Search Engine Optimization

Riset Kualitas Keyword dan Kondisi Persaingan Kompetitor

0
MATERI BELAJAR SEO / Klik Untuk Membuka

Saat ini kamu membaca modul kedua dari lima modul materi belajar SEO.

  1. MODUL 1 – SEO Basic: Apa Itu SEO?
  2. MODUL 2 – Riset Kualitas Keyword & Kompetitor
  3. MODUL 3 – SEO Onpage: Membuat Konten Berkualitas
  4. MODUL 4 – SEO Offpage: Membuat Backlink Berkualitas
  5. MODUL 5 – Evaluasi, Evaluasi dan Evaluasi
Adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk meneliti seberapa bagus kualitas keyword. Yang dengannya akan menjadi acuan bagi kamu untuk mengambil keputusan apakah ingin mengoptimasi (supaya tamil di halaman pertama Google) atau tidak.

Mengapa Perlu Ada Riset?

Supaya apa yang kamu lakukan terhadap keyword tersebut (membuat konten dan backlink berkualitas) menjadi tidak sia-sia.

Iya, berhasil masuk ke halaman pertama, tapi konversinya mengharukan (sangat minim atau bahkan tidak ada konversi-transaksi).

Maka, kamu butuh kepastian angka seberapa besar potensi terjadinya konversi/transaksi? Pontesi transaksi ini bisa diketahui setelah riset keyword dilakukan.

Cara Sederhana Riset Keyword

Alat bantu paling akurat yang bisa menampilkan angka pencarian adalah alat bantu buatan Google sendiri, bernama Google Keyword Planner (GKP).

Meski kenyataannya terkadang ada angka yang tidak sesuai, tapi ini bukan masalah. Yang terpenting angka yang muncul di layar itu bisa menjadi rujukan utama kamu. Karena tidak ada rujukan lain yang bisa menampilkan data seakurat GKP.

Tidak ada yang lebih tahu isi rumah selain pemilik rumah.

Dalam contoh kali ini saya ingin melihat seberapa bagus potensi dari keyword “jual bibit lele”.

Langkahnya tidak sulit, setelah masuk ke dalam GKP, lakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Tulis keyword di kolom yang telah disediakan.
  2. Tentukan target negara.
  3. Pilih bahasa.
  4. Klik “Get Ideas”.

riset-keyword-gkp

Setelah itu kamu akan diarahkan pada halaman yang menampilkan rata-rata pencarian bulanan (Avg. monthly searches).

Screen Shot 2015-11-19 at 4.20.28 PM

Seperti yang sudah saya singgung di section 1 sebelumnya mengenai angka yang muncul Avg. monthly searches. Apakah angka itu layak untuk kamu perjuangkan atau tidak?

Jawabannya ada pada seberapa besar keuntungan yang bisa kamu dapat dari setiap transaksi yang terjadi.

kamu akan saya ajak untuk sedikit berpikir lebih luas melalui variabel berikut ini:

  1. 480 (pada gambar di atas) adalah angka per bulan.
  2. Artinya angka per hari adalah 16.
  3. Potensi closing adalah 20% (kualitas pengunjung sangat bagus karena datang dari Google).
  4. Rata-rata akan ada 3 closing per hari.
  5. Ternyata kamu punya potensi terjadi transaksi setiap hari.
  6. Ingat, ini bibit lele, yang dalam 1 transaksi tidak mungkin hanya pesan dalam jumlah kecil.

Model bisnis ini akan membawa kamu pada titik-titik tak terduga. Akan ada rejeki yang Allah datangkan untuk kamu secara bergantian.

Berikut ini hal-hal tak terduga yang sering saya dapati, entah saya rasakan sendiri atau cerita-cerita dari orang lain.

