Produktifitas

Pengusaha Sukses dan Tahapan yang Harus Dilalui

Seminar tentang pengusaha menjamur di mana-mana, kisah sukses para pengusaha juga bertebaran di banyak tempat. Tapi, dalam banyak kasus, saya menemukan bahwa value yang diserap para audience seringkali tidak utuh.

Melalui materi ini, saya ngga akan nambah-nambahi bahan yang bikin kamu makin kejauhan angan. Saya mau ajak kamu berpikir lebih bersih. Kita sambil santai aja lah.

Karena over information dan repitisi yang terlalu intens, akhirnya muncul hal-hal yang kontra-produktif dalam benak audience:

  1. Saya mau jadi pengusaha sukses
  2. Saya tidak akan jadi pegawai
  3. Saya tidak mau jadi karyawan
  4. Saya mau resign
  5. Dst

Padahal, proses untuk bisa jadi pengusaha yang benar-benar sukses itu butuh waktu yang tidak sebentar, utuh effort yang tidak ringan, dan butuh pengorbanan yang menyayat hati.

Para pemula seringkali lupa akan konsekuensi yang harus siap dia emban, misalnya dengan membuat daftar pertanyaan berikut untuk dirinya sendiri:

  1. Apakah saya siap menjalani bidang usaha ini selama minimal 3 atau 5 tahun?
  2. Bagaimana kalau ternyata keluarga tidak mendukung?
  3. Apakah saya siap berhadapan dengan cacian orang?
  4. Berurusan dengan dokumen-dokumen?
  5. Sanggup memegang komitmen untuk bisa dipercaya orang lain?
  6. Tidak menggunakan uang orang lain dalam membangun pondasi awal?

Dan sederet pertanyaan lain yang berfungsi sebagai gambaran bahwa akan ada banyak hal menyakitkan yang bisa terjadi. Dan poin nomor enam di atas menjadi salah satu yang sangat penting menurut saya.

Masih banyak orang yang belum bisa berlepas dari poin nomor enam, dan ini miris. Termasuk saya dulu juga begitu, dan itu saya akui bukan merupakan pilihan yang bijak.

Definisi Sukses

Sebelum bahas tahapan, saya mau ajak kalian untuk berpikir sejenak.

Beberapa waktu silam, saya pernah dapat nasihat dari kawan tentang definisi sukses. Dia menjelaskan bahwa arti sukses seringkali dikaitkan sama urusan materi, padahal kita bisa bikin definisi menurut diri kita sendiri.

Ada orang yang merasa sukses ketika berhasil menyelesaikan program doktoralnya, dan kita akan mengakui bahwa ia adalah orang yang sukses di bidang akademis. Ada juga yang berhasil selesaikan hapalan Quran dengan berbagai penghargaan dan sanad yang sudah diraih. Bisa juga mempunyai pesantren atau lembaga yang diikuti oleh ribuan anggotanya. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Maksud saya, kamu harus bisa membuat definisi sukses untuk diri kamu sendiri.

Tahapan Jadi Pengusaha

Pas lagi scroll di Facebook, ada tulisan singkat bagus yang menginspirasi saya untuk bikin materi ini. Tulisan itu ngebahas tentang tahapan yang wajib dilalui pengusaha, baik itu saat baru mulai sampai udah beneran berhasil.

Kalo secara bisnis, tahapan itu dibagi jadi 4:

  1. Starting
  2. Running
  3. Growing
  4. Expanding

Tapi kalo secara pebisnis, tahapannya ada 3:

  1. Operator
  2. Manager
  3. Entrepreneur

Saya mau bahas tahapan jadi seorang pebisnis, yang ini penting banget untuk dipahami sama kamu biar ngga kaget atau salah dalam berangan-angan tentang pengusaha sukses.

1. Operator

Secara bahasa udah jelas ya. Intinya yang ngerjakan semuanya mulai dari produksi, marketing, sampai distribusi. Kalau bahasa sederhananya, operator ini ya penjual.

Belanja bahan sendiri, produksi barang sendiri, cari pembeli sendiri, kirim-kirim sendiri, terima uang, kasih kembalian, terima komplain, hadapi masalah-masalah. Semuanya dilakukan sendiri alias single fighter.

Jangan pernah mimpi bisa jadi pengusaha sukses kalau kamu belum lulus dari ujian sebagai operator.

Di titik ini kamu akan belajar banyak hal. Kamu jadi makin mateng dan tahu banyak hal tentang apa saja yang jadi kendala dan apa aja yang bisa jadi shortcut dalam usaha.

Kamu wajib melalui proses ini, gimana mau lulus kalau menjalani aja ngga?

Itu kenapa banyak kasus pengusaha sukses bin berhasil, tapi ketika dilanjutkan anak keturunannya malah kolaps. Biasanya sih anaknya terlalu dimanjakan dan ngga dipaksa untuk belajar dari bawah.

Ciri Tahap Operator: Kalau kamu ngga ada, bisnis ngga jalan.

Kalau kamu sakit, bisnis juga sakit. Kamu mood-moodan, bisnis juga mood. Kamu malas, bisnis juga malas. Kamu menyerah, bisnis bubar.

2. Manager

Tahapan selanjutnya kamu harus menjalani peran sebagai orang yang mengelola SDM.

Ini tahapan yang juga menantang lho. Dan kamu butuh ilmu untuk bisa menahkodai SDM yang ada di bawah kendali kamu. Ngga bisa asal.

Kalau sebelumnya, kamu lebih banyak berurusan sama benda atau barang tak bernyawa, di tahapan manager ini kamu akan banyak berinteraksi dengan objek bernyawa yang juga punya perasaan dan akal. Kalau kamu salah memperlakukan mereka, bisa maknyus akibatnya.

Seenggaknya ada 3 milestone yang harus kamu capai di tahapan ini:

  1. Rekrutmen
  2. Training
  3. PHK

Kamu belum jadi manager kalau ngga ngerti strategi rekrutmen yang baik. Kamu juga harus bisa men-deliver SOP, job-desc, dan KPI (Key Performance Indicators) ke bawahan dengan baik. Plus harus berani melakukan PHK ke karyawan yang jelas tidak (mampu) sejalan dengan visi-misi perusahaan.

Meskipun sebenernya masih banyak variabel turunan dari 3 milestones itu. Bisa juga itu disebut sebagai achievement ya, capaian.

Ciri Tahap Manager: Semua masih bergantung pada keputusan kamu.

Mulut dan tangan kamu menjadi alat paling krusial dalam setiap pengambilan keputusan. Kalau tepat sasaran akan membuat seluruh lini bisnis menjadi sangat teroptimasi dan meroket. Sebaliknya, bisa bikin iklim perusahaan seperti sumpek, eneg, dan berhamburan.

Bisa baca materi lain tentang manajemen SDM, insya Allah bisa lumayan ngebantu atau minimal kasih gambaran.

3. Entrepreneur

Ini adalah ujung dari tahapan yang bisa kamu capai. Salah satu ciri kamu sudah berada di titik ini adalah ketika kamu sudah tidak terlibat lagi di mayoritas kegiatan operasional dalam usaha yang kamu jalani.

Bukan berarti tidak terlibat sama sekali ya.

Ini adalah fase growing dan expanding kalau dari sisi usaha.

Pernah dengan istilah atau taglineusahanya jalan, ownernya jalan-jalan” kan?

Bagaimana menurut kamu tentang tagline itu? Ada sebagian orang yang agak nyinyir sama tagline itu dan bilang itu impossible. Yang mengatakan impossible, kemungkinan besar ia masih berada di tahapan Manager.

Buat saya itu sangat possible. Saya ada beberapa revenue stream yang bener-bener passive income tanpa perlu saya apa-apain lagi. Saya juga ada teman dan kenalan yang udah berada di titik ini.

Meski saya ada beberapa passive income, tapi saya belum berani mengklaim bahwa saya sudah berada di tahap Entrepreneur.

Melihat dari mayoritas hal-hal yang saya kerjakan, saya merasa masih berada di tahapan Manager.

Ciri Tahap Entrepreneur: Hampir tidak butuh lagi keputusan kamu.

Maksudnya, semua proses dan semua jalur sudah ada polanya dan sudah dikerjakan oleh masing-masing pos. Ketika kamu tidak membuat keputusan apa-apa, itu tidak mempengaruhi jalannya operasional. Semua akan jalan sebagaimana biasanya.

Porsi Aktifitas

Ini adalah angka yang harus kamu ingat supaya kamu tahu apa yang mesti kamu lakukan di masa sekarang ini (kondisi kamu saat ini).

Kalau dikombinasikan antara tahapan bisnis dan tahapan pebisnis, maka formatnya akan menjadi seperti ini kira-kira.

  • Operator: Starting dan Running (2 tahun)
  • Manager: Growing (1 tahun)
  • Entrepreneur: Expanding (1 tahun)

Jadi, kalau belum 1 tahun kamu sudah menyerah, jangan harap bisa ke tahap Manager, begitu juga tahap selanjutnya.

Kuncinya ya fokus, ngga tengok kanan kiri. Sambil terus belajar dari yang ahli dan udah berpengalaman.

Suwun.

Gabung Telegram Saya

Ada banyak insight singkat-menarik yang saya tulis di channel Telegram, tapi ngga ada di blog ini karena emang khusus buat catatan-catatan yang singkat-padat-jelas. Gabung sekarang.

Ibrahim Vatih
I love photos. And happy to archive them in my blog. Sometimes I show some good photos to my family and friends. If you love what I did in my blog, please give me a support with share it to others. Hehe.
You may also like
Belajar Mind Mapping Untuk Tingkatkan Produktifitas
Kenalan dengan Gamifikasi, Strategi Simpel yang Powerful

Yakin Ngga Mau Komen?

%d bloggers like this: