Cara Membuat Backlink

Biasa dikenal dengan istilah link building. Sebuah pekerjaan yang bertujuan mendapat backlink dari website lain.

Backlink mempunyai peran utama menaikkan reputasi website atau keyword kamu di mata Google, sehingga keyword kamu bisa muncul di halaman pertama Google. Dari search engine-lah traffic kamu berdatangan.

[toc]

Jadi jelas ya, tujuan utama backlink bukan untuk mendatangkan traffic dari website lain.

Masalahnya, sekarang tidak semua jenis backlink mempunyai nilai yang bagus. Malah ada jenis backlink yang bisa mengantarkan kita ke posisi yang semakin buruk (nanti dibahas juga di bawah).

Saat ini kamu membaca modul keempat dari lima modul materi belajar SEO.

Apa yang Dimaksud Backlink Berkualitas?

Simpelnya, backlink berkualitas itu adalah jenis backlink yang tidak semua orang bisa meniru.

Kalau hanya sekedar mendapat backlink, semua orang bisa melakukannya. Sesuatu yang kebanyakan orang bisa lakukan menandakan bahwa sesuatu tersebut tidak spesial. Iya, kan?

Setidaknya itu clue pertama tentang pengertian backlink berkualitas; tidak bisa (atau sulit) ditiru orang lain.

Jenis-jenis Backlink

Di dalam materi pelajaran Pesantren Sintesa, saya membagi jenis backlink menjadi 4 macam. Yang nanti di dalam masing-masing jenis itu ada istiah-istilah lagi yang jumlahnya bisa tak beraturan (banyak sekali). Tapi saya hanya akan bahas 4 jenis itu secara umum.

Sebelum membahas lebih jauh, pemahaman tentang jenis backlink ini harus kamu kuasai dulu supaya enak nanti ketika praktek.

1. Backlink Profile

Jenis backlink ini umumnya ditemukan di halaman profile dari user yang terdaftar di sebuah situs. Seringkali format alamat dari profile itu seperti ini namawebsite.com/user/revorma.

Contoh realnya adalah ini: https://profiles.wordpress.org/vatih

Di halaman itu bisa kamu lihat akan ada link hidup yang mengarah ke blog saya vatih.com. Secara otomatis saya mendapat suntikan power dari root domain wordpress.org.

Tapi backlink semacam ini (backlink profile) mempunyai kontribusi power yang so so alias biasa banget. Meski kontribusinya mungil saya tetap menjadikan proses pembuatan backlink jenis ini sebagai bagian dari SOP saat optimasi web bisnis.

2. Backlink Komentar

Ini jenis backlink yang paling sering dilakukan oleh para blogger, publisher, atau optimizer. Karena orang yang ngga ngerti SEO pun ternyata sangat giat melakukan link building jenis ini.

Tapi mindset mereka (yang ngga ngerti SEO) ketika melakukan ini tujuannya supaya dapat kunjungan balik dari si pemilik blog yang ditinggali komentar.

Unik ya. Di situlah bedanya orang yang tahu dan yang belum tahu. Hehe.

Backlink komentar ini secara power terbagi jadi 2 macam; dofollow dan nofollow. Saya sendiri tidak terlalu peduli apakah bentuknya do atau no. Yang penting tetap saya buat.

Untuk yang ini tidak perlu saya kasih contoh ya, insya Allah semua sudah tahu lah.

3. Social Bookmark

Nah kalau social bookmark ini merupakan merupakan situs yang membolehkan para pengunjung untuk submit konten dari web masing-masing pengunjung.

Contoh situs social bookmarking adalah Pinterest, Stumbleupon, Reddit, Digg, dll.

Tapi ada banyak juga lho situs social bookmark punya orang Indonesia, alamatnya apa saja silahkan googling sendiri, jangan manja.

4. Backlink Kontekstual

Inilah jenis backlink yang paling powerful diantara jenis backlink yang lainnya. Saking powerfulnya, dari pengalaman saya melakukan link building jenis kontekstual ini, saya berani katakan 1 backlink kontekstual setara dengan 100 backlink komentar di website yang sama-sama mempunyai DA 15.

Dalilnya mana? Dalilnya ya pengalaman saya, hehe.

Ciri utama backlink kontekstual adalah backlink yang berada di tengah-tengah artikel. Misalnya di halaman ini ada link keluar, maka link itu merupakan backlink kontekstual bagi website atau halaman tersebut. Paham kan ya?

