko itu diserbu banyak pembeli setiap hari.

Mungkin nanti akan saya update data-nya. Foto dan harganya.

Kalau kamu ada ketertarikan untuk jalankan usaha minuman silahkan baca dan pelajari link tersebut.

Bisnis Digital Printing

Di hari yang sama saat saya menulis konten ini, saya ngobrol dengan bapak mertuanya adik saya. Beliau adalah pejabat KPP yang saat ini tugas di Jombang, Jatim.

Terus saya iseng tanya, “Berarti bapak tau siapa orang paling kaya di Jombang?”

“Tau dong,” jawab beliau disertai mengangguk sambil senyum.

Di sela-sela obrolan itu, beliau kasih contoh kota-kota yang tergolong miskin (dari kacamata perpajakan). Beliau bilang, ciri kota miskin itu belum ada KPP atau belum ada KFC (Kentucky Fried Chicken).

Rumus sederhana yang emang valid.

Apa hubungannya cerita dan rumus di atas dengan usaha digital printing? Haha.

Saya mau kasih tau, kalau kamu ada interest di bisnis digital printing, maka usaha kamu akan lebih cepat berkembang di kota yang ada KFC-nya. Perekonomiannya lebih maju, yang otomatis strategi marketing para pelaku usaha di kota tersebut juga sudah lebih maju; salah satunya menggunakan banner, rontek, flyer, brosur, yang terlihat lebih profesional. Bukan sekedar brosur fotokopi.

Artinya, usaha digital printing kamu-pun akan lebih cepat perputaran bisnisnya. Selengkapnya bisa baca peluang usaha digital printing.

Peluang Usaha Percetakan

Sebenarnya antara percetakan dan digital printing ini agak mirip model bisnisnya. Tapi mari kita bahas juga, biar nyampleng.

Kakak saya menulis buku dengan judul Menantimu di Ujung Rindu. Buku itu dia cetak secara mandiri. Istilahnya self publishing. Kemudian dia jual melalui network yang sudah dia miliki.

Dalam tempo yang relatif singkat, ia berhasil menjual lebih dari 2.000 eksemplar!

Di dalam bisnis percetakan itu, rumus pengambilan keuntungan adalah 60-70% dari biaya cetak.

Kalau bukunya dijual seharga Rp50.000, makan profitnya adalah Rp35.000.

Kalau laku 2.000 eksemplar, maka profitnya adalah 70 juta! Amazing!

Terus, percetakannya sendiri mengambil keuntungan berapa? Simak penjelasan ini untuk lebih jelasnya tentang usaha percetakan.

Makanan yang Unik

Kata salah seorang standup commedy-an, Pandji Pragiwaksono, “Sedikit berbeda itu lebih bagus daripada sedikit lebih baik.”

Usaha makanan itu udah banyak, tapi biar cepat dan viral, ide usaha makanannya harus unik. Jangan yang biasa-biasa aja.

Pernah denger usaha bakso beranak ngga? Bakso yang ukuran besar, yang kalau dibuka, isinya ada banyak bakso lagi dengan ukuran kecil-mungil. Ada warung bakso yang jual varian ini sekitar 2 kilometer dari tempat tinggal saya. Rasanya sih sama aja, cuma emang experiencenya beda, akhirnya rame.

Saya juga udah bahas bisnis makanan yang unik untuk kamu jadikan inspirasi. Langsung sikat pak ajiiii!

Peluang Usaha Photobooth

Saya yakin banyak di antara kamu belum tahu sama usaha yang satu ini. Luangkan waktu sebentar buat baca.

Kakak saya, yang saya ceritakan di atas bikin buku, dia juga punya usaha jasa photobooth.

Dia bikin website, iklankan di Google, dapat client, bawa mesin foto-nya ke lokasi acara pada hari-H, dan argonya dihitung per jam.

Berapa tarif per jamnya? Ngga tanggung-tanggung, kakak saya kasih harga 2-3 juta per jam. Dan rata-rata sewa 2 jam.

Menarik ngga? Saya tulis proses dan kisah lengkapnya di sini; peluang usaha photobooth.

Frozen Food

Temen saya, tinggal di Depok, salah satu usahanya ya frozen food ini. Omsetnya waw banget. Saya pernah ngobrol dan diceritain pengalamannya menjalankan usaha ini.

Kunci dari bisnis frozen food ini adalah harus punya orang dalem di perusahaan besar produsen frozen food, dan punya jaringan untuk menghabiskan banyak stok dalam waktu singkat. Kalau 2 hal ini bisa kamu lakukan, insya Allah dapet harga yang murah banget jauh di bawah harga pasar.

Kalau temen saya ini emang dasarnya udah jago dan udah malang melintang di jualan retail.

Kamu tahu teh pucuk harum kan? Harganya per botol di pasaran itu Rp2.000. Dia bisa dapet cuma Rp800.

