Membangun Support System

Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, kita bisa dengan mudah menemukan support system yang ada di dalamnya. Yang keberadaannya menjadi sangat vital menyangkut keberlangsungan organisasi atau perusahaan tadi. Tapi, bagaimana dengan diri kita sendiri? Ini yang mungkin sering abai untuk diperhatikan.

Ada orang yang dengan sadar bahwa ia sengaja membuat support system, tapi ada lebih banyak lagi orang yang punya support system tapi tidak dengan sadar bahwa ia membangun itu untuk dirinya. Ada orang yang tidak tahu bagaimana cara membuat support system, dan ada juga orang yang tidak tahu apakah ia perlu memiliki support system.

Saya cukup sering mengikuti pertemuan-pertemuan bisnis, entrepreneur, dan semacamnya. Bagi saya, ada banyak ilmu dan kebaikan di sana yang sulit ditemui di luar pertemuan-pertemuan itu. Ada banyak kisah orang sukses di sana. Meski sudah kenyang dengan kisahnya yang begitu-begitu saja; tidak mampu, kerja keras, sukses. Atau; puncak sukses, tiba-tiba bangkrut, temukan petunjuk, kembali sukses. Ada satu hal yang selalu saya nantikan, yaitu ketika mereka bercerita tentang orang-orang di sekitarnya yang masih dengan setia menemani dan membantu.

Ada benang merah yang bisa saya simpulkan dari cerita dan orang-orang yang ada di sekitar mereka. Dan orang-orang ini adalah mereka yang pada paragraf ke dua saya sebut sebagai support system (baca lagi paragraf kedua).

Support system itu terdiri dari 5 elemen.

1. Orangtua

Hal yang paling utama untuk kita raih dari orangtua adalah ridho-nya. Jangan sampai mereka tidak ridho dengan apa yang kita lakukan. Sekalipun mereka dengan kuatnya memegang pemikiran yang sebenarnya sudah tidak relevean dengan zaman kita sekarang, hal ini tetap tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak sungkem meminta ridho mereka.

2. Guru Spiritual

Orang yang menjadi tempat kita dalam menggali tsaqafah (pengetahuan) agama. Agar apa-apa yang kita lakukan selalu terawasi sehingga semua aktifitas kita mendatangkan berkah. Dan hal ini akan menjadi sangat vital jika orangtua tidak memiliki pengetahuan yang baik mengenai Islam.

3. Guru Bisnis

Tempat konsultasi dan bertanya hal-hal yang tak mungkin ditanyakan kepada guru spiritual (relatif sih). Orang yang bisa menghubungkan kita dengan para pengusaha lain, pebisnis lain. Memberikan kita semangat motivasi dan skill berbisnis.

4. Orang Terdekat

Orang yang paling memiliki kedekatan emosional dengan kita. Di sini saya sekedar memberi contoh, bahwa banyak orang di luar sana yang bahkan dengan saudara kandungnya saja tidak merasa dekat, justru terjadi kesenjangan yang bisa jadi karena berbagai persoalan. Artinya, saudara kandung yang seperti ini tidak termasuk orang terdekat (inner circle) bagi kita.

Ketika kita sudah mempunyai orang-orang terdekat, sebisa mungkin jaga ikatannya, makin perkuat keberadaannya.

5. Orang di Sekitar

Adalah lingkungan kita, ekosistem di mana kita banyak menghabiskan waktu di sekitar mereka. Bisa jadi tetangga, teman di kelas sekolah atau kuliah, teman kerja di kantor, dan sebagainya.

Baiklah, itu sedikit ilmu yang ingin saya tulis sekaligus pengingat bagi diri sendiri. Setelah mengetahui ini, bagi yang secara tidak sengaja sudah membangun hal ini, buat hal itu menjadi sengaja dan lebih tertata. Bagi yang belum mengetahui, mari ciptakan support system untuk diri kita sendiri. Salam sukses! *halah

Leave a Comment