Nah, kontribusi power dair jenis backlink ini akan lebih menjadi-jadi ketika artikel di mana tempat backlink kontekstual itu berada mengandung unsur-unsur berikut ini:

  1. Artikel relevan dengan backlink. Misal keyword/artikel kita tentang ternak ayam, dan kita mempunyai backlink dari artikel yang juga membahas tentang ayam (tidak harus spesifik ternak).
  2. Artikel tempat backlink itu menerapkan kaidah SEO yang bagus.
  3. Backlink kontekstual berada pada situs authority atau situs populer.
  4. Backlink kontekstual berada pada artikel yang udah di halaman 1 Google.

Yang pasti akan sangat susah untuk mendapatkan jenis kontekstual yang sempurna mengandung 4 unsur di atas. Daripada pusing, balik lagi ke default; yang penting backlink berada di tengah-tengah artikel. Tidak peduli relevan atau tidak, authority atau bukan, menerapkan SEO atau ngga, dll.

***

Sekarang saya tanya, dari 4 jenis backlink di atas, mana yang paling mudah dan semua orang bisa buat/tiru? Jawabannya adalah semua jenis kecuali backlink kontekstual.

Artinya apa?

Kalau kamu masih mendewakan 3 jenis backlink menengah ke bawah (profile, komentar, sosbook), maka proses menaikkan keyword yang kamu lakukan akan menjadi sulit, lambat, dan bisa dibilang sia-sia.

Backlink selain kontekstual memberikan dampak yang sangat kecil terhadap reputasi website. Sebaiknya jangan terlalu mengejar secara brutal jenis backlink yang menengah ke bawah kalau kamu memang ingin serius menaikkan keyword-keyword pilihanmu.

Mengubah Mindset Backlink

Yang perlu kamu lakukan sekarang adalah mengubah cara pikir kamu tentang link building. Ingat baik-baik kalimat ini; lupakan backlink menengah ke bawah.

Saya yakin melupakan backlink menengah ke bawah adalah proses yang tidak mudah. Sekain lama kamu melakukan aktifitas ini, tiba-tiba harus melupakannya.

Percaya sama saya.

Saatnya kamu fokus mempelajari dan mempraktekkan jenis backlink kontekstual. Yang proses mendapatkannya tidak mudah ditiru oleh orang lain. Jenis backlink ini digunakan oleh banyak agency SEO besar di dunia termasuk di Indonesia.

Cara Mendapatkan Backlink Kontekstual

Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan backlink kontekstual.

  1. Menulis untuk website orang lain. Submit konten, guest post, you name it. Konten yang disubmit haruslah berkualitas dan terdiri dari banyak kata. Minimal 800 kata. Alasannya bisa kamu baca di pelajaran konten berkualitas.
  2. Meminta kawan kamu yang mempunyai blog dan aktif untuk memasang backlink di salah satu artikelnya yang sudah tayang dan relevan dengan tema keyword kamu. Nah, di sini terasa bahwa silaturahim membawa rizki. Semakin banyak kenalan blogger yang kamu punya, semakin gampang kamu melakukan opsi ini.
  3. Membuat artikel berkualitas yang temanya menarik, sehingga ketika ada pembaca yang mampir ke posting kamu, dia akan dengan senang hati menjadikan posting kamu sebagai referensi (kamu mendapatkan backlink).

Wah, kok ribet ya?

Sebenarnya tidak ribet. Terasa menjadi ribet karena mungkin kamu belum pernah melakukannya, kamu baru membayangkannya. Jadi, jalani dulu baru nanti membuat kesimpulan.

Untuk membuktikan bahwa sebenarnya membuat backlink kontekstual itu tidak ribet, akan lebih fair kalau kita bikin perbandingan.

Berikut ini adalah cara lama yang sudah sering kamu lakukan:

  1. Membuat komentar di web orang lain sambil menyelipkan backlink.
  2. Jumlah kata yang kamu tulis di setiap komentar rata-rata 20 kata. Kalau kata terlalu sedikit kemungkinan tidak diapprove.
  3. Kamu harus berpikir komentar yang bagus supaya komentar diapprove (dan sukses menjadi backlink).
  4. Kamu harus terus-menerus mencari daftar website baru, yang menyediakan kolom komentar, yang reputasi websitenya lumayan bagus, dari segi DA, TF, CF, dst.
  5. Kamu mengulangi aktifitas ini terus-menerus di banyak website.
  6. Kalau ditotal, kurang lebih sudah ada 50 website yang kamu kirimkan komentar dalam sehari, saking semangatnya kamu.
  7. Ternyata sudah ada 1.000 kata yang kamu produksi dari keseluruhan komentar yang kamu buat, wow!