  1. Tiba-tiba diajak kerjasama oleh pemerintah atau perusahaan dalam jumlah besar.
  2. Bertumbuh dari mulut ke mulut, si A yang tahu melalui online memberitahu si B yang belum mengenal internet. Terjadi viral yang meski pelan tapi pasti.
  3. Tiba-tiba ada order yang sangat besar tidak seperti biasanya.
  4. Sampai pada hal yang dilema, seperti ketika kamu tidak bisa melayani permintaan karena jumlahnya terlalu besar, kamu belum punya kapasitas di sana.

Seperti itulah SEO yang dimulai dengan proses riset keyword yang matang.

Saatnya Riset Kompetitor

Setelah mencari tahu seberapa bagus sebuah keyword, langkah selanjutnya sebelum membuat konten adalah melihat seberapa banyak dan seberapa kuat orang-orang yang membidik keyword serupa dengan yang (ingin) kamu bidik.

Indikator paling mudah untuk melihat persaingan di halaman pertama adalah dengan membuka SERP. Ketik saja keyword di halaman Google, dalam hal ini, masih menggunakan keyword “jual bibit lele“.

Berikut ini hasilnya.

Search Engine Result(s) Page

Dari screesnhot di atas, berikut ini penjelasannya:

  1. Ketika halaman pertama masih didonimasi oleh wordpress.com, blogspot.com, youtube.com, dan facebook.com, artinya tingkat persaingan masih mudah.
  2. Ketika (setidaknya) ada 5 website dengan Domain Authority (DA) di atas 20, maka sudah lumayan berat. Lebih banyak dari itu semakin sengit. (baca: Mengenal Domain Authority dan Page Authority)

Kesimpulan yang saya dapatkan, untuk keyword jual bibit lele ini masih sangat mudah untuk ditaklukkan karena ada 5 website jejaring (wordpress.com, blogspot.com, youtube.com, dan facebook.com).

Ditambah lagi sisa web lainnya yang tidak dimaksimalkan proses optimasinya, karena rata-rata DA masih di bawah 20.

Mari kita coba cari tahu keyword lain yang sudah banyak pemain dan optimal proses SEO-nya. Mari kita lihat bagaimana kondisi persaingan untuk keyword “katering jakarta“.

bla bla

Nah, sama sekali tidak ada web jejaring. Semuanya web TLD (Top Level Domain), dan semuanya dioptimasi. Berdasarkan data di atas, berikut ini hasilnya:

  1. Ada 3 website dengan DA di atas 20, dan ada 7 website dengan PA di atas 20.
  2. Tak ada satupun web jejaring.

Persaingan ini cukup sengit jika kita melihat di halaman pertama Google. Greget ya, tapi pertanyaannya, bisakah kita masuk dan menaklukkan keyword tersebut serta mengalahkan web lain yang sudah terlebih dahulu berada di halaman pertama?

Insya Allah bisa! Dengan bantuan tool, kita bisa mengintip kekuatan backlink kompetitor. Tujuan dari mengintip kekuatan backlink kompetitor tentu saja supaya kita bisa mempunyai gambaran backlink seperti apa yang harus kita buat sehingga bisa melampaui kekuatan backlink kompetitor.

Misal, kompetitor punyai nilai 7, maka kita harus lebih baik dengan mempunyai nilai 8. Analogi sederhananya seperti itu.

Mengintip Backlink

Setelah mengetahui gambaran singkat tentang bagaimana kondisi persaingan untuk sebuah keyword, kita akan cek seberapa bagus backlink yang dibuat oleh masing-masing website yang ada di halaman pertama itu.

Untuk masalah intip-mengintip backlink, saya paling suka dengan Ahrefs. Menurut saya data backlink yang ditampilkan Ahrefs cukup akurat. Dari 10 hasil pencarian, dalam contoh kali ini hanya saya ambil yang peringkat 1, 2, dan 3 (biasanya saya lihat sampai 5 peringkat tertinggi), yaitu;

  1. berrykitchen.com/new/index.php/catering
  2. cateringjakarta.net
  3. indonesiacatering.com

Untuk web peringkat 1, saya skip karena setelah saya cek saya menemukan fakta berikut ini:

  • Backlink untuk page tersebut hanya 2.
  • Situs direktori dan pemesanan makanan (delivery).