Bisnis Restoran

Ini salah satu cita-cita saya, punya restoran kuliner. Insya Allah dalam waktu dekat mau coba menjalani ini. Kenapa? Karena keuntungan di bisnis restoran itu bisa dibilang menggiurkan.

100% dari harga pokok. Kalau modalnya Rp6.000 dijual Rp12.000.

Karena udah jadi cita-cita, saya udah bergerak ketemu dengan banyak pelaku usaha restoran. Dari yang usahanya masih jatuh-bangun, sampai yang emang udah bener-bener tokcer.

Ada teman saya yang menyarankan kalau mau buka usaha restoran, jangan beli franchise, ketika usaha restoran yang mau dibuat adalah usaha pertama.

Karena cara menghitung bisnis resto itu menyesuaikan sikon dan banyak variabelnya. Saya bahas super komplit di sini.

Bisnis Catering

Wah kalau ini udah ngga kehitung berapa banyak teman saya yang menjalaninya. Buanyak!

Salah satunya teman saya bernama Darmawan. Dia adalah orang dengan latar belakang perpajakan, yang nyambi usaha catering di rumah. Dia bikin semacam tim kecil untuk eksekusi orderannya.

Dia ketemu saya dan belajar SEO untuk dipraktekkan di usaha cateringnya, dan alhamdulillah bisa masuk top 3 di Google dengan keyword yang dia bidik. Dari sanalah customernya berdatangan.

Kalau lagi sepi banget, profitnya dia bisa 5 juta. Kalau lagi ramai, bisa lebih dari 20 juta dalam sebulan.

Usaha sampingan, tapi bisa segitu ya hasilnya. Lumayan apa lumayan? Haha!

Bisnis AdSense

Peluang bisnis ini cocok banget untuk kamu yang hobinya menulis. Kalau ngga betah menulis ya ngga usah dipaksain, nanti hasilnya malah mengecewakan.

Saya doyan nulis dan saya udah merasakan langsung hasil dari usaha AdSense.

Bisa dibilang hasilnya lumayan besar, alhamdulillah bisa untuk ini-itu.

Saya juga mengajarkan banyak orang tentang mindset dalam usaha bisnis AdSense, dan alhamdulillah udah banyak juga yang berhasil cair setiap bulan di atas UMR Jakarta, interesting? Search aja “adsense” di kolom pencarian pojok kanan atas di web ini.

Usaha YouTube

Kalau kamu ngga bakat menulis, bisa jajal peluang usaha yang satu ini.

Adek saya hobi sama dunia fotografi dan videografi. Dia memaksimalkan hobinya itu untuk bikin video dan diupload ke YouTube.

Ini salah satu video buatannya yang udah ditonton lebih dari 1 juta orang dan sudah menghasilkan dolar.

Saya sendiri juga sedang menjajal peruntungan di sini. Bekerjasama dengan beberapa orang untuk membuat channel YouTube yang kita kasih nama Layar Biru. Videonya bisa kamu cek di bawah ini.

Nanti kalau udah kelihatan hasilnya, insya Allah saya share lewat tulisan lain. Mohon doanya ya.

Bisnis Jasa

Ini adalah bisnis yang mengandalkan skill SDM. Banyak orang yang mikir, “Aduh saya ngga punya skill.”, “Kalau harus bayar (gaji) orang kayaknya nanti susah kelola SDM-nya deh.”, dll.

Karena banyak yang berpikiran begitu, akhirnya semua pada lari bisnis produk.

Statistiknya sih ngga ada, tapi saya kok ngerasa persaingan di bisnis jasa itu lebih rendah daripada usaha produk yang sampai berdarah-darah.

Jasa apa saja yang menguntungkan untuk dijadikan bisnis? Mari belajar di materi tentang usaha jasa.

Bisnis Ternak

Ada tetangga saya, sekitar dua tahun lalu beli satu kambing betina.

Niat dia cuma mau nabung untuk sekolah anaknya.

Kambing betinanya dikawinin ke kambing jantan punya tetangga.

Terus sekarang kambingnya udah ada 5, tapi beberapa udah ada yang dijual. Kalau ditotal semua udah lebih dari 5.

Seru kan? Bisa cek usaha ternak yang menggiurkan.

 

***

Di era seperti sekarang ini, di mana internet sudah sangat menjamur dan hampir semua orang terhubung ke internet, peluang untuk menjalankan usaha menjadi semakin lebar dan mudah. Saya adalah orang yang suka merumuskan sesuatu dengan sangat detail tapi tetap sederhana, termasuk berpikir bagaimana caranya menjalankan usaha dengan modal yang minim atau kecil.

Sebelumnya, saya pernah menulis seputar cara bagaimana menghasilkan uang dari internet. Di kesempatan kali ini, saya akan jelaskan lebih detail langkah apa saja yang perlu kamu ketahui supaya kamu bisa menjalankan bisnis meski dengan modal terbatas.

Jenis Bisnis Modal Kecil

Selama berabad-abad lamanya, ada sebagian manusia menjalankan bisnis jenis ini, tapi tidak semua berjalan mulus. Jenis bisnis ini adalah broker atau makelar atau perantara. Ini adalah bisnis yang ideal untuk kamu lakukan sebagai batu loncatan. Modalnya sangat sedikit, karena kamu tidak melakukan produksi atau belanja barang.

Oh iya, tidak terbatas hanya produk berupa barang ya, produk berupa jasa juga bisa kamu makelar-kan. Seperti jasa sedot WC, gali sumur, dan jasa cat rumah. Jangan salah, banyak sekali pencarian dengan keyword-keyword tersebut.

Salah seorang kerabat juga telah berhasil menjalankan bisnis melalui produk undangan pernikahan mesk hanya sebagai seorang broker.

Oke, sekarang kamu tahu jenis bisnis dengan modal kecil adalah bisnis makelar.

Validasi Pasar

kamu bisa coba gunakan strategi validasi sederhana yang biasa saya lakukan ketika mejumpai produk bagus. Bagaimana caranya? Lempar saja produk itu ke sosial media, sebarkan melalui akun personal kamu, juga ke beberapa grup. Langkah ini bisa kamu lakukan untuk melihat seberapa berat upaya yang akan kamu lakukan saat kamu memasarkan produk tersebut.

Beberapa waktu lalu saya posting produk Jubah di akun Facebook saya.

Market Validation

Market Validation

Bisa kamu lihat ada 8 komentar, dan ada 2 share. Hmm, menarik. Saya mulai yakin produk ini bagus. Bisa cek produk jubah saya dan adik saya. Terbukti beberapa waktu kemudian hampir 10 orang mengirimkan pesan ke saya mau order. Bahkan ada yang rela antri ketika stok produk habis. Bagaimana tidak habis? Lha wong barangnya limited karena saya hanya mau validasi pasar kok.

Saya makin kaget karena ternyata yang cek di website lebih dari 400 orang pada hari itu. Wow! Masya Allah!

Statistik pada tanggal 27 Juni 2015.

Statistik pada tanggal 27 Juni 2015.

Tapi, entah mengapa, menurut saya untuk proses validasi pasar ini hanya bisa dilakukan untuk produk berupa barang, kalau produk berupa jasa sepertinya agak susah ya. Ya satu-satunya cara validasi produk jasa adalah dengan menggunakan riset keyword. Bisa kamu tonton video saya di bawah ini.

Mulai Dari Orang Terdekat

Lalu, mulailah dari orang-orang yang ada di sekitar kamu, bisa tetangga satu kampung, teman yang dulu pernah satu kelas dengan kamu, atau saudara satu mbah atau satu buyut. Jangan dulu terbuai dengan penawaran-penawaran menarik yang mudah kamu jumpai saat ini. Lebih berhati-hati berbisnis dengan orang yang kamu tidak mengenalnya dengan baik. Mulailah dari orang terdekat, orang yang kamu sudah tahu siapa dia dan dia sudah tahu siapa kamu.

Memang, ada banyak kisah yang berujung sengketa ketika berbisnis dengan orang-orang terdekat, tapi apakah ini akan menjadi jaminan bahwa bisnis dengan orang lain akan aman? Letak masalahnya bukan pada relationship,tapi pada sikap bisnis; attitude. Jadi ini yang perlu kamu perhatikan. Di bawah akan saya bahas salah satu yang menjadi penentu mulus-tidaknya kongsinyasi bisnis kamu; Perjanjian Hitam di atas Putih.

Buat Perjanjian yang Baik

Saya biasa membuat kesepakatan dengan partner bisnis saya. Kalau memang butuh perjanjian tertulis, maka lakukan. Kalau saya biasanya hanya melakukan gantlemen-agreement, yaitu kesepakatan yang terjadi hanya melalui lisan. Artinya apa? Saya sudah dikenal mempunyai reputasi yang bagus, begitu juga saya percaya dengan orang tersebut (setelah melalui proses stalking terkait histori dan reputasinya).

Salah satu bentuk atau sikap baik kita terhadap adanya perjanjian itu adalah dengan menjaga nilai dan berusaha memenuhi tanpa ada niat sedikitpun untuk mengkhianati. Insya Allah hasilnya berkah.

Mulai Jual Melalui Internet

kamu baru saja menemukan produk yang bagus, sudah tervalidasi, partner bisnis yang terampil, dan perjanjian yang harus dipegang. Selanjutnya, lakukan tugas kamu dalam memasarkan produk.

Praktis, biaya yang kamu keluarkan untuk mulai berbisnis nyaris tidak ada. Kalaupun harus ada, hanya untuk kebutuhan pengadaan website, yang biayanya tidak lebih dari 400rb untuk 1 tahun, modal yang sangat kecil bukan?

Nah, selanjutnya kamu tinggal belajar bagaimana cara membuat website.

Semoga bermanfaat :)