Melelahkan juga ternyata.

Mungkin kamu masih mau menyanggah, “Saya melakukan pekerjaan itu menggunakan software kok, ngga repot.”

Sebelum saya bahas lagi, sebaiknya kita perhatikan apa yang sebenarnya akan kamu lakukan menggunakan cara baru:

  1. Mencari website atau blog populer di niche-nya, atau tidak mempunyai niche juga tidak masalah. Standar populernya seperti apa? Let say yang mempunyai DA (domain authority) di atas 15.
  2. Yang website tersebut menyediakan fasilitas pada publik untuk submit konten di websitenya.
  3. Kalau tidak menyediakan fasilitas itu, kamu bisa kirim email ke pengelola, meminta izin untuk mempublish konten di websitenya, tentunya menyesuaikan tema web atau blog tersebut.
  4. Kamu membuat konten minimal 800 kata, berkualitas, enak dibaca, dan menggugah selera.

Melelahkan? Hm, ngga juga. Karena hasil yang didapat jauh lebih signifikan, jauh lebih bagus, jauh lebih aman untuk jangka panjang.

Antara komentar dan kontekstual lebih melelahkan mana? Kalau sama-sama manual tentu saja jatuhnya jadi lebih melelahkan backlink komentar. Lalu bagaimana yang pakai software tadi? Hei, untuk kamu yang belum pernah pakai software, ini beberapa alasan mengapa menggunakan software tidak saya sarankan:

  1. Kamu harus beli software lebih dulu, yang terkenal namanya GSA SER, harganya di atas 1 juta.
  2. Untuk membelinya harus menggunakan Paypal atau kartu kredit. Iya kalau kamu sudah punya, kalau belum? Kamu harus buat dulu.
  3. Cara kerja alat itu tidak semudah yang kamu bayangkan. Kamu masih harus beli third-party (pihak ketiga) seperti proxy, captcha breaker, dan kamu masih harus mempelajari menu dan panel-panel yang sangat banyak.
  4. Kamu akan melalui trial-error yang cukup menguras waktu, bisa berbulan-bulan. Belum lagi kalau dampaknya bisa menurunkan reputasi website, kacau lah.
  5. Terlalu deras link building yang kamu lakukan menggunakan software bisa dideteksi sebagai aktifitas spam oleh Google yang berujung pada deindex atau banned website dari search engine. Horor.

Jadi, siapa bilang pakai software itu mudah? Tapi kalau memang mau njajal ya monggo.

Saya tidak anti sama software lho, untuk beberapa case saya meminta bantuan pihak ketiga untuk melakukan link building, dan mereka menggunakan software untuk eksekusinya, tapi dengan tata cara yang tidak ekstrim dan dilakukan oleh orang yang sudah sangat ahli dalam penggunaan software tersebut.

Saya menulis pembahasan yang lebih mendalam tentang variasi backlink di materi premium, silahkan login untuk membacanya; Begini Cara Membangun Backlink Super yang Bisa Meranking Keyword Berat.

Link building jenis kontekstual adalah proses yang paling ampuh dan (ternyata juga) mudah untuk dilakukan di antara metode-metode lain, dan backlink jenis ini (nyaris) tidak mungkin dianggap sebagai spam (oleh Google).

Bukti Empiris *hahay

Saya dan para santri di Sintesa sudah terbiasa menaklukkan keyword dengan pencarian puluhan ribu per bulan atau pencarian ribuan per hari.

Di sini, mohon maaf, saya tidak bisa membuka keyword-keyword apa saja yang pernah ditaklukkan menggunakan jenis backlink kontekstual.

Kami menaklukkan keyword-keyword besar hanya menggunakan backlink kurang dari 20. Tidak jarang juga kurang dari 10.

Di bagian bukti ini, saya tidak bisa banyak share karena memang tidak etis kalau diumbar-umbar di tempat umum, hehe.

Hindari Backlink yang Kualitasnya Buruk

Jangan pernah punya tagline; semakin banyak backlink akan semakin bagus. Tagline semacam itu bisa menyesatkan, perlu dikoreksi menjadi semakin banyak backlink berkualitas akan semakin bagus. Hanya ditambah kata berkualitas, hasilnya menjadi sangat berbeda.

Backlink yang buruk atau very low quality link justru akan membawa petaka untuk masa depan website kamu. Saya udah sering dapat laporan dari banyak orang (kenalan, murid-murid, santri, dll) bahwa pernah ada masa di mana website mereka berjaya mendapat banyak traffic dari Google, tapi tiba-tiba hilang (ngedrop) dan tidak bisa naik lagi ranknya.

Tentu saja ini hal yang menyedihkan dan menyakitkan.

Apa sebabnya? Setelah saya amati ya karena mereka menggunakan tagline-nya “orang serakah” di atas tadi. Segala macam backlink disikat, digarap, yang berujung pada kena batunya.

Ciri-ciri Backlink Kualitas Buruk

Wis, daripada mbulet, untuk lebih mudahnya kamu bisa pelajari ciri-ciri berikut ini untuk mengenali karakteristik tempat backlink yang harus kamu hindari atau waspadai:

  1. Tema yang di bahas di web tersebut menyalahi aturan main Google. Semisal isu sara, pornografi, pembajakan, judi, dll.
  2. Terlalu banyak outbound link (OBL). Standar OBL saya adalah 50 link. Misal mau meninggalkan komentar untuk keperluan backlink maka cukup lihat jumlah komentar udah lebih dari 50 atau belum. Kalau udah ya skip aja. Ada buanyak tempat backlink komentar yang komennya sudah ratusan bahkan ribuan dan isinya para pemburu backlink semua. Ini saya waspadai, ya sesekali ngga masalah, tapi baiknya dihindari.
  3. Ada fitur atau fasilitas yang menjanjikan kamu akan punya sekian ratus atau bahkan ribu backlink dalam sekejap. Plis hindari yang semacam ini, bahaya!

***

Jangan pertaruhkan masa depan web bisnis kamu hanya dengan cara-cara instan yang menggiurkan sesaat. Wes lah, saya udah kekenyangan sama pengalaman semacam ini. Kapok. Lebih ampuh kontekstual kemana-mana.

Strategi Supaya Kamu Memperoleh Backlink dari Blog Lain

Bagi saya sekarang ini cara yang paling asik untuk mendapatkan backlink baru adalah dengan menghubungi blogger secara personal melalui pendekatan yang hangat. Dengan mengirimkan pesan di Facebook atau nomor kontak WA jika saya mempunyai info kontaknya.

Ada beberapa alasan mengapa cara ini saya gunakan:

  1. Menyambung silaturahim, pastinya. Jadi lebih akrab dengan yang bersangkutan.
  2. Tentu saja, saya juga membuatkan backlink untuknya, it’s a fair game.
  3. Saya bisa menentukan kualitas backlink yang saya inginkan. Saya pastikan bentuk backlinknya adalah kontekstual. Silahkan dibaca lagi Semua Tentang Backlink Dibahas Sampai Tuntas.
  4. Tingkat keseruannya beda, karena proses terjadinya backlink disertai dengan kehangatan diskusi. Ini lebih semriwing ketimbang pasang sana-sini tanpa salam sama pemilik web.

Dalam kondisi tertentu, jiwa seorang optimizer terpanggil untuk membeli backlink ketimbang menjalani prosesnya perlahan-lahan. Sampai-sampai tidak peduli bahwa backlink yang dibeli ternyata spammy.

Berikut ini cara-cara yang biasa saya lakukan saat meminta mereka supaya membuatkan backlink untuk saya.

Pertama, Basa-basi

Sampaikan salam dan lempar bahan untuk diskusi, jangan langsung to the point. Lakukan ini sampai bosen chating, hehe.

Kedua, Tawarkan Tukar Backlink

Saya menanyakan padanya apakah berkenan kalau saling bertukar backlink? Pengalaman saya sejauh ini 95% jawabannya adalah mau. Di tahap ini saya tanya punya blog berapa dan minta alamatnya, untuk saya cek kualitas blognya, dan saya cari konten mana yang kira-kira bisa saya minta untuk dibuatkan backlink di sana.

Ketiga, Langsung Eksekusi

Prosesnya tidak perlu lama, tidak perlu buat konten baru. Pilih saja konten yang sudah ada kemudian sampaikan “saya mau backlinknya dipasang di halaman ini yaa http://blablabla.com/bla-bla-bla nanti mas/mbak bisa pilih juga mau dipasang di mana.”

Kalau saya sih punya banyak website, ada puluhan yang Domain Authority (DA) di atas 20, jadi tidak pusing mau dipasang di mana. Kalau dia punya 5 website, ya berarti barter 5 backlink saja.

Pastikan kontennya relevan dengan backlink yang ingin kamu bangun. Kalau misalnya di blog dia belum ada yang relevan, ya mau tidak mau kamu harus membuat konten baru dan dikirimkan padanya. Sayang saja sih kalau misal tidak relevan, jadi kurang greget.

Kalau memang kamu lagi sangat malas, ya terserah kamu, mau relevan atau tidak kamu sendiri yang memutuskan. Kadang-kadang saya juga malas, hehe.

Berikut ini salah satu cuplikan saat saya mengajak kawan di Facebook untuk tukar backlink.

percakapan-pm-tukar-backlink

 

Percakapan di atas berujung pada terwujudnya 2 backlink untuk salah satu keyword saya. Ada banyak sekali percakapan semacamnya baik di Facebook ataupun di WhatsApp.

Tidak ada salahnya untuk meminta, tapi tipikal orang Indonesia itu memang sulit untuk memberikan sesuatu secara cuma-cuma, maka tawarkan pula baginya untuk memasang backlink di website kamu.

Tips Membuat Backlink Komentar

Seperti yang sudah saya tulis di atas, tidak ada yang salah dengan jenis backlink ini meski, tapi tetap harus dipahami bahwa efeknya sangat kecil atau sedikit. Jangan lupa ada rumus sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit.

Namun ketika kompetitor kamu menggunakan cara-cara yang lebih gokil dan kekinian, tentu kerja kamu akan kalah dengan kompetitor.

Saya sendiri tidak sepenuhnya meninggalkan jenis backlink ini kok. Tapi skala prioritasnya jelas. Jenis ini akan saya lakukan ketika kebutuhan pokoknya sudah terpenuhi. Backlink komentar hanya sebagai penunjang.

Tautan ini bisa kamu baca sebagai penunjang backlink komentar:

  1. Cara Supaya Komentar Diapprove Oleh si Pemilik Blog
  2. 5 Tips Praktis Membuat Backlink di Kolom Komentar

Kesimpulan dan Poin-poin Pokok

Setelah membaca penjelasan di atas, saya harap kamu mulai bisa meyakinkan diri sendiri untuk tidak lagi membuat backlink komentar. Taubat!

Cobalah paksa diri kamu untuk membuat backlink kontekstual di tempat-tempat berkualitas. Caranya bagaimana?

Ya tinggal dicari saja blogger-blogger yang aktif dan sepertinya bersahabat. Lakukan pendekatan personal pada mereka melalui email, diajak diskusi, mereka sangat senang menjalin interaksi dengan sesama blogger atau netizen seperti kamu.

Bisa juga dengan submit artikel kamu ke tempat-tempat seperti LinkedIn, Medium, Kompasiana, dan lain-lain.

Opsi Lain

Nah, di paragraf-paragraf akhir ini saya mau promo bagi yang tertarik (promooooo, ooyyaa).

Di atas kan saya sudah sebut beberapa tempat yang biasa saya dan para murid lain gunakan untuk menanam backlink kontekstual dan berkualitas. Kalau kamu tertarik untuk mendapatkan list backlink berkualitas lainnya, saya sarankan kamu ikut kelas Revorma Premium.

Selain belajar dari 7 MODUL dengan 49 materi pembahasan premium, kamu juga akan dapat hal-hal ini.

  1. 50 tempat berkualitas untuk menanam backlink kontekstual. Keyword dengan level menengah bisa ditaklukkan cukup dengan 50 backlink ini, insya Allah.
  2. 200 lebih blog aktif dari komunitas blogger yang bisa kamu manfaatkan untuk submit konten. Lagi-lagi membangun backlink kontekstual berkualitas. Rata-rata DA di atas 20.
  3. 500 lebih backlink komentar di web berkualitas. Ingat ini jenis backlink penunjang.
  4. Third-party atau pihak ketiga yang biasa saya gunakan (sampai hari ini) dalam mengoptimasi keyword. Pihak ketiga ini tentu saja berbayar. Tapi worth it, puluhan keyword dari berbagai niche sudah di halaman satu menggunakan jasa-jasa ini.

Sekian.