Praktis berrykitchen bukan kompetitor, tapi saya juga tidak bisa menjelaskan bagaimana situs ini bisa tampil sebagai peringkat awal. Padahal konten very thin (lemah dan cenderung buruk), keyword tidak relevan, backlink tidak masuk akal (sedikit sekali).

Pada prakteknnya kamu akan menjumpai hal-hal semacam ini. Terkadang, ada angka dan data yang muncul tapi tidak bisa dibaca menggunakan logika keilmuan. Karena memang kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam Google, yang kita baca adalah data yang terekam di database Ahrefs (sedangkan data yang lebih utuh ada pada Google).

Tidak ada pilihan lain selain skip.

UPDATE: Benar saja, saat saya mengupdate materi ini, website berrykitchen sudah tidak ada di halaman pertama Google. Karena memang hampir semua unsur SEO-nya lemah.

Dan berikut ini adalah perolehan backlink yang dimiliki oleh cateringjakarta.com.

Data backlink cateringjakarta.net di Ahrefs

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata terlihat bahwa masih sangat mungkin untuk menggeser posisi website tersebut, yaitu dengan memperbanyak jumlah backlink berkualitas yang diarahkan ke website kamu.

Itu bisa disimpulkan karena jenis backlink yang dimiliki oleh cateringjakarta.net masih menggunakan teknik spam. Ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Backlink berada di sebuah halaman yang juga berisi ratusan atau bahkan ribuan link lainnya, yang juga dimanfaatkan oleh optimizer lain.
  2. Backlink didominasi oleh website berbahasa asing.
  3. Pola backlink yang dibangun menggunakan kalimat atau konten yang sama.

Contoh backlink ber-genre spamming.

Website ini memiliki total backlink aktif sebanyak 5000-an dan referring domain sebanyak 300-an. Yang secara umum masih didominasi dengan teknik-teknik spammy. Tapi berhasil muncul di halaman pertama Google.

Artinya apa? Masih sangat mungkin digeser menggunakan cara-cara yang lebih bersih dalam proses link building-nya.

UPDATE: Saat ini cateringjakarta.net menduduki peringkat 1. Dengan kata lain, keyword katering jakarta masih sangat mungkin untuk kamu taklukkan.

Kesimpulan

Riset kompetitor dilakukan untuk mencari tahu seberapa berat persaingan, dan apa saja yang sudah dilakukan kompetitor sehingga bisa masuk ke halaman 1.

Dengan data-data yang dimiliki oleh kompetitor seperti domain authority, kualitas backlink, quantity backlink, termasuk juga kualitas tampilan website sampai kecepatan akses website, kita bisa mengambil kesimpulan apakah akan menaklukkan keyword tersebut atau tidak.

Kalau sudah diputuskan ingin menaklukkan, strategi apa yang akan digunakan, backlink seperti apa yang ingin dibuat, dan hal-hal lainnya yang bisa menunjang percepatan proses optimasi.

MATERI BELAJAR SEO / Klik Untuk Membuka

Saat ini kamu membaca modul kedua dari lima modul materi belajar SEO.

  1. MODUL 1 – SEO Basic: Apa Itu SEO?
  2. MODUL 2 – Riset Kualitas Keyword & Kompetitor
  3. MODUL 3 – SEO Onpage: Membuat Konten Berkualitas
  4. MODUL 4 – SEO Offpage: Membuat Backlink Berkualitas
  5. MODUL 5 – Evaluasi, Evaluasi dan Evaluasi
Magang 3 Bulan Untuk Hidup yang Lebih Baik

Insya Allah demikian. Udah kayak kampanye pilpres aja ya, hehe. Monggo yang tertarik bisa langsung baca selengkapnya.

You may also like
Ini ALT (wajib ada)
Cara Supaya Komentar Diapprove Pemilik Situs
Apa yang Dimaksud Konten Berkualitas?

Yakin Ngga Mau Komen?

%d bloggers